Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Sampah Menumpuk di Rusun Waduk Pluit, Pramono: Saya Minta Diselesaikan 8-10 Hari!

Sampah Menumpuk di Rusun Waduk Pluit, Pramono: Saya Minta Diselesaikan 8-10 Hari

Waktu: 2026-09-19 06:29:55 Sumber: Juniki Penulis: Teknologi Dibaca: 495x

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menargetkan penanganan tumpukan sampah di Tempat Penampungan Sementara (TPS) Rusun Waduk Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, selesai dalam waktu delapan hingga 10 hari.

Pramono mengatakan, penumpukan sampah terjadi akibat keterlambatan antrean pengangkutan sampah menuju tempat pengolahan dan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.

“Di Rusun Waduk Pluit karena adanya keterlambatan antrean di TPST-TPST yang ada, kemudian ke Bantargebang, terjadi penumpukan. Dan saya sudah meminta untuk diselesaikan selambat-lambatnya 8 sampai 10 hari,” ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Rabu (15/7/2026).

Pramono mengatakan, saat ini Pemprov DKI Jakarta telah mengerahkan satu alat berat, tiga unit truk, dan 10 personel untuk menangani tumpukan sampah tersebut.

Menurut dia, jumlah armada dan personel akan ditambah dalam satu hingga dua hari ke depan agar proses pembersihan dapat berjalan lebih cepat.

“Hari ini yang sudah bekerja ada satu alat berat, tiga unit truk, dan 10 personel yang bekerja di lapangan. Satu sampai dua hari ke depan akan kami tambah. Mudah-mudahan delapansampai 10 hari akan selesai,” katanya.

Selain menangani tumpukan sampah, Pramono meminta agar sistem pengelolaan sampah di Rusun Waduk Pluit diperbaiki sehingga persoalan serupa tidak kembali terjadi.

“Saya meminta secara khusus agar pengelolaan Waduk Pluit ini dikelola kembali dengan aturan dan cara yang lebih baik, supaya tidak terjadi lagi penumpukan seperti yang sekarang ini,” tutur Pramono.

Sebelumnya, Kompas.com mengamati kondisi TPS Rusun Waduk Pluit pada Senin (13/7/2026).

Saat itu, sampah di dalam bangunan TPS sudah menumpuk hingga sekitar dua meter.

Karena kapasitas TPS tidak lagi mencukupi, sampah meluber hingga menutupi sebagian jalan.

Tumpukan tersebut terdiri dari sisa makanan, kantong plastik, styrofoam, hingga puing kayu.

Bau busuk menyengat tercium dari jarak sekitar 10 meter.

Sejumlah kambing terlihat mengais tumpukan sampah yang meluber, sementara kerumunan lalat memenuhi area tersebut.

Salah seorang warga sekitar, Hartono (34), mengatakan, kondisi penumpukan sampah itu telah terjadi sekitar dua tahun terakhir.

"Kurang lebih dua tahun terakhir ini sampai separah ini. Jadi permasalahannya sebenarnya di mana? Kalau permasalahannya dari awal pembangunan ini memang tata kelola yang keliru, seharusnya ini terjadi dari dulu. Tapi ini kan baru dua tahun terakhir ini," ujar dia saat ditemui Kompas.com di lokasi, Senin.

(Editor: Bisnis)

Konten Terkait
  • Fakta di Balik Erling Haaland Bawa Rakun Awetan, Awalnya Niat Beli Topi Koboi
  • AS Resmi Patok Tarif Impor 25 Persen untuk Brasil Mulai 22 Juli
  • KM Nurul Salsa yang Tenggelam di Selayar Over Kapasitas, Nahkoda  Diamankan Polisi
  • Korban Banjir Bandang di Padang Khawatir Relokasi Huntap Bikin Anak Makin Jauh dari Sekolah
  • PM Israel Dukung Argentina di Final Piala Dunia, Sebut Presiden Milei Sahabat
  • Mentan Lapor ke Prabowo Petani Sudah Tak Menjerit Lagi Usai Impor Tetes Tebu Dihentikan
  • Tol Gilimanuk-Mengwi Ditargetkan Masuk Tahap Tender Akhir 2026, Koster: Ditunggu Masyarakat
  • 3.076 Satwa Liar Diamankan, Bakauheni Masih Jadi Jalur Rawan Penyelundupan
Konten Rekomendasi
  • Guru SD di Lubuklinggau Akui Pukul Siswa yang Tak Hafal Perkalian Pakai Mistar
  • Bos Laundry di Jaksel Bantah Tahan Ijazah Karyawan, Akui Masih Ada Dokumen Tersimpan
  • Sidang Perdana Bupati Pekalongan Nonaktif Fadia Arafiq Digelar 23 Juli
  • SRT Sulsel Dibangun Jadi Kawasan Pendidikan Terpadu, Dilengkapi Smart Classroom
  • Pukul Siswanya dengan Mistar karena Tak Hafal Perkalian, Guru di Lubuklinggau Dilaporkan ke Polisi
  • Kebiasaan Duduk Lama Saat Scrolling Bisa Ganggu Fungsi Otak, Olahraga Jadi Penyeimbang