Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Semangat 28 Murid SD di Aceh Utara, Ikut MPLS meski Belajar di Tenda Darurat!

Semangat 28 Murid SD di Aceh Utara, Ikut MPLS meski Belajar di Tenda Darurat

Waktu: 2026-09-19 06:29:20 Sumber: Juniki Penulis: Olahraga Dibaca: 650x

Sebanyak 28 murid memulai perjuangan mengenyam pendidikan di Sekolah Dasar (SD) Negeri 11 Langkahan di Desa Paya Tukai, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, Jumat (17/7/2026).

Lima hari terakhir, mereka mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Meski serba terbatas, karena ruangan kelas rusak saat banjir 26 November 2026 lalu, hal itu tidak menyurutkan semangat mereka untuk memulai tahun ajaran baru.

Ruang kelas baru mereka masih dalam tahap rehabilitasi pascabanjir, berganti dengan tenda darurat yang digelar di halaman sekolah.

Kepala Sekolah SD Negeri 11 Langkahan, Nazariah Ahmad, mengatakan MPLS tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya.

Sembilan bulan lalu, sekolah itu rusak parah karena banjir.

"Sekarang ruang kelas sedang direhab akibat kerusakan ditimbulkan banjir beberapa waktu lalu. Jadi, kami memaksimalkan tenda darurat dulu," tuturnya.

Belajar Bergantian

Selain itu, untuk murid kelas dua hingga enam, sekolah menerapkan pembelajaran secara bergantian.

Misalnya, murid kelas satu, dua, dan tiga belajar pagi hari, sedangkan empat, lima, dan enam belajar sore hari.

"Tujuh ruang kelas kami seluruhnya rusak. Karena itu, kami terpaksa gunakan sistem bergantian penggunaan tenda," tuturnya.

Dengan 147 murid dan sembilan guru, mereka tetap menjalankan proses belajar mengajar di pedalaman Kabupaten Aceh Utara itu.

Selama masa pengenalan sekolah, murid diperkenalkan dengan seluruh guru, lingkungan sekolah, serta mendapatkan pembinaan karakter, termasuk pembiasaan budaya salam dan sikap disiplin.

"Kami berharap pemerintah memberikan perhatian lebih terhadap pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan di sekolah agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali berjalan normal seperti sebelum banjir," ucapnya.

Rehabilitasi Sekolah Bertahap

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Utara, Jamaluddin, dihubungi terpisah menyebutkan, rehabilitasi sekolah pascabanjir sebagian sedang berlangsung di Kabupaten Aceh Utara.

Dia memastikan proses pembelajaran tetap berjalan dengan baik meski dengan segala keterbatasan.

"Semua sekolah yang rusak sudah kami laporkan ke kementerian. Direhab secara bertahap dalam program revitalisasi sekolah khusus banjir," tuturnya.

"Kami terus mendorong agar Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah memberikan perhatian khusus untuk Aceh Utara sebagai daerah terparah rusak karena banjir tahun lalu," ucapnya.

(Editor: Otomotif)

Konten Terkait
  • Pemkot Depok Terbitkan SE Imbau Ayah Antar Anak di Hari Pertama Sekolah
  • Nenek di Pasuruan Tewas Mengenaskan di Rumahnya, Kalung dan Gelang Raib
  • Pelaku Bom Rakitan di Padang Belajar dari Internet, Polisi Tegaskan Bukan Jaringan Teror dan “Lone Wolf”
  • Jual Lotion dan Kosmetik Ilegal, Sejoli di Malang Diringkus Polisi
  • Polisi Periksa 5 Saksi Kasus Warga Depok Diteror Tetangga
  • Didukung Korsel, Charging Station BRT di Bandung Mulai Dibangun
  • Sampah-sampah Dilalap Api dari Depok hingga Gunung Putri
  • TNI AD: Ledakan di Gudang Madiun Terjadi Saat Pemeriksaan Amunisi
Konten Rekomendasi
  • Hadapi Kekeringan Dampak El Nino, Cak Imin Singgung Pola Irigasi dan Kesehatan
  • Cegat Pencuri Motor di Matraman, Tukang Ojek Luka Kena Tembak
  • Keir Starmer Lengser, Andy Burnham Jadi PM Baru Inggris
  • Selain Don Ritto, Uang Miliaran dan 74 Kg Emas Dilimpahkan ke Kejagung Besok
  • Argentina Libur Nasional Usai Messi Dkk Gagal Juara Piala Dunia
  • Pemkab Purwakarta Pastikan Gaji 4.200 PPPK Aman meski Fiskal Daerah Tertekan