Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs 3 Juta Liter Air Bersih Disalurkan ke Wilayah Kekeringan di Jateng!

3 Juta Liter Air Bersih Disalurkan ke Wilayah Kekeringan di Jateng

Waktu: 2026-08-04 18:46:34 Sumber: Juniki Penulis: Otomotif Dibaca: 240x

Ayo, tingkatkan partisipasi kita dalam pembangunan bangsa dan wujudkan impian Indonesia yang lebih baik!

"Para bupati dan wali kota sudah membuat mapping . Sudah dipetakan mana daerah-daerah yang kekeringan," kata Ahmad Luthfi dalam keterangan tertulis, Kamis .

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jateng, sebanyak belasan kabupaten/kota di Jateng telah menetapkan status siaga, yakni Sukoharjo, Demak, Temanggung, Brebes, Kendal, Sragen, Banjarnegara, Purbalingga, Grobogan, Semarang, Pemalang, Wonosobo, Purworejo, Wonogiri, Kota Salatiga, dan Kota Tegal.

Menurut Luthfi, data hasil pemetaan tersebut selanjutnya akan ditindaklanjuti bersama dinas terkait. Penanganan akan disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan setiap wilayah.

"Prinsipnya, bupati dan wali kota sudah punya data. Tinggal kita mengeksekusi kegiatannya," ujarnya.

Sejak 5 Juni hingga 14 Juli 2026, bantuan air bersih telah disalurkan sebanyak 3.258.000 liter melalui 660 tangki kepada 30.378 kepala keluarga atau sekitar 81.297 jiwa di 15 kabupaten, yakni Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Purworejo, Magelang, Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Sragen, Grobogan, Jepara, Demak, Semarang, dan Pemalang.

Penanganan air bersih tidak hanya dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jateng, tetapi juga berkolaborasi dengan pemerintah kabupaten setempat, BPJS Kesehatan, Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak, dan BUMD Tirta Satria, melalui program Corporate Social Responsibility . Semangat gotong royong inilah yang menjadi kekuatan Jawa Tengah dalam menghadapi bencana.

Bahkan, Pemprov Jateng telah menerbitkan Surat Edaran Gubernur tentang Antisipasi Bencana Kekeringan serta Kebakaran Hutan dan Lahan sejak 9 Juni 2026. Surat edaran ini menjadi pedoman untuk memperkuat koordinasi dan meningkatkan kesiapsiagaan seluruh pemerintah daerah dalam menghadapi potensi bencana selama musim kemarau.

Luthfi menambahkan pembahasan teknis penanganan kekeringan masih terus dilakukan bersama pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota.

Dengan pemetaan yang sudah tersedia, Luthfi meminta setiap daerah segera menyiapkan langkah operasional agar masyarakat tetap memperoleh akses air bersih selama musim kemarau.

Selain penanganan darurat melalui droping air bersih, Pemprov Jateng juga memperkuat langkah jangka menengah dan jangka panjang, seperti pemeliharaan sumur bor komunal, penguatan infrastruktur penyediaan air bersih, peningkatan manajemen logistik, konservasi sumber daya air, serta edukasi kepada masyarakat agar menggunakan air secara bijak selama musim kemarau.

Simak juga Video 'Momen Warga Medan Berebut Air Bersih saat Pasokan Tirtanadi Terhenti':

[Gambas:Video 20detik]

(Editor: Hiburan)

Konten Terkait
  • Tak Ada Sampah di Jalan! Polri dan DLH Bersih-bersih Usai Riau Bhayangkara Run
  • 5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini
  • Pertamina Tambah Jam Operasional BBM di Aceh, Distribusi Dipercepat hingga 14 Jam
  • Cegah Kebakaran, Pemkot Depok Minta Damkar Rutin Siram TPA Cipayung
  • Hasil SEA V Cup 2026: Tekuk Tuan Rumah, Indonesia ke Semifinal Tantang Vietnam
  • Viral karena Disebut Mirip "Yesus", Penjual Kambing Asal Kota Batu Sempat Ragu Bikin Konten
  • Mahasiswa King's College London Minta RUU Perampasan Aset Dibahas Secara Cermat
  • Harga Pertamax Naik, Konsumsi Pertalite Melonjak 9,4 Persen
Konten Rekomendasi
  • Meme "Timpa Teks" Khariq Anhar Bentuk Satire dan Kritik Generasi Muda
  • Pimpinan dan Anggota Komisi IX DPR Heran BGN Raih WTP Terkait Anggaran 2025
  • Kala Trump Kritik Taktik Inggris yang Kalah dari Argentina di Piala Dunia
  • 12 Contoh Jawaban Cara Menerapkan Inspirasi untuk Kemajuan Penguasaan Kompetensi PMM
  • Indonesia Berada di Jajaran Negara dengan Kebebasan Akademik Terendah
  • Perampokan Sadis di Kaltim, Suami Diikat-Istri Diperkosa Pelaku