Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Konflik Warga Dua Desa di Flores Timur Kembali Pecah, 2 Orang Tewas!

Konflik Warga Dua Desa di Flores Timur Kembali Pecah, 2 Orang Tewas

Waktu: 2026-08-04 18:03:14 Sumber: Juniki Penulis: Pendidikan Dibaca: 910x

FLORES TIMUR, KOMPAS.com – Konflik antarwarga Desa Narasaosina dan Desa Waiburak, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali pecah pada Sabtu (18/7/2026). Dua orang dilaporkan tewas dalam bentrokan tersebut.

"Korban meninggal dunia ada dua orang," kata Wakil Komandan Batalyon (Wadanyon) B Pelopor Satuan Brimob Polda NTT AKP Antonio Cortareal saat dihubungi, Sabtu.

Antonio belum merinci identitas kedua korban. Namun, berdasarkan informasi yang dihimpun, masing-masing korban berasal dari dua desa yang terlibat bentrok.

Tiga korban dibawa ke puskesmas

Sebelumnya, Kepala Puskesmas Ile Boleng, Stefanus Ola Bura, mengatakan pihaknya menerima tiga korban dari Dusun Bele, Desa Waiburak, sekitar pukul 07.00 Wita.

"Yakni NI (21), BI (19), dan SS (63). Ketiganya berasal dari Dusun Bele, Desa Waiburak," ujar Stefanus.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, SS mengalami luka akibat senjata tajam pada bagian paha belakang, sedangkan BI mengalami luka tembak di bagian dada.

Sementara itu, NI meninggal dunia sekitar pukul 07.10 Wita.

"Korban meninggal akibat luka tembak di bagian jantung," kata Stefanus.

Brimob dan polisi dikerahkan

Antonio mengatakan, satu peleton personel dari Markas Komando Brimob Maumere telah dikerahkan untuk memperkuat pengamanan di wilayah Adonara.

Sementara itu, Kepala Seksi Humas Polres Flores Timur AKP Eliezer A. Kalelado mengatakan, personel gabungan telah diterjunkan ke lokasi bentrokan.

Menurut Eliezer, polisi masih menyelidiki penyebab bentrokan yang melibatkan warga dari dua desa tersebut.

"Data pasti mengenai korban jiwa maupun kronologi kejadian baru akan dirilis setelah proses olah TKP selesai," ujarnya.

Ia memastikan aparat terus berupaya mengendalikan situasi agar bentrokan tidak meluas.

"Kami sedang berupaya keras untuk mengendalikan situasi dan mencegah eskalasi lebih lanjut," katanya.

Selain itu, polisi juga berkoordinasi dengan tokoh masyarakat setempat untuk meredakan ketegangan dan mendorong penyelesaian konflik secara damai.

Eliezer mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpancing emosi maupun provokasi yang dapat memperburuk situasi.

(Editor: Otomotif)

Konten Terkait
  • Shin Tae-yong Buka Suara Terkait Kondisi Pemain Anyar Persija Jakarta
  • Harga Beras Naik di Aceh Sepekan Terakhir, Stok Gabah Menipis
  • Kapolri Serap Aspirasi Ojol hingga Pecalang Bali, Ajak Optimalkan Layanan 110
  • Sidak RSUD Soewandhie Surabaya, Eri Cahyadi Minta Pelayanan Obat Dipercepat
  • Cairan Infus Viral untuk Jerawat, Dokter: Belum Ada Bukti Bisa Atasi Jerawat
  • Jadi Tersangka dan Ditahan 2 Hari, Admin "TheKerupuk" Akhirnya Dibebaskan
  • Sampah-sampah Dilalap Api dari Depok hingga Gunung Putri
  • Viral Pemotor Tak Pakai Helm Nyelonong Masuk Tol Jagorawi
Konten Rekomendasi
  • Buaya Muncul di Perairan Taman Nasional Komodo, Ini Kata BTNK
  • Iran Kecam Serangan AS Dekat RS Kanker Anak: Barbar!
  • Iran Ancam Serangan Skala Penuh Jika AS Tak Berhenti Menyerang
  • Jadwal Sibuk, Tom Holland Ungkap Rela Tetap Terima Peran The Odyssey karena Zendaya
  • Balap Liar Kuasai Jalan di Rawamangun Jaktim, Polisi Tingkatkan Patroli
  • Geledah 3 Rumah Tersangka, KPK Sita Dokumen Terkait Pemerasan Bupati Sukoharjo