Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs 3 Flyover Baru Bakal Dibangun di Surabaya, Menunjang Operasional SRRL!

3 Flyover Baru Bakal Dibangun di Surabaya, Menunjang Operasional SRRL

Waktu: 2026-08-04 18:05:47 Sumber: Juniki Penulis: Teknologi Dibaca: 687x

Pemerintah akan membangun tiga flyover baru di Kota Surabaya, Jawa Timur, untuk menunjang operasional Surabaya Regional Railway Line (SRRL).

Pembangunan fisik SRRL atau kereta listrik fase pertama yang menghubungkan Surabaya Gubeng dan Sidoarjo, akan dimulai pada awal 2027. Ditargetkan, transportasi publik ini beroperasi pada 2029.

“Targetnya 2029 selesai. Digunakan untuk yang A1 Gubeng-Sidoarjo mulainya (pembangunan fisik) 2027. Mudah-mudahan,” kata Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur, Nyono, Jumat (17/7/2026)

Selain membangun lintasan, menurut dia, pemerintah pusat dan pemerintah daerah akan membangun flyover baru di Kota Surabaya yang terintegrasi dengan proyek kereta listrik.

“Ada tiga flyover yang akan dibangun. Flyover Ambengan, Flyover Pahlawan, Flyover Bung Tomo, baru,” ujarnya.

Nyono belum membeberkan desain proyeknya. Tetapi, seluruh pendanaan akan dibebankan pada Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

“Enggak (dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah atau APBD). Dari APBN,” ungkapnya.

Flyover tersebut akan dibangun selama tiga tahun, bersamaan dengan pembangunan fisik kereta listrik Surabaya-Sidoarjo.

Namun, Nyono juga menegaskan bahwa proyek tiga flyover ini bukan bagian dari flyover Taman Pelangi yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani.

Dia menjelaskan, flyover Taman Pelangi dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

Sementara itu, proyek SRRL diketahui telah memasuki tahap Detail Engineering Design (DED) yang dilakukan oleh Chodai, perusahaan asal Jepang.

Dalam DED ini sedang dihitung berbagai macam potensinya, termasuk potensi permintaan penumpang hingga rancangan bangunan stasiunnya.

Tahapan DED dinilai tidak mudah karena hasilnya sangat dibutuhkan oleh operator dalam proses pengerjaan.

Tantangan yang dihadapi salah satunya adalah Depo. Pemerintah sepakat SRRL akan menggunakan Depo Sidotopo sebagai garasi penyimpanan, tempat perawatan rutin, dan bengkel perbaikan untuk rangkaian kereta api.

(Editor: Otomotif)

Konten Terkait
  • Tim Investigasi dari Jakarta Berangkat ke Lokasi Ledakan Gudang Amunisi Madiun
  • Curhat Lautaro Martinez Usai Argentina Kalah di Final Piala Dunia 2026
  • Merchandise Unik dari RBR 2026: Boneka Gajah Nona Seroja dan Bibit Pohon
  • MPR Kupas Potensi Obligasi Daerah sebagai Alternatif Pembiayaan Pembangunan
  • Ditangkap di Lampung, Spesialis Curanmor Bersenpi di Jaksel Ditembak karena Melawan
  • Bareskrim Cabut Police Line dan CCTV Terkait Narkoba di New Star Bali
  • TNI AD Berduka 1 Personel Gugur dalam Ledakan Gudang Amunisi di Madiun
  • IHSG Diprediksi Menguat, Saham AMMN, ANTM, BBCA Hingga ADRO Perlu Dicermati Ritel
Konten Rekomendasi
  • 16 Pasar Tradisional Surabaya Direvitalisasi, Anggaran Rp 20 Miliar
  • Kekeringan Mengancam Pemangkasan Produksi Padi Bandung Barat hingga 15 Persen
  • Meme "Timpa Teks" Khariq Anhar Bentuk Satire dan Kritik Generasi Muda
  • Motor Mahasiswa dengan Ciri Ini Jadi Incaran Curanmor di Tangsel
  • 1.299 WNA Kunjungi Grobogan dengan Naik Kereta Pada Januari-Juni 2026
  • Israel Marah Dukungan Publik AS Merosot Meski Kucurkan Rp 26 M per Bulan