Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Brankas Isi Emas dan Gepokan Duit, Bupati Sukoharjo Lapor Harta Rp 9,1 M!

Brankas Isi Emas dan Gepokan Duit, Bupati Sukoharjo Lapor Harta Rp 9,1 M

Waktu: 2026-09-19 06:29:24 Sumber: Juniki Penulis: Hiburan Dibaca: 498x

KPK menyita emas dan gepokan duit dari brankas Bupati Sukoharjo Etik Suryani, yang merupakan tersangka kasus dugaan pemerasan bawahannya. Etik melaporkan dirinya punya harta Rp 9,1 miliar.

Dilihat dari situs LHKPN KPK, Jumat , Etik telah melapor LHKPN pada 27 Maret 2026. Laporan itu berisi harta Etik selama 2025.

Etik melaporkan dirinya punya enam bidang tanah dan bangunan di Wonogiri dan Sukoharjo. Total nilainya Rp 4,8 miliar.

Berikutnya, Etik tercatat punya tiga unit mobil senilai Rp 475 juta. Etik juga tercatat punya harta bergerak lainnya, seperti emas hingga barang elektronik senilai Rp 2,7 miliar serta kas dan setara kas Rp 973 juta.

Etik tidak punya utang. Total hartanya Rp 9.119.012.976 .

KPK Sita Emas Batangan dan Gepokan Duit

Sebagai informasi, Etik merupakan Bupati Sukoharjo periode 2021-2025 dan 2025-2030. Dia menjadi Bupati menggantikan suaminya, Wardoyo Wijaya, yang lebih dulu menjabat Bupati Sukoharjo selama dua periode, yakni 2010-2015 dan 2016-2021.

Etik kemudian ditangkap KPK dalam OTT karena diduga melakukan pemerasan. KPK menyita barang bukti Rp 21,2 miliar dalam kasus ini.

Barang bukti itu berupa uang dalam berbagai pecahan mata uang asing hingga emas 2,5 kg. KPK menemukan uang itu dari dua brankas milik Etik.

Brankas pertama tampak berukuran cukup besar dengan tinggi hingga sedada orang dewasa. Brankas besar itu berisi empat laci yang dipenuhi gepokan uang. Uang itu terlihat diikat dengan karet. Brankas itu berada di Wonogiri.

"Jadi ada empat laci susun yang digunakan untuk menyimpan uang dari setoran rutin OPD maupun upah pungut. Brankas tersebut ada uang rupiah, dolar Australia, dolar Amerika, yen Jepang, ringgit Malaysia," kata jubir KPK, Budi Prasetyo.

Brankas kedua berada di Laweyan dan berukuran lebih kecil. Brankas itu berisi uang tunai dan emas seberat 2,5 kg.

"Brankas yang disimpan di daerah Laweyan ada sejumlah uang tunai juga logam mulai emas sejumlah 25 keping, masing-masing 100 gram, sehingga total seberat 2,5 kg dengan nilai Rp 7,3 miliar," ujar Budi.

Etik sendiri diduga melanjutkan 'tradisi' pemerasan yang dilakukan suaminya selama menjabat Bupati Sukoharjo. Etik diduga menerima Rp 4,9 miliar dari pemerasan upah pungut dan setoran rutin OPD sejak 2021.

Tonton juga video "Rincian Barbuk Uang-Emas 2,5 Kg Rp 21,2 M dari OTT Bupati Sukoharjo"

[Gambas:Video 20detik]

(Editor: Hiburan)

Konten Terkait
  • Mau Nonton Piala Dunia di Rumah, Pasien Puskesmas di Sulbar Kabur Bawa Infus
  • Kemeriahan Pelajar dan Emak-emak Sambut Kedatangan Prabowo di Malang
  • Lansia Asal Sragen Terkena Peluru Nyasar Tetangganya, Meninggal Dunia Setelah Dirawat
  • Pakai Dana APBN, Revitalisasi Kawasan Keraton Solo Sasar 13 Titik
  • Guru Gen Z di Malang Manfaatkan Instagram untuk Promosi Sekolah
  • Lansia Asal Sragen Terkena Peluru Nyasar Tetangganya, Meninggal Dunia Setelah Dirawat
  • Kesaksian Penyintas KM Nurul Salsa Jadi Petunjuk Baru, Basarnas Fokus Cari Korban di Laut Flores
  • Terbantu Harga Solar Rp 15.000, Nelayan: 70 Persen Pengeluaran Habis untuk BBM
Konten Rekomendasi
  • Respons Laporan Warga, Polres Kuansing Musnahkan 48 Rakit Emas Ilegal
  • Primata Kunci Cegah Kepunahan Massal akibat Perubahan Iklim
  • Konflik Warga Dua Desa di Flores Timur Kembali Pecah, 2 Orang Tewas
  • "Kami Akan Bertindak atas Nama Negara", Ultimatum Said Iqbal ke Kantor Laundry yang Tahan Ijazah
  • Eks Pimpinan KPK: Penegakan Hukum Kejahatan SDA Dinilai Hanya Menyentuh "Pion"
  • Jangan Pernah Transfer Uang ke Rekening Pribadi Sales Saat Beli Mobil