Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Tinggi Muka Air Bendung Katulampa Bogor Sentuh 0 Cm Imbas Kemarau!

Tinggi Muka Air Bendung Katulampa Bogor Sentuh 0 Cm Imbas Kemarau

Waktu: 2026-09-19 06:36:18 Sumber: Juniki Penulis: Wisata Dibaca: 898x

Curah hujan yang berkurang drastis imbas kemarau mengakibatkan debit Sungai Ciliwung di Bendung Katulampa menyusut. Tinggi muka air di Bendung Katulampa menyentuh nol sentimeter sejak dua hari lalu.

"Untuk ketinggian TMA di Bendung Katulampa memang sejak dua hari kemarin ketinggiannya di nol sentimeter . Iya sampai sekarang masih bertahan di nol sentimeter," kata petugas Bendung Katulampa Subhan saat dihubungi detikcom, Jumat .

Menyusutnya debit air mengakibatkan batu-batu besar dasar Sungai Ciliwung di Bendung Katulampa terlihat jelas. Sungai Ciliwung yang selalu tampak menyeramkan saat musim hujan, kini hanya tampak genangan-genangan kecil di bawah fondasi Bendung Katulampa.

"Betul, sampai kelihatan batu-batunya, ya saking menyusutnya ya. Kondisi TMA kan nol sentimeter, jadi sampai dasar sungai juga kelihatan," kata Subhan.

"Tapi memang di kondisi ini memang sedimentasi di dasar sungai juga jadi kelihatan, biasanya kita gotong royong, kerja bakti sama warga, sama komunitas, itu nanti mungkin akan diadakan, untuk mengangkat sedimennya, jadi kita gali," tambahnya.

Subhan mengatakan, kawasan hulu Sungai Ciliwung di Puncak Bogor tidak diguyur hujan sejak sekitar dua pekan. Kondisi ini mengakibatkan debit air yang mengalir ke Bendung Katulampa mengalami penyusutan.

"Kondisi ini memang dampak memasuki musim kemarau, dari bulan Juni itu kan hujannya memang sudah jarang-jarang, hujan juga kadang seminggu sekali, malah seminggu ini belum hujan nih," kata Subhan.

"Kalau di hulu nggak ada hujan sampai satu minggu, pastinya air menyusut juga ya yang mengalir ke bendung," lanjutnya.

Saat ini, kata Subhan, debit air di hulu Sungai Ciliwung diprioritaskan dialirkan ke Sungai Kali Baru, yang alirannya berada di samping Bendung Katulampa. Langkah ini dilakukan agar sungai tidak kering dan ekosistem sungai di Kali Baru tetap terjaga.

"Betul, jadi kalau kondisi seperti ini aliran air dari hulu, karena kondisinya menyusut kita utamakan agar mengalir ke saluran irigasi, jadi kita tetap penggelontoran air ke Kali Baru, ke saluran irigasi," kata Subhan.

"Kita ada penggelontoran air untuk menjaga ekosistem sungai , jadi jangan sampai kering," imbuhnya.

(Editor: Berita)

Konten Terkait
  • Tarif Listrik PLN 20-26 Juli 2026 Telah Ditetapkan, Ini Rinciannya
  • 3 Aktor Intelektual Culik-Bunuh Kacab Bank Ilham Divonis 10-13 Tahun Penjara
  • Bareskrim Serahkan 3 Tersangka Pembunuh Polisi di Katingan ke Polda Kalteng
  • Selamat dari Upaya Penyelundupan, 124 Ekor Burung Dikembalikan ke Habitatnya di Bali
  • IHSG Naik 4,24 Persen, Saham ADRO, ESSA, dan ITMG Bisa Dicermati Ritel Pekan Depan
  • Byon Combat Showbiz 8 Digelar 29 Agustus, Jeka Saragih Perebutkan Sabuk Asia
  • Rusia Terus Gempur Ukraina, 13 Orang Tewas-50 Luka
  • Mendagri Heran Masih Ada Bupati Terjerat Korupsi Padahal Sudah Retret
Konten Rekomendasi
  • Polisi Tangkap Pengedar Upal di Tangerang, Duit Palsu Rp 68 Juta Disita
  • Hakim Tolak Praperadilan Roy Suryo, Status Tersangka Sah
  • Jaringan Judi Online Terungkap di Purwakarta Libatkan WNA, Omzet Capai Rp 96 Miliar
  • Kemendes dan 10 Asosiasi Desa Gelar Seminar Nasional KDKMP
  • 10 Perusahaan Properti dengan Kapitalisasi Pasar Terbesar di RI
  • Viral Pria Lempar Helm ke Tetangga Terekam CCTV di Depok, Polisi Selidiki