Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Perang Berlanjut, Trump Ancam Lebih Banyak Serangan ke Iran!

Perang Berlanjut, Trump Ancam Lebih Banyak Serangan ke Iran

Waktu: 2026-09-19 06:28:01 Sumber: Juniki Penulis: Teknologi Dibaca: 846x

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan melancarkan lebih banyak serangan terhadap Iran, saat ketegangan di kawasan Timur Tengah semakin meningkat dengan Washington menggempur target-target Teheran selama sembilan hari berturut-turut.

Trump mengatakan bahwa serangan terbaru AS terhadap Iran dilancarkan sebagai penghormatan untuk personel militer AS yang gugur dalam beberapa hari terakhir.

"Kita kembali menghantam mereka dengan sangat keras malam ini, dan kita melakukannya demi menghormati, mungkin ada tiga, tiga patriot hebat," kata Trump saat berbicara kepada wartawan setibanya di Washington DC usai menyaksikan final Piala Dunia, seperti dilansir TRT World, Senin .

"Kita akan kembali menyerang Iran malam ini untuk menghormati para tentara Amerika," ucap Presiden AS tersebut.

Dalam pernyataan kepada wartawan pada Minggu malam waktu setempat, Trump mengatakan bahwa pasukan AS telah melancarkan "pukulan yang sangat telak terhadap Iran malam ini".

Saat ditanya mengenai jatuhnya korban jiwa dari pihak militer AS, Trump mengatakan dirinya "merasa sangat terpukul". Namun, dia kemudian menambahkan bahwa para tentara AS yang gugur itu berjuang agar "Iran tidak memiliki senjata nuklir".

AS Gempur Iran 9 Malam Berturut-turut

Pusat Komando AS atau CENTCOM, yang mengawasi operasi militer AS di Timur Tengah, mengumumkan pada Minggu bahwa mereka melancarkan gelombang serangan terbaru terhadap Iran mulai pukul 19.00 malam Eastern Time AS.

"CENTCOM mulai melancarkan gelombang serangan baru terhadap Iran pada pukul 19.00 malam ET hari ini, untuk malam kesembilan berturut-turut," demikian pernyataan CENTCOM via media sosial X.

"Serangan-serangan tersebut akan terus melemahkan kemampuan militer Iran yang digunakan untuk menyerang kapal-kapal komersial dan para pelaut sipil yang melintasi Selat Hormuz," kata CENTCOM dalam pernyataannya.

Selat Hormuz menjadi fokus perselisihan terbaru antara AS dan Iran, di mana kedua negara saling memperebutkan kendali atas jalur perairan strategis tersebut. Beberapa pekan terakhir, AS dan Iran kembali saling serang menyusul serangan terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz, yang diyakini didalangi oleh Iran.

Pasukan militer AS menggempur target-target Iran di darat dan lautan, sementara Teheran membalas dengan menargetkan pangkalan militer AS yang ada di negara-negara Teluk.

Pertempuran yang kembali berkobar ini telah menggagalkan kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi oleh Pakistan.

Lihat juga Video 'AS Serang Iran Usai Piala Dunia, Balas Dendam 3 Prajuritnya Tewas':

[Gambas:Video 20detik]

(Editor: Wisata)

Konten Terkait
  • Lightplus Lightperience Picnic 2026, Ruang Interaksi Nyata Bagi Gen Z
  • Mengapa Teror di Sekolah Kian Muncul? Sosiolog UNP Soroti Persoalan Lingkungan Sosial yang Tak Sehat
  • Tarif Naturalisasi hingga Lepas Status WNI Naik Mulai 1 Agustus, Ini Daftarnya
  • Perselisihan Berujung Penusukan Pria di Jakbar, Polisi Tangkap Pelaku
  • Belajar Dulu sebelum Trading, Investor Asal Medan Ini Andalkan Edukasi Pasar Modal dari BNI Sekuritas
  • Tak Hanya Stasiun Besar, Turis Asing Kini Naik Kereta dari Stasiun Kecil
  • Harta Benda Ludes dalam Kebakaran Bekasi, "Saya Hanya Sempat Selamatkan Anak-anak..."
  • AS Serang Iran Lagi Usai 2 Prajuritnya Tewas Kena Rudal
Konten Rekomendasi
  • Anton Eks Drummer Sheila On 7 Menikah di Usia 47 Tahun
  • Bukan dengan Karangan Bunga, Hari Jadi Purwakarta Dirayakan dengan Hadiah Bibit Pohon
  • Hasil SEA V Cup 2026: Indonesia Hantam Kamboja 3-0 di Laga Perdana
  • Satpol PP Jaksel Bubarkan Konten Kreator 'Jual' Miras di Taman Mataram
  • Prabowo Bicara Investasi di RI: Investor Untung tapi Rakyat Harus Sejahtera
  • 15.080 Pelari Gaungkan Gerakan Lawan Karhutla di Riau Bhayangkara Run 2026