Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Terjebak Konflik Antarwarga Saat Berkemah di Sekolah, Siswa SMPN 1 Adonara Timur Dievakuasi!

Terjebak Konflik Antarwarga Saat Berkemah di Sekolah, Siswa SMPN 1 Adonara Timur Dievakuasi

Waktu: 2026-08-04 18:04:21 Sumber: Juniki Penulis: Berita Dibaca: 811x

Sejumlah siswa SMPN 1 Adonara Timur dievakuasi saat terjadi bentrokan antarwarga Desa Narasaosina dan Desa Waiburak di Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (18/7/2026).

Proses evakuasi dibantu warga setempat. Mereka membantu para siswa naik ke atas kapal.

Suasana haru terlihat saat anak-anak tersebut harus meninggalkan lokasi perkemahan mereka demi keselamatan.

Muhammad Sole Kadir, salah seorang guru, mengatakan bahwa para siswa tersebut berasal dari Dusun Bele, Desa Waiburak.

Ia mengungkapkan, para siswa tersebut sebelumnya mengikuti kegiatan perkemahan yang diselenggarakan di sekolah. Namun, situasi keamanan yang memburuk membuat mereka harus dipulangkan.

“Anak-anak yang sedang mengikuti perkemahan dari Bele terpaksa diantar oleh warga dan para guru melewati jalur laut menuju Bele”

“Semalam kami berkemah di sekolah dan anak-anak terjebak di sekolah di saat situasi konflik, sehingga warga berinisiatif untuk mengantar mereka melalui jalur laut untuk kembali bertemu dengan orangtua mereka di Bele,” ujar Muhammad.

Ia berharap agar konflik yang terjadi dapat segera mereda, sehingga aktivitas pembelajaran di sekolah itu kembali normal.

“Doakan semoga konflik ini segera berlalu sehingga anak-anak bisa kembali bersekolah dengan baik,” ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, konflik antarwarga Desa Narasaosina dan Desa Waiburak kembali pecah, Sabtu (18/7/2026).

Sebanyak dua orang tewas dalam insiden tersebut dan dua lainnya mengalami luka berat.

Kepala Seksi Humas Polres Flores Timur AKP Eliezer A Kalelado mengatakan, personel gabungan telah diterjunkan ke lokasi bentrokan.

Menurut Eliezer, polisi masih menyelidiki penyebab bentrokan yang melibatkan warga dari dua desa tersebut.

"Data pasti mengenai korban jiwa maupun kronologi kejadian baru akan dirilis setelah proses olah TKP selesai," ujarnya.

(Editor: Olahraga)

Konten Terkait
  • Muatan Overload Bikin Rem Cepat Panas dan Berisiko Blong
  • Sego Wiwit yang Sulit Dijumpai, Kuliner Khas Yogya dan Simbol Syukur Petani
  • Penipuan Tiket Kapal Marak di Sikka, Pelni Imbau Warga Beli melalui Kanal Resmi
  • Rekap Hasil Japan Open 2026: Debut Manis Ubed, 4 Wakil Indonesia Lolos
  • Memanas, AS Bombardir Kota Pembangkit Nuklir Iran
  • Kertajati Didorong Menjadi Pengungkit Ekonomi Kawasan Rebana
  • Menkop Sebut Presiden Mau Pertumbuhan Ekonomi Muncul di Desa Lewat KDKMP
  • SD-SMP di Brebes Kekurangan Siswa, Ada yang Hanya Dapat 3 Murid Baru
Konten Rekomendasi
  • Pintu Air Pasar Ikan Siaga 2 Senin Sore, Pos Lain Masih Normal
  • Meme "Timpa Teks" Khariq Anhar Bentuk Satire dan Kritik Generasi Muda
  • Tangis Abdel Achrian Pecah di Pusara Temon...
  • Febrie Adriansyah Punya Dua Status Hukum dalam Kasus yang Sama, Ini Kata Pakar
  • Kemenhaj Siapkan Payung Hukum Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah
  • 15.080 Pelari Gaungkan Gerakan Lawan Karhutla di Riau Bhayangkara Run 2026