Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Bentrok Warga di Flores Timur Diduga Dipicu Sengketa Tanah Kopdes Merah Putih, 3 Orang Tewas!

Bentrok Warga di Flores Timur Diduga Dipicu Sengketa Tanah Kopdes Merah Putih, 3 Orang Tewas

Waktu: 2026-08-04 18:04:25 Sumber: Juniki Penulis: Kesehatan Dibaca: 669x

Setidaknya ada 3 warga tewas, 5 orang terluka, dan 20 rumah yang terbakar akibat kerusuhan dan bentrok antarwarga.

Antonio belum menjelaskan sejauh mana rencana pembangunan Kopdes Merah Putih di wilayah tersebut.

Ia menyebut, satu peleton personel dari Markas Komando Brimob Maumere telah dikerahkan untuk memperkuat pengamanan di Adonara.

Kemenkop Pernah Bantah Isu Serupa

Persoalan lahan yang dikaitkan dengan pembangunan Kopdes Merah Putih di Desa Narasaosina dan Desa Waiburak sebelumnya juga mencuat setelah bentrokan yang terjadi pada Maret 2026.

Saat itu, Kementerian Koperasi (Kemenkop) menegaskan konflik kedua desa tidak berkaitan dengan pembangunan fisik Kopdes Merah Putih.

Sekretaris Kementerian Koperasi Ahmad Zabadi mengatakan, bentrokan dipicu sengketa tanah ulayat yang telah berlangsung turun-temurun.

"Dalam kesempatan ini kami ingin memberikan klarifikasi bahwa konflik yang terjadi antar kedua desa tidak terkait dengan pembangunan Kopdes Merah Putih. Ini adalah konflik lama antar Desa Waiburak dan Desa Narasaosina yang dipicu oleh sengketa tanah ulayat yang sudah ada turun temurun," ujar Zabadi dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (25/3/2026).

Pembangunan Harus di Lahan Bebas Sengketa

Zabadi menegaskan, pembangunan fisik Kopdes Merah Putih hanya dapat dilakukan di atas lahan yang berstatus clean and clear atau bebas sengketa.

Ketentuan tersebut, menurut dia, telah diatur dalam Surat Edaran Menteri Koperasi Nomor 4 Tahun 2025 tentang Pendataan Aset Tanah dan/Bangunan untuk Percepatan Pembangunan Fisik Gerai, Pergudangan, dan Kelengkapan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

"Saat ini pun belum ada pembangunan Kopdes Merah Putih di desa itu. Pemerintah hanya akan menggunakan tanah lahan dengan status clean and clear, tidak dalam kondisi sengketa," tegas Zabadi.

Ia menambahkan, Kemenkop telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi NTT untuk memperoleh informasi mengenai penyebab bentrokan di kedua desa tersebut.

(Editor: Bisnis)

Konten Terkait
  • Dengan Konsep Ini, Penghuni Tak Perlu Cari Kerja ke Luar Kawasan
  • Kejagung Siap Disupervisi KPK dalam Menangani Kasus Febrie Adriansyah
  • Mengapa Melakukan Rutinitas Skincare Bisa Bantu Kelola Stres
  • Pengalaman Dedi Kurniawan Kuliah Kedokteran Gigi di Jerman: Buku Gratis, Rp 7 Juta per Semester
  • 2 Penyedia Rekening Bandar Narkoba Andre 'The Doctor' Segera Disidang
  • Kenapa Argentina Dibenci Banyak Orang, Termasuk di Amerika Latin?
  • Polisi: Jangan Lagi Gunakan Pikap untuk Angkut Penumpang
  • Massa Aksi Hendak Demo di Patung Kuda, tapi Akses Ditutup
Konten Rekomendasi
  • Ratusan Mitra MBG Brebes Beroperasi, BGN Dorong Pengelolaan Sampah Maggot
  • Regulasi Baru MotoGP 2027, Marquez Yakin Bisa Pecahkan Rekor
  • Mau Baca Unggahan Trump Lebih Cepat? Bayar Rp 1,7 Miliar per Bulan
  • Xiaomi Redmi Kids Watch Pro Resmi, Smartwatch Anak dengan Offline Tracking
  • AS Alihkan 2 Kapal Komersial Coba Terobos Blokade Iran
  • Mitos atau Fakta, Smart Key Digesek ke Kepala Bikin Sinyal Kuat Lagi?