Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Beredar Surat Edaran Libur Final Piala Dunia 2026, Gubernur NTT: Itu Hoaks, ASN Tetap Masuk Normal!

Beredar Surat Edaran Libur Final Piala Dunia 2026, Gubernur NTT: Itu Hoaks, ASN Tetap Masuk Normal

Waktu: 2026-09-19 06:28:48 Sumber: Juniki Penulis: Wisata Dibaca: 395x

Menurut dia, pihak Pemprov NTT sama sekali tidak pernah menerbitkan ataupun merumuskan kebijakan yang menetapkan hari libur maupun perubahan jam kerja aparatur negara terkait laga final tersebut.

“Kami memastikan surat edaran yang beredar itu hoaks. Karena hari Senin besok kita tetap melaksanakan apel pagi bersama pukul 07.30 WITA dan setelah itu kegiatan pemerintahan tetap berjalan normal. Kami minta masyarakat tidak mudah percaya dan tidak menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi dengan jelas,” kata Melki saat dikonfirmasi pada Minggu (19/7/2026).

Kebijakan Resmi Selalu Melalui Kanal Pemerintah

Melki menjelaskan, setiap regulasi maupun kebijakan prinsipil mengenai penetapan hari libur daerah atau perubahan jam dinas di lingkungan pemerintah daerah selalu diumumkan secara transparan melalui kanal resmi.

Selain itu, sebuah dokumen produk hukum yang sah secara mutlak harus dilengkapi dengan nomor surat kedinasan, cap stempel basah, tanda tangan pejabat berwenang, serta dapat diverifikasi langsung keasliannya kepada instansi teknis terkait.

Layanan Publik dan Sekolah Tidak Diliburkan

Atas dasar pertimbangan pelayanan publik tersebut, Melki mengimbau dengan sangat kepada seluruh aparatur sipil negara (ASN), tenaga honorer, para pelajar, hingga masyarakat luas di NTT untuk tetap menjalankan rutinitas aktivitas kedinasan dan belajar seperti biasa sesuai jadwal baku yang berlaku.

“Tidak ada perubahan jam kerja maupun libur bersama yang ditetapkan Pemerintah Provinsi NTT terkait pelaksanaan final Piala Dunia 2026,” ujarnya memberikan kepastian hukum.

Walau bersikap tegas terkait disiplin kerja pegawai, Melki menyatakan bahwa pihak Pemprov NTT pada dasarnya sangat mendukung penuh tingginya antusiasme serta euforia masyarakat dalam menyambut babak puncak ajang Piala Dunia 2026.

Bentuk dukungan konkret tersebut diwujudkan nyata melalui jalinan kerja sama strategis dengan TVRI, sehingga seluruh lapisan masyarakat dapat menyaksikan seluruh rangkaian pertandingan bergengsi itu secara gratis melalui siaran televisi digital di rumah masing-masing.

Menurut dia, sejak awal bergulirnya turnamen sepak bola terakbar di dunia tersebut, pihak pemprov bahkan aktif mengajak masyarakat untuk menikmati kemeriahan turnamen melalui fasilitasi kegiatan nonton bareng (nobar), termasuk dengan cara mengoptimalkan siaran gratis TVRI.

Namun, ia kembali menggarisbawahi bahwa dukungan tersebut sama sekali tidak pernah diwujudkan dalam bentuk pemberian dispensasi kelonggaran hari libur daerah ataupun penghentian total aktivitas perkantoran, sekolah, maupun pos pelayanan publik.

“Pemerintah Provinsi NTT dari awal dimulainya Piala Dunia 2026 memang mengajak masyarakat menikmati euforia Piala Dunia melalui nonton bareng, khususnya dengan adanya program siaran gratis dari TVRI. Namun pelaksanaan nobar harus tetap tertib dan mematuhi aturan. Sekali lagi, informasi mengenai adanya libur bersama untuk menonton final Piala Dunia pada hari Senin adalah tidak benar dan bukan merupakan kebijakan resmi pemerintah,” tegas Melki.

Di akhir keterangannya, Melki mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bisa tampil lebih bijak dan menyaring informasi terlebih dahulu sebelum membagikannya kepada orang lain.

Ia meminta masyarakat selalu melakukan langkah verifikasi berulang terhadap kebenaran sebuah berita guna mencegah meluasnya penyebaran konten hoaks di ruang digital yang dapat mengganggu kondusivitas daerah.

(Editor: Olahraga)

Konten Terkait
  • TNI AD: Ledakan di Gudang Madiun Terjadi Saat Pemeriksaan Amunisi
  • Satgas PRR Kawal Pemulihan Infrastruktur di Nagan Raya dan Bireuen
  • Taktik Kasar Argentina Rusak Laga Final Piala Dunia, Spanyol Dinilai Layak Menang
  • Roy Suryo Minta Hakim Batalkan Status Tersangka, Klaim Tak Pernah Manipulasi Ijazah Jokowi
  • 80 Hektar Lahan Terbakar di Bengkalis Riau, Ratusan Petugas dan 3 Helikopter Dikerahkan
  • Massa Aksi Hendak Demo di Patung Kuda, tapi Akses Ditutup
  • Polres Kebumen Minta Warga yang Kehilangan Anggota Keluarga Segera Lapor, Ini Ciri-ciri Perempuan yang Ditemukan di Sungai Lukulo
  • ITS Kembangkan Material Komposit Hibrida dari Limbah Sawit, Ringan tetapi Berkekuatan Tinggi
Konten Rekomendasi
  • KPK Nyatakan Laporan Amplop Menhut Raja Juli Selesai: Case Closed
  • Pemotor Ditabrak Mobil BYD di Jaksel, Pelaku Kabur, Korban Cedera di Kepala
  • Daun Kelor Dilarang Dikonsumsi di Australia tapi Populer di Indonesia, Mengapa Bisa Demikian?
  • Tinjau Kerusakan Jalan Penghubung di Nias, Bobby Sebut Perbaikan Dimulai Agustus 2026
  • Buntut Panjang Ulah Pemuda Madiun Kabur Saat Tur di Korea
  • Nama Bayi Muhammad MBG Subianto Jadi Evaluasi Disdukcapil Wonosobo, Akta Masih Bisa Diurus 60 Hari