Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Sekjen PKB Soroti Fenomena AI Bikin Kiai Rendah Diri di Hadapan Santri!

Sekjen PKB Soroti Fenomena AI Bikin Kiai Rendah Diri di Hadapan Santri

Waktu: 2026-09-19 06:26:48 Sumber: Juniki Penulis: Olahraga Dibaca: 205x

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PKB Hasanuddin Wahid (Cak Udin) mengungkapkan fenomena santri yang mulai beradu argumen dengan kiai di pesantren karena perkembangan Artificial intelligence (AI). Kiai pun kehilangan kepercayaan diri.

"Karena beberapa ustaz mengeluh di beberapa pesantren," kata Hasanuddin Wahid dalam acara Diskusi Publik Ruang Temu AI dan Agama di Kantor DPP PKB, Jakarta Pusat, Rabu (15/7/2026).

Hasanuddin menceritakan tentang keluhan dari ustaz dan kiai yang mengajar tentang ilmu hukum agama kepada para santri.

"Ketika dikasih tahu tentang santri tentang hukum-hukum agama, santri ini menjawabnya, 'Ini di AI enggak begitu, Kiai'," tutur Hasanuddin.

Cak Udin, begitu Hasanuddin biasa disapa, menuturkan bahwa para santri berdebat karena penjelasan AI yang begitu detail dan lengkap tentang dalil syariat.

"'Mohon maaf ini dalam kitab ini, kitab ini, kitab ini. AI-nya itu lengkap, kitab ini halaman sekian dalilnya ini, kitab ini dalil sekian dalilnya ini'. Lebih lengkap daripada penjelasannya ustaznya, kiainya," kata dia.

Menurut Cak Udin, perkembangan AI membuat kiai mulai kehilangan kepercayaan diri.

"Itu membuat kiainya kemudian agak rendah diri, Gus. Ini kan gawat kalau sampai kiai lebih rendah diri, kalah dengan ciptaan manusia," tuturnya.

Cak Udin mengatakan perkembangan AI juga memengaruhi soal etika dan hak-hak kemanusiaan.

"AI ciptaan manusia, tapi etika dan hak kemanusiaan bisa digeser oleh AI. Saya enggak tahu apakah sedahsyat itu, tetapi setidaknya itu yang didalami oleh para pemuka agama itu," ucapnya.

AI jadi tantangan kehidupan beragama

Cak Udin menegaskan, ada hal-hal yang tidak bisa digantikan ataupun dilakukan oleh AI, termasuk menggeser posisi guru dan pemuka agama.

"Ini tantangan terkini dari agama dan kehidupan beragama. Inilah PR besar, bagaimana agama menyikapi AI, bagaimana para pemuka agama, tokoh agama kita ini memperlakukan AI itu seperti apa," tuturnya.

Perkembangan AI, menurut Cak Udin, mestinya dapat membantu memudahkan agama untuk menata kehidupan keberagamaan yang lebih baik.

"AI ini sebagai alat, dia tidak bisa menggantikan subjek, dia tidak bisa menggantikan agama. AI ini sebagai alat, tidak bisa menggantikan kehidupan keberagamaan, dia tidak bisa menggantikan pemuka agama," ucapnya.

(Editor: Bisnis)

Konten Terkait
  • Presiden Prabowo Sampaikan Pentingnya Digitalisasi Pemerintah
  • Butuh Waktu Berapa Lama Membuat Satu Truk Isuzu?
  • Pemkab Purwakarta Pastikan Gaji 4.200 PPPK Aman meski Fiskal Daerah Tertekan
  • Eri Cahyadi Sidak Kuliner Malam di Jalan Kedungdoro, Minta Tempat Parkir Dipindah
  • Skandal Ujian Promosi PNS, Hampir 6.000 Pegawai Terancam Dihukum
  • Kunjungi Sekolah Rakyat DKI, Gus Ipul Minta Siswa Tak Berkecil Hati
  • Sebanyak 41,5 Juta Hektar Tutupan Hutan Berisiko Mengalami Deforestasi
  • Soroti Kebakaran TPA, Waka MPR Tekankan Pembenahan Hulu dan Pengawasan
Konten Rekomendasi
  • Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 19 Juli 2026, Cek Jam Keberangkatan hingga Malam
  • TNI Bentuk Tim Investigasi Usut Ledakan Gudang Amunisi di Madiun
  • SMAN 3 Merauke Wakili Papua Selatan di LLC 4 Pilar MPR Tingkat Nasional
  • SMAN 3 Merauke Wakili Papua Selatan di LLC 4 Pilar MPR Tingkat Nasional
  • Pengeluaran Gen Z Jakarta Tembus Rp 11,9 Juta, PayLater Jadi Penolong atau Beban?
  • Jadwal KRL Solo-Jogja Jumat 17 Juli 2026, Cek Jam Keberangkatan Lengkap