Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs PDIP Bakal Resmikan Monumen Kudatuli di Kantor DPP 27 Juli!

PDIP Bakal Resmikan Monumen Kudatuli di Kantor DPP 27 Juli

Waktu: 2026-09-19 06:27:40 Sumber: Juniki Penulis: Wisata Dibaca: 607x

PDI Perjuangan akan meresmikan Monumen Kudatuli pada 27 Juli 2026. Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan monumen tersebut dibangun sebagai pengingat peristiwa Kerusuhan Dua Puluh Tujuh Juli agar kekerasan atas nama negara tidak kembali terjadi.

Hal itu disampaikan oleh Hasto usai menghadiri rangkaian peringatan 30 tahun Kudatuli di Taman Ismail Marzuki , Jakarta Pusat, Sabtu . Dia mengatakan Monumen Kudatuli bakal diresmikan di kantor DPP PDI Perjuangan, Jakarta Pusat.

"PDI Perjuangan juga akan mengadakan khususnya kegiatan pada tanggal 27 Juli 2026 nanti berupa peresmian suatu monumen Kudatuli untuk mengingatkan bahwa kekerasan atas nama negara itu tidak bisa dibiarkan dan tidak boleh terjadi lagi," kata Hasto.

Menurutnya, peringatan 30 tahun Kudatuli menjadi momentum bagi bangsa, termasuk PDIP, untuk melakukan refleksi terhadap praktik kekuasaan. Dia menilai kekuasaan yang cenderung otoriter dan anti-kritik dapat berdampak buruk bagi demokrasi.

"30 tahun Kudatuli menyadarkan bahwa kekuasaan yang otoriter itu ketika dibiarkan, maka yang ada adalah suatu kekacauan dan kegelapan terhadap masa depan," tuturnya.

Hasto mengatakan keterlibatan masyarakat dan akademisi dalam rangkaian peringatan Kudatuli penting untuk menggali pelajaran dari sejarah. Dia menekankan perlunya ruang bagi suara kritis dalam kehidupan demokrasi.

"Demokratisasi sangat kita perlukan, kebebasan pers, kontrol dari masyarakat sipil, dan juga berbagai opsi-opsi yang mendorong agar arah Indonesia menjadi semakin baik," kata Hasto.

Bagi PDIP, kata dia, peringatan Kudatuli juga menjadi pengingat agar suara rakyat tetap menjadi dasar dalam mengambil kebijakan politik. Dia berharap monumen yang akan diresmikan tersebut bisa mencegah munculnya kembali watak kekuasaan yang oligarki.

"30 tahun Kudatuli mengajarkan kepada kita pentingnya suara-suara rakyat untuk diberikan suatu ruang, termasuk akses kepada pengambil kebijakan-kebijakan politik, agar kritik tentang watak kekuasaan yang oligarkis itu dapat kita cegah secara bersama-sama," pungkasnya.

Sebagai informasi, peristiwa Kudatuli adalah peristiwa kekerasan yang terjadi di kantor Partai Demokrasi Indonesia . Peristiwa ini tepatnya terjadi di Kantor Sekretariat DPP PDI Perjuangan, Menteng, Jakarta Pusat, pada Sabtu, 27 Juli 1996

Mengutip dari Komnas HAM, peristiwa Kudatuli diduga disebabkan oleh perebutan kantor PDI, antara kubu Megawati Soekarnoputri dengan kubu Soerjadi. Namun banyak pihak merasakan ada keganjilan dari penyebab utama ini.

Lebih dari 20 tahun peristiwa kerusuhan yang menelan cukup banyak korban itu terjadi. Meski begitu, sisa dari peristiwa Kudatuli 27 Juli 1996 masih melekat dalam ingatan para korban, keluarga korban serta saksi mata ketika kerusuhan terjadi.

Berdasarkan hasil penyelidikan Komnas HAM, disebutkan bahwa terdapat sejumlah korban tewas 5 orang, korban luka-luka mencapai 149 orang, dan korban hilang sebanyak 23 orang. Adapun kerugian materiil yang diperkirakan hingga Rp 100 miliar.

Hingga saat ini, dalang hingga penyebab pasti di balik kasus Kudatuli 27 Juli 1996 masih belum terungkap. Sementara para keluarga korban sampai saat ini masih terus menuntut adanya keadilan akan peristiwa kerusuhan tersebut.

[Gambas:Video 20detik]

(Editor: Teknologi)

Konten Terkait
  • Ada Konser Akbar di Monas, Penumpang 13 KA Ini Bisa Naik dari Jatinegara
  • Dugaan Pemerasan Rp 1 Miliar ke Armuji, KORMI Surabaya Mediasi dengan Dispora Jatim
  • Menkop: Koperasi yang Kelola Tambang dan Sawit Sebaiknya Bukan KDMP
  • Pelaku Penembakan di Bar Canggu Bali Punya Izin Kepemilikan Senpi, Tak Sesuai Dokumen
  • Polisi Olah TKP Kasus Warga Depok Diteror Tetangga hingga Pagar Rusak
  • Embun Upas di Dieng Diprediksi Akan Sering Muncul saat Kemarau, BMKG Ungkap Penyebabnya
  • Bukayo Saka Jawab Keraguan Thomas Tuchel Usai Hattrick ke Gawang Perancis
  • Meski Hukuman 27 Pelaku Pemerkosaan Anak di Sampang Bisa Diperberat, APH Diminta Cermat
Konten Rekomendasi
  • Paolo Maldini Turun Tangan, FIGC Rayu Pep Guardiola Jadi Pelatih Timnas Italia
  • Apa Itu GASS? Empat Keunggulan Teknologi Dual Mode BYD yang Perlu Diketahui
  • 49 Kota Paling Rentan Terhadap Panas, Ada 3 di Indonesia
  • Sekjen PKB Soroti Fenomena AI Bikin Kiai Rendah Diri di Hadapan Santri
  • Christian Sugiono dan GB Sanitaryware Hadirkan Bak Cuci Piring Terintegrasi
  • Raih Sepatu Emas, Mbappe Tinggal di Kawasan Super Eksklusif Madrid