Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Banjir Rob, Dampak Kerugian, dan Warga yang Menolak Pindah!

Banjir Rob, Dampak Kerugian, dan Warga yang Menolak Pindah

Waktu: 2026-09-19 06:35:47 Sumber: Juniki Penulis: Teknologi Dibaca: 126x

Menurut dia, dampak ekonomi juga muncul dari kerusakan kendaraan yang sering melintasi jalan yang tergenang rob.

Belum lagi, kata dia, kerugian akibat kerusakan ekosistem, hilangnya mata pencaharian, hingga rumah warga yang semakin lama semakin tenggelam dan perlu ditinggikan setiap beberapa tahun sekali.

Ia menyebut sejumlah kajian telah menghitung nilai kerugian akibat dampak rob di Pantura Jawa Tengah. Namun, ia belum memastikan angka kerugian yang dihitung dalam kajian tersebut.

"Triliunan itu. Dari kerusakan ekosistem, kerusakan, kehilangan mata pencaharian, kehilangan ini ada kok. Jadi valuasinya ada itu, dihitung," ungkapnya.

Fokus mencari solusi

Yusmanto mengatakan, pemerintah tidak ingin gegabah mengeklaim angka kerugian tersebut karena diperlukan kajian yang lebih komprehensif.

Menurut dia, pemerintah lebih berfokus pada upaya mencari solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat terdampak rob.

"Kalau kami membuat kajian ya sesuai kajian solusinya, bukan kajian untuk perhitungan kerugiannya," katanya.

Warga memilih bertahan

Siswa SD pulang sekolah dengan menyusuri akses jalan rusak di Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Kamis (29/1/2026).Nur Zaidi Siswa SD pulang sekolah dengan menyusuri akses jalan rusak di Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Kamis (29/1/2026).Salah satu persoalan yang dihadapi pemerintah adalah warga yang tetap memilih bertahan di wilayah terdampak rob meski rumah dan lingkungan tempat tinggal mereka semakin terendam.

Yusmanto mengatakan, pemerintah telah menawarkan sejumlah opsi, termasuk relokasi. Namun, sebagian warga masih enggan pindah karena memiliki ikatan sosial, budaya, dan ekonomi dengan tempat tinggal mereka.

Ia mencontohkan warga di Timbulsloko, Demak, yang selama bertahun-tahun menggantungkan kehidupan dari aktivitas pertanian, tambak, dan perikanan.

"Karena mata pencahariannya di sana. Kemudian mereka masih terikat secara kultural dan psikologis," ujar dia.

Menurut Yusmanto, persoalan tersebut menunjukkan bahwa penanganan rob tidak cukup hanya dengan membangun infrastruktur pengendali banjir.

Pemerintah juga perlu menyiapkan solusi bagi keberlangsungan kehidupan dan mata pencaharian masyarakat terdampak.

(Editor: Teknologi)

Konten Terkait
  • Alasan Persib Bandung Rekrut Mariano Peralta dari Borneo FC
  • Plt Gubri Nilai Obligasi Daerah Alternatif Pembiayaan yang Aman dan Sah
  • Harga Beras Naik di Aceh Sepekan Terakhir, Stok Gabah Menipis
  • BPJS Kesehatan Pastikan Layanan JKN di Puskesmas Matraman Berjalan Baik
  • Dokter Peringatkan Bahaya Tren Cairan Infus untuk Jerawat, Bisa Tinggalkan Bekas Permanen
  • Mojtaba Khamenei Angkat Suara Usai Pemakaman Ayahnya
  • Ada Hidden Gem Buat Warga Santai-Olahraga di Jaksel, tapi Harus Lewati TPU
  • Kini Pakai Rompi Pink, Don Ritto Resmi Ditahan Kejagung
Konten Rekomendasi
  • Slamet Ariyadi Resmi Terpilih Jadi Ketua Umum BM PAN
  • Karhutla 5 Hektare di Kubu Raya, Satgas Berjibaku Padamkan Api Dekat Bandara Supadio
  • OTT Lagi, Kini Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini yang Dicokok KPK
  • Zelensky Copot Menhan Ukraina, Warga dan Militer Ngamuk
  • KLM Tanjung Bara Tenggelam di Maluku, 8 ABK Diselamatkan Kapal Yacht Asal Selandia Baru
  • Kisah Pilu Wanita di Bekasi: Cari Perlindungan dari Kekerasan Ibu, Jadi Korban Kekerasan Seksual Paman