Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Memasuki Kemarau, KAI Daop 7 Madiun Imbau Petani Tak Bakar Jerami Dekat Jalur Kereta Api!

Memasuki Kemarau, KAI Daop 7 Madiun Imbau Petani Tak Bakar Jerami Dekat Jalur Kereta Api

Waktu: 2026-08-04 18:45:55 Sumber: Juniki Penulis: Bisnis Dibaca: 338x

Dia mengungkapkan, dalam satu bulan terakhir, setidaknya telah terjadi dua kali pemberhentian darurat perjalanan kereta api di wilayah Daop 7 Madiun karena ada pembakaran jerami di area persawahan di dekat jalur kereta api.

“Yang terakhir di dekat (Stasiun) Walikukun, Ngawi, beberapa hari lalu. Karena ada pembakaran jerami di sawah yang merembet mendekati jalur kereta api,” kata Tohari merujuk pada pemberhentian luar biasa Km 216+500 petak jalan antara Stasiun Walikukun-Stasiun Kedungbanteng pada Senin, 13 Juli 2026.

Menurut Tohari, melintasi titik api merupakan hal yang berbahaya bagi perjalanan kereta api karena dapat menyulut kebakaran terutama di area lokomotif, di mana terdapat bahan bakar minyak.

“Sekalipun kereta melewati api dalam kecepatan tinggi, tetap saja sangat berisiko. Kita tidak bisa mengambil risiko yang membahayakan banyak orang terutama penumpang,” tegasnya.

Dia mengatakan, risiko semakin tinggi jika yang melintas adalah kereta api barang yang membawa muatan logistik atau bahan yang mudah terbakar termasuk tanki bahan bakar minyak (BBM).

Tohari menambahkan bahwa kejadian pemberhentian luar biasa tidak hanya terjadi di wilayah Daop 7 Madiun, tetapi juga di wilayah operasi PT KAI lainnya.

“Kejadian pembakaran jerami di area persawahan yang dekat dengan jalur kereta api selama musim kemarau ini sudah berulang kali terjadi. Tidak hanya di Daop 7,” ujarnya.

Ketika terjadi pemberhentian luar biasa, menurut dia, maka akan berdampak pada perjalanan kereta api lainnya.

Di sisi lain, Tohari menyebut, jalur kereta api di sejumlah wilayah operasi termasuk Daop 7 Madiun, paling banyak melintasi area persawahan.

Situasi ini membutuhkan kewaspadaan khusus karena tidak hanya terdapat jerami dan rumput kering tetapi juga adanya faktor angin kencang yang dapat memicu titik api pembakaran jerami di persawahan merembet cepat ke jalur kereta api.

Untuk itu, Tohari mengharapkan petani memastikan aktivitas pembakaran jerami di area persawahan di musim kemarau ini tidak merembet ke jalur kereta api.

“Kombinasi antara material kering dan angin kencang membuat api sekecil apa pun akan sangat cepat menjalar menuju ruang manfaat jalur kereta api,” katanya.

“Sebaiknya jika membakar jerami ditunggu sampai titik api benar-benar mati,” ujar Tohari lagi.

Lebih lanjut, dia mengatakan, PT KAI Daop 7 Madiun terus melakukan patroli rutin di sepanjang jalur rawan, menggencarkan sosialisasi langsung kepada para kelompok tani di sekitar rel, serta menyiagakan alat pemadam api ringan (APAR) di pos-pos penjagaan.

“KAI tidak akan segan mengambil langkah hukum tegas bagi siapa saja yang dengan sengaja melakukan aktivitas yang membahayakan keselamatan perjalanan kereta api,” pungkasnya.

(Editor: Wisata)

Konten Terkait
  • China Tinggalkan Properti, AI dan Robot Jadi Mesin Pertumbuhan Baru
  • Belum Ada Gedung Permanen, 30 Siswa Sekolah Rakyat di Pamekasan Dititipkan ke Sampang
  • Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional dalam Waktu Dekat
  • Waketum Golkar Wihaji Terpilih Aklamasi Jadi Ketum MKGR
  • Pengalaman Beli Laci Pakaian Online, Outfit Jadi Lebih Tertata Rapi Tanpa Ribet
  • Ditolak Atletico Madrid, Barcelona Akan Kembali Tawar Julian Alvarez
  • Lari Bareng Pramono, Menkop Ajak Gen Z Kenal Koperasi Lewat GenCoopRun
  • Cerita Zhafif, Siswa SMAS Kharisma Bangsa yang Ikut Olimpiade Internasional
Konten Rekomendasi
  • Layanan Penyeberangan Perintis NTT Kembali Dibuka, Akses 3T Pulih
  • ASDP Siapkan Sterilisasi Pelabuhan, Layanan Penyeberangan Masuk Era Digital
  • Teror Tetangga Makin Menjadi, Rumah Keluarga di Depok Dilempari Telur-Kaca, Akhirnya Dijual
  • Rekam Jejak Pertemuan Spanyol Vs Argentina Jelang Final, termasuk Pembantaian 6-1
  • Warga Usul Jalur Pendakian Merapi Dibuka, Setiap 3 Pendaki Wajib Didampingi 1 Guide
  • Kebocoran Pipa Gas di Surabaya Tertangani, Pasokan Tetap Normal