Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Harga Sayur dan Cabai Merangkak Naik di Malang, Pedagang Sebut Penjualan Turun Drastis!

Harga Sayur dan Cabai Merangkak Naik di Malang, Pedagang Sebut Penjualan Turun Drastis

Waktu: 2026-08-04 17:22:34 Sumber: Juniki Penulis: Wisata Dibaca: 312x

Sejumlah harga bahan kebutuhan, termasuk sayur mayur dan cabai mulai merangkak naik di berbagai pasar Kota Malang, Jawa Timur, selama sepekan terakhir.

Kenaikan harga ini terjadi sejak program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali berjalan bersamaan dengan dimulainya tahun ajaran baru.

Pedagang sayur di Pasar Klojen, Isniani, mengatakan bahwa kenaikan harga sayur mayur mulai terasa sejak satu pekan terakhir. Kenaikan paling besar terjadi pada jenis kacang panjang dan mentimun.

Dia mengungkapkan harga mentimun naik, dari Rp 6.000 menjadi Rp 13.000 per kilogram.

“Brokoli juga naik sebesar Rp 5.000, sekarang jadi Rp 20.000 per kilogram. Sawi juga naik tapi tidak banyak, hanya sebesar Rp 3.000 menjadi Rp 8.000 per kilogram,” kata Isnaini kepada Kompas.com pada Kamis (16/7/2026).

Tak hanya sayur mayur, harga cabai kecil dan besar juga mulai merangkak naik. Harga cabai kecil mencapai Rp 40.000 dari harga awal Rp 28.000 per kilogram.

“Cabai besar juga sama Rp 40.000 per kilograom, dari harga awal Rp 25.000 per kilogram. Kalau harga cabai sedikit-sedikit kenaikannya, tetapi sepertinya akan naik terus,” ujarnya.

Isnaini menyebut, kenaikan harga sayur mayur disebabkan adanya musim bediding. Ditambah lagi, permintaan pasar yang mulai meningkat karena kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Kalau dari pasar induk memang sudah naik harganya, katanya karena banyak sayur yang rusak karena cuaca dingin. Tidak ada hujan, jadi kurang air,” ungkapnya.

Selain sayur dan cabai, kenaikan juga terjadi pada jenis daging ayam dan daging sapi. Dari pantauan di lapangan, kenaikan daging sapi terjadi sejak dua pekan yang lalu.

Pedagang daging ayam, Diana, mengatakan bahwa harga ayam potong hari ini mencapai Rp 32.000 dari harga awal Rp 27.000 per kilogram.

Meskipun kenaikan harga tidak begitu besar, namun harga tersebut memicu penurunan pembelian.

“Sangat berkurang drastis, pasar sepi sejak semua kebutuhan pokok naik. Biasanya bawa 30 ekor jam 11 siang sudah habis, sekarang jam segini masih,” kata Dina.

(Editor: Berita)

Konten Terkait
  • BMKG: Ini Wilayah Berpotensi Hujan dan Angin Kencang pada 20 Juli 2026
  • Prabowo Buka Kemungkinan Pangkas Anggaran TNI-Polri untuk atasi Kemiskinan
  • Fenomena Gunung Gundul di Korea Viral, Tarik Gen Z dan Turis Asing
  • Mengapa Memilih Outfit untuk Wawancara Kerja Itu Penting? Ini Penjelasannya
  • 13 Mahasiswa Indonesia Dapat Beasiswa SingCham 2026, Dubes Singapura Dorong Keterampilan Mandiri
  • Hasil Piala AFF Wanita 2026: Indonesia Runner up Grup B Usai Ditahan Kamboja 1-1
  • NORAD Terapkan Pembatasan Terbang saat Final Piala Dunia 2026
  • Bupati Kulon Progo Ungkap Penyebab Kenakalan Pelajar: Berawal dari Pembiaran Hal-hal Kecil
Konten Rekomendasi
  • Polisi Selidiki Ledakan di Grand Polonia Medan, Diduga Akibat Pipa Gas Bocor
  • Ancol sampai Dufan Gratiskan Tiket buat Anak-anak Selama 4 Hari, Mulai 23 Juli 2026
  • Ditodong Senjata Api Mainan, Resepsionis Hotel di Batang Melawan dan Buat Begal Kabur
  • Chef Kapal Pesiar Mewah Ungkap 5 Kebiasaan Makan Orang Super Kaya demi Panjang Umur
  • Viral Pria Pamer Alat Kelamin di JPO Grogol Jakbar, Polisi Selidiki
  • Ilmuwan Teliti Manusia Berusia 100 Tahun Selama 5 Dekade, Ini Rahasia Umur Panjang