Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs 3 Juta Liter Air Bersih Disalurkan ke Wilayah Kekeringan di Jateng!

3 Juta Liter Air Bersih Disalurkan ke Wilayah Kekeringan di Jateng

Waktu: 2026-09-19 06:28:16 Sumber: Juniki Penulis: Berita Dibaca: 240x

Ayo, tingkatkan partisipasi kita dalam pembangunan bangsa dan wujudkan impian Indonesia yang lebih baik!

"Para bupati dan wali kota sudah membuat mapping . Sudah dipetakan mana daerah-daerah yang kekeringan," kata Ahmad Luthfi dalam keterangan tertulis, Kamis .

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jateng, sebanyak belasan kabupaten/kota di Jateng telah menetapkan status siaga, yakni Sukoharjo, Demak, Temanggung, Brebes, Kendal, Sragen, Banjarnegara, Purbalingga, Grobogan, Semarang, Pemalang, Wonosobo, Purworejo, Wonogiri, Kota Salatiga, dan Kota Tegal.

Menurut Luthfi, data hasil pemetaan tersebut selanjutnya akan ditindaklanjuti bersama dinas terkait. Penanganan akan disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan setiap wilayah.

"Prinsipnya, bupati dan wali kota sudah punya data. Tinggal kita mengeksekusi kegiatannya," ujarnya.

Sejak 5 Juni hingga 14 Juli 2026, bantuan air bersih telah disalurkan sebanyak 3.258.000 liter melalui 660 tangki kepada 30.378 kepala keluarga atau sekitar 81.297 jiwa di 15 kabupaten, yakni Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Purworejo, Magelang, Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Sragen, Grobogan, Jepara, Demak, Semarang, dan Pemalang.

Penanganan air bersih tidak hanya dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jateng, tetapi juga berkolaborasi dengan pemerintah kabupaten setempat, BPJS Kesehatan, Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak, dan BUMD Tirta Satria, melalui program Corporate Social Responsibility . Semangat gotong royong inilah yang menjadi kekuatan Jawa Tengah dalam menghadapi bencana.

Bahkan, Pemprov Jateng telah menerbitkan Surat Edaran Gubernur tentang Antisipasi Bencana Kekeringan serta Kebakaran Hutan dan Lahan sejak 9 Juni 2026. Surat edaran ini menjadi pedoman untuk memperkuat koordinasi dan meningkatkan kesiapsiagaan seluruh pemerintah daerah dalam menghadapi potensi bencana selama musim kemarau.

Luthfi menambahkan pembahasan teknis penanganan kekeringan masih terus dilakukan bersama pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota.

Dengan pemetaan yang sudah tersedia, Luthfi meminta setiap daerah segera menyiapkan langkah operasional agar masyarakat tetap memperoleh akses air bersih selama musim kemarau.

Selain penanganan darurat melalui droping air bersih, Pemprov Jateng juga memperkuat langkah jangka menengah dan jangka panjang, seperti pemeliharaan sumur bor komunal, penguatan infrastruktur penyediaan air bersih, peningkatan manajemen logistik, konservasi sumber daya air, serta edukasi kepada masyarakat agar menggunakan air secara bijak selama musim kemarau.

Simak juga Video 'Momen Warga Medan Berebut Air Bersih saat Pasokan Tirtanadi Terhenti':

[Gambas:Video 20detik]

(Editor: Teknologi)

Konten Terkait
  • Israel Akan Kerahkan Buaya untuk Jaga Keamanan di Penjara
  • Kejagung Respons soal Rumah Febrie Adriansyah di Sentul yang Tak Masuk LHKPN
  • Pencuri di Ponorogo Kembalikan Motor, Tulis Surat "Saya Khilaf"
  • Mengenal Inés García, Pacar Lamine Yamal yang Setia Mendampingi hingga Spanyol Juara Dunia
  • Pemkab Buleleng Berencana Gabung 4 Sekolah demi Efektivitas Pendidikan
  • Duduk Perkara Bentrok Kelompok Bermotor dengan Warga di Makassar, Dipicu Dugaan Balap Liar
  • Ditodong Senjata Api Mainan, Resepsionis Hotel di Batang Melawan dan Buat Begal Kabur
  • IHSG Ditutup 15 Juli 2026 Naik 2 Poin ke 6.041,97, ANTM Teratas
Konten Rekomendasi
  • Air PAM di Jakbar Berpotensi Mati 5 Hari Mulai 17 Juli, 55.272 Pelanggan Terdampak
  • Ramai-ramai Anggota DPR Cecar WTP untuk BGN Era Dadan: Dibikin-bikin?
  • Waduk Delingan Karanganyar Menyusut Jadi Spot Berburu Sunset dan Berkah Petani Musiman
  • Sanksi untuk 6 Mahasiswa Unesa yang Diduga Lakukan Kekerasan Verbal terhadap 26 Orang
  • Akan Ada 214,3 Juta Pemilih pada Pemilu 2029, Milenial Mendominasi
  • 2 Gunung Api di NTT Meletus Bersamaan Disertai Lontaran Abu Vulkanik