Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Iran Tuduh AS Lakukan Kejahatan Perang Usai Infrastruktur Vital Diserang!

Iran Tuduh AS Lakukan Kejahatan Perang Usai Infrastruktur Vital Diserang

Waktu: 2026-08-04 18:04:09 Sumber: Juniki Penulis: Berita Dibaca: 394x

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyebut Amerika Serikat telah melakukan kejahatan perang. Araghchi menyatakan bahwa serangan AS terhadap "infrastruktur vital" serta ancaman untuk menyerang jembatan dan pembangkit listrik menunjukkan "niat kriminal pemerintah AS untuk melakukan kejahatan keji."

Dilansir Al Jazeera, Kamis , dalam sebuah pernyataan di Telegram, Araghchi menegaskan serangan AS "tidak diragukan lagi merupakan pelanggaran mencolok terhadap Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan prinsip-prinsip dasar hukum internasional."

Ia mengatakan serangan tersebut merupakan "kejahatan internasional serius" berdasarkan prinsip-prinsip dasar hukum pidana internasional, termasuk empat Konvensi Jenewa tahun 1949.

Dia juga menambahkan bahwa "semua pemerintah berkewajiban untuk menuntut dan menghukum mereka yang melakukan kejahatan tersebut."

Araghchi turut menuduh para pejabat AS melakukan "retorika yang tidak masuk akal dan ancaman yang jahat." Ia menyebut permusuhan tersebut ditujukan kepada rakyat Iran "karena bersikeras pada kemerdekaan, hak-hak sah, dan martabat manusia mereka."

Ia memperingatkan bahwa pihak-pihak yang bertanggung jawab "tidak dapat menghindari pertanggungjawaban hukum hanya dengan dalih bahwa mereka bertindak atas perintah atasan."

Sebelumnya, militer Amerika Serikat kembali meluncurkan gelombang serangan terhadap Iran. Serangan terbaru itu menargetkan sejumlah fasilitas militer Iran.

Dilansir CNN dan Al Jazeera, Kamis , Komando Pusat AS menyatakan bahwa serangan itu menyasar fasilitas militer Iran yang kerap digunakan untuk mengancam kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz.

Kantor berita Iran, Mehr, melaporkan suara ledakan terdengar di kota Ahvaz, dekat perbatasan dengan Irak. Ahvaz telah berulang kali menjadi sasaran pasukan AS sejak pertempuran kembali pecah pada bulan ini.

Selain itu, ledakan juga terdengar di Chabahar setelah rudal-rudal AS menghantam sebuah menara pengawas angkatan laut di kota tersebut. Menara pengawas itu merupakan fasilitas sipil yang digunakan untuk keamanan maritim serta operasi pencarian dan penyelamatan bagi para nelayan.

Sejumlah ledakan juga dilaporkan terjadi di Bandar Abbas. Kantor berita Mehr menambahkan bahwa proyektil-proyektil AS menghantam sebuah lokasi di dekat kota pelabuhan tersebut.

(Editor: Berita)

Konten Terkait
  • Terlalu Banyak Barang di Rumah Bisa Memicu Stres, Ini Cara Mengatasinya
  • Rapat BPH Migas-Pertamina Patra Niaga, Ketua Komisi XII Sebut Stok BBM Cukup
  • Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 16 Juli 2026, Berangkat dari Palur Pagi hingga Malam
  • Bareskrim Cabut Police Line dan CCTV Terkait Narkoba di New Star Bali
  • Nur Widayanto Ungkap Sebab Kekalahan Timnas voli putra Indonesia dari Kamboja
  • Pilu Ibu dan Anak Tewas Tertabrak KA Pandalungan di Tambun Selatan
  • 2 Pembobol Toko Sepatu di Bekasi Dicokok, Pelaku Juga Garong 2 Minimarket
  • Kepergok Main Game Saat Rapat, Camat Madiun Ngaku Buat Hilangkan Penat
Konten Rekomendasi
  • Mitos Piala Dunia Dongkrak Ekonomi, Benar atau Tidak?
  • Sego Wiwit yang Sulit Dijumpai, Kuliner Khas Yogya dan Simbol Syukur Petani
  • 5.000 Batang Ganja di Temukan di Yahukimo Papua, Pelaku Diburu
  • Mulai Hari Ini, Semua Jalur Stasiun Bogor Bisa Layani KRL 12 Gerbong
  • Dilema Kemanusiaan di Tulungagung, Kisah Ibu 2 Balita Jadi Tersangka Pencurian Emas, Tak Ditahan demi ASI
  • Pencurian Modul BTS Bikin Sinyal Hilang dan Puluhan Miliar Melayang