Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Presiden Iran Akui Sedang Hadapi Perang Skala Penuh Lawan AS!

Presiden Iran Akui Sedang Hadapi Perang Skala Penuh Lawan AS

Waktu: 2026-08-04 17:22:29 Sumber: Juniki Penulis: Wisata Dibaca: 373x

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan negaranya saat ini tengah menghadapi "perang skala penuh" dengan Amerika Serikat . Menurutnya, pemerintah dan masyarakat harus siap menghadapi berbagai konsekuensi dari konflik tersebut, terutama di sektor ekonomi.

Dilansir AFP, Selasa , pernyataan itu disampaikan Pezeshkian saat bertemu para pejabat peradilan di Teheran pada Senin .

"Kenyataannya adalah bahwa saat ini Republik Islam Iran terlibat dalam perang skala penuh," ujar Pezeshkian, seperti dikutip dalam pernyataan resmi kepresidenan.

Ia menambahkan Iran harus bersikap realistis terhadap situasi yang sedang dihadapi.

"Kita harus realistis dan menerima konsekuensi alami dari perlawanan ini," lanjutnya.

Pezeshkian menilai tantangan terbesar yang kini dihadapi Iran bukan hanya di medan militer, melainkan juga di bidang ekonomi.

"Medan perang terpenting saat ini adalah ekonomi dan mata pencaharian rakyat," katanya.

Ia memperingatkan tekanan ekonomi yang terus meningkat dapat memicu ketidakpuasan masyarakat. Jika kondisi itu meluas, menurutnya, dukungan publik terhadap negara bisa terkikis.

"Jika tekanan ekonomi menyebabkan ketidakpuasan sosial terbentuk dan ketidakpuasan ini menyebar, modal sosial yang sangat besar yang telah dibangun rakyat untuk mendukung negara dapat rusak," ujarnya.

Iran menghadapi tekanan ekonomi yang semakin berat setelah konflik dengan Amerika Serikat memanas. Pada Juni lalu, inflasi tahunan di negara tersebut melonjak hingga mendekati 90 persen. Data inflasi untuk Juli belum dirilis.

Pada akhir Desember lalu, protes yang semula dipicu tingginya biaya hidup berkembang menjadi demonstrasi anti-pemerintah secara luas. Aksi tersebut mencapai puncaknya pada 8-9 Januari.

Pemerintah Iran menyebut lebih dari 3.000 orang tewas dalam rangkaian kerusuhan tersebut dan menuding kekerasan dipicu oleh "aksi teroris" yang didalangi Amerika Serikat dan Israel.

Sementara itu, sejumlah lembaga swadaya masyarakat yang berbasis di luar Iran memperkirakan jumlah korban jiwa akibat kerusuhan itu jauh lebih tinggi.

(Editor: Olahraga)

Konten Terkait
  • Prabowo: Kita Ditakut-takuti dengan Rapor Jelek dari Global Rating Agency
  • Pria di Jakut Tergeletak Bersimbah Darah Usai Dibacok Begal Pakai Gancu
  • 4 Hal Diketahui soal Anjing Husky Dibacok di Bekasi
  • Takhayul Bikin Rumah Angker Sulit Laku di Jepang, Apa Solusinya?
  • Bupati Lombok Barat Tiba di KPK Usai Kena OTT
  • Kondisi Kamar Ternyata Bisa Ungkap Kualitas Hubungan, Ini Kata Penelitian
  • Menjemput Sehat dari Rumah-rumah Warga di Jember...
  • Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 16 Juli 2026, Berangkat dari Palur Pagi hingga Malam
Konten Rekomendasi
  • Komisi I DPR-Kemhan Bahas Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi dari Italia
  • Viral Pemotor Tak Pakai Helm Nyelonong Masuk Tol Jagorawi
  • Eri Cahyadi Sidak Kuliner Malam di Jalan Kedungdoro, Minta Tempat Parkir Dipindah
  • AS Bombardir Iran 6 Jam, Teheran Balas Gempur Pangkalan Militer AS
  • Zelensky Copot Menhan Ukraina, Warga dan Militer Ngamuk
  • Pertamina Tambah Jam Operasional BBM di Aceh, Distribusi Dipercepat hingga 14 Jam