Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Dedi Mulyadi Pilih Benahi Masalah Jabar daripada Ganti Nama Jadi Tatar Sunda!

Dedi Mulyadi Pilih Benahi Masalah Jabar daripada Ganti Nama Jadi Tatar Sunda

Waktu: 2026-08-04 18:03:50 Sumber: Juniki Penulis: Berita Dibaca: 139x

"Karena itu, yang menjadi substansi tuntutan masyarakat ya. Jadi, kami fokus menyelesaikan berbagai problem infrastruktur, kami ingin jalan terkoneksi sampai desa, sudah terlihat infrastruktur jalan mulai baik hari ini, khususnya di wilayah provinsi ya," ucap Dedi.

Ia menjelaskan, perbaikan infrastruktur terus dikebut agar jalan-jalan di Jawa Barat bisa terhubung hingga ke desa.

Menurut Dedi, hasil pembangunan tersebut sudah mulai terlihat, terutama untuk jalan yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi.

Masalah Stunting dan Pendidikan

Selain infrastruktur, Dedi juga menjadikan penanganan stunting sebagai salah satu program utama.

Mantan Bupati Purwakarta itu ingin pencegahan dilakukan sejak seorang ibu menjalani masa kehamilan, bukan setelah anak lahir.

"Kami juga berfokus menyelesaikan stunting. Saya sudah punya konsep, tadi sudah tanya Kadinskes untuk membuat sebuah perencanaan kerja potensi ibu stunting itu ditangani sejak kehamilan. Maka, orang yang mengalami kehamilan dan berpotensi kekurangan gizi ketika sedang hamil, itu yang segera akan kami tangani," tutur Dedi.

Dedi menyebut, nantinya bidan akan memeriksa ibu hamil yang berisiko kekurangan gizi.

Jika ditemukan, bidan bisa langsung memberikan rekomendasi kebutuhan gizi selama sembilan bulan kehamilan.

"Resepnya kebutuhan selama sembilan bulan. Nanti kebutuhan vitaminnya apa, nutrisinya apa, makanannya apa, susunya apa, ini akan menjadi fokus kami. Nah ini yang fokus kami ke depan," tegasnya.

Di bidang pendidikan, Dedi menilai pelaksanaan penerimaan murid baru di Jawa Barat tahun ini berjalan cukup baik.

Calon siswa yang tidak masuk sekolah negeri tetap bisa bersekolah di sekolah swasta, baik melalui jalur subsidi dari Pemprov Jabar maupun jalur reguler bagi orang tua yang mampu.

"Anak-anak sudah bisa sekolah, baik yang di sekolah negeri maupun yang direkomendasikan di sekolah swasta. Nah, di sekolah swasta itu ada variabel dua pilihan, ada orang tua yang memilih jalur subsidi, yaitu jalur yang disiapkan oleh pemerintah provinsi, ada juga yang memilih jalur berbayar bagi orang tua yang mampu," tutur Dedi.

(Editor: Berita)

Konten Terkait
  • Kembali Menguatnya Usulan Pelibatan Kantin Sekolah dalam Program MBG
  • Saham Induk Google Melesat 3 Persen Usai Kabar Pengembangan Chip AI Gemini
  • 12 Terdakwa Korupsi PUTR Batubara Divonis, Eks Kadis Dihukum 6 Tahun Penjara
  • Kekeringan Melanda 5 Desa di Dompu NTB, 240 KK Terdampak
  • Beda Penjelasan dengan Pertamina Soal Antrean BBM di SPBU, Bobby: Masyarakat Butuh Minyak, Jangan Bertele-tele
  • Ketua DPRD Riau Minta Maaf Usai Bentrok Anggota, BK Diminta Proses Pelanggaran Etik
  • Alasan Gabriel Mutombo Tak Bisa Tolak Tawaran Persib
  • Masyarakat Tidak Mampu Bisa Dapat Layanan Hukum dengan Tarif Rp 0
Konten Rekomendasi
  • Legislator Soroti Usia Kapal Induk Hibah Italia 40 Tahun, Singgung Anggaran
  • China Ingin Pimpin Tata Kelola AI Dunia, Kritik Pembatasan Teknologi AS
  • Persela Luncurkan Brand Aparel Lokal, Bidik Kemandirian Finansial Klub
  • Pramono Pastikan JPO Tendean Segera Dibangun, Pendanaan Dicari dari CSR hingga KLB
  • KPK Geledah Rumah Anggota BPK Bobby Rizaldi Terkait Kasus Bupati Muara Enim
  • Program PHINLA Ubah 283 Ton Sampah Jadi Sumber Pendapatan Warga Jakarta