Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Trump: AS Harus Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Lagi, Tanpa Meksiko-Kanada!

Trump: AS Harus Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Lagi, Tanpa Meksiko-Kanada

Waktu: 2026-08-04 18:06:17 Sumber: Juniki Penulis: Teknologi Dibaca: 199x

Menjelang berakhirnya turnamen Piala Dunia yang diselenggarakan di Amerika Utara, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan keinginannya agar AS kembali menjadi tuan rumah Piala Dunia dalam waktu dekat.

Trump menyampaikan harapannya itu, seperti dilansir Reuters, Sabtu , saat berbicara dalam acara Federasi Sepak Bola Internasional yang digelar di Trump Tower, New York, pada Jumat waktu setempat, menjelang pertandingan final yang akan berlangsung pada Minggu .

"Anda harus memilih Amerika Serikat lagi," kata Trump dalam acara yang juga dihadiri Presiden FIFA Gianni Infantino tersebut.

"Kali ini, kita tidak akan melibatkan Kanada dan Meksiko," imbuhnya.

AS menjadi tuan rumah bagi 78 pertandingan, dari total 104 pertandingan Piala Dunia, pada musim panas ini, termasuk seluruh 12 pertandingan mulai babak perempat final hingga akhir turnamen.

Piala Dunia 2038 menjadi turnamen berikutnya yang belum diumumkan tuan rumahnya. Meskipun rentang waktu 12 tahun tergolong singkat secara historis bagi suatu negara untuk kembali menjadi tuan rumah Piala Dunia, situasi ini merupakan konsekuensi dari keputusan FIFA dalam menentukan tuan rumah untuk Piala Dunia tahun 2030 dan 2034 mendatang.

Mengingat Piala Dunia 2030, yang menandai peringatan 100 tahun turnamen tersebut, akan diselenggarakan bersama oleh Afrika , Eropa , dan Amerika Selatan . Kemudian Piala Dunia 2034 akan digelar di Arab Saudi .

Maka Amerika Utara dan Oseania menjadi benua tersisa yang memenuhi syarat untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia pada tahun 2038 mendatang, berdasarkan peraturan FIFA yang berlaku saat ini.

Trump, dalam acara tersebut, juga mengungkapkan bahwa Infantino telah menghubungi dirinya untuk membahas kemungkinan AS dan China menjadi tuan rumah bersama untuk Piala Dunia di masa mendatang.

Trump yang akan menghadiri pertandingan final Piala Dunia antara Spanyol dan Argentina di MetLife Stadium, atau New York New Jersey Stadium, di East Rutherford, New Jersey pada Minggu besok, turut menjadi kisah Piala Dunia tahun ini.

Dia dikabarkan menghubungi Infantino untuk membahas kemungkinan pembatalan kartu merah yang diterima striker AS Folarin Balogun saat timnya menang atas Bosnia and Herzegovina di babak 32 besar.

Ketika FIFA mengambil langkah kontroversial dengan menangguhkan kartu merah Balogun sehingga dia bisa bermain dalam pertandingan berikutnya, timnas AS kalah dengan skor 1-4 saat melawan Belgia dan gagal melaju ke perempat final. Namun pencapaian ini belum pernah diraih AS sejak tahun 2002.

"Anda kembali membuat keputusan yang hebat. Anda tidak akan pernah mendapatkan apresiasi atas hal tersebut," kata Trump kepada Infantino terkait keputusan soal Balogun tersebut.

[Gambas:Video 20detik]

(Editor: Pendidikan)

Konten Terkait
  • Rumah Hanyut, Suami Meninggal di Huntara, Nurmaini Masih Menanti Hunian Tetap
  • Perluas Pasar, Produsen Pelumas Rangkul Bengkel Lokal
  • Sukses Digelar, Grid.ID Awards 2026 Berikan Apresiasi kepada Figur Publik Inspiratif Indonesia
  • Keadilan Pelayanan Kesehatan Gigi di Tanah Papua
  • Warga Pamekasan Tolak Pembangunan Ritel Modern, Bupati Janji Putuskan Besok
  • Katak Australia Punya Trik Visual Unik untuk Kelabui Predator
  • Mandatori E20 pada 2028, Pemerintah Buka Peluang Swasta Bangun Pabrik Bioetanol
  • Momen Waterloo Mbappe dan Perancis di Piala Dunia 2026 
Konten Rekomendasi
  • Jaga Sinergitas, Anggota Polsek-polsek di Bogor Kunjungi Koramil
  • Xiaomi Redmi Kids Watch Pro Resmi, Smartwatch Anak dengan Offline Tracking
  • Menyusuri Kampung Pecantilan di Ujung Cirebon, Minim Perhatian Pemprov Jabar hingga Diusulkan Gabung Jateng
  • KDMP Bukit Gado-gado Diklaim Strategis Meski Berada di Tanjakan dan Minim Lahan Parkir
  • Bahlil Ajak Kader MKGR Beri Masukan ke Pemerintah, Singgung Masalah MBG
  • Dampak Regrouping Sekolah Tanpa Kajian Matang, Guru Honorer hingga Siswa Miskin Terancam