Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs BPDP Pastikan Dana Program B50 Aman, Kebutuhan Tahun Ini Diperkirakan Rp 32,3 Triliun!

BPDP Pastikan Dana Program B50 Aman, Kebutuhan Tahun Ini Diperkirakan Rp 32,3 Triliun

Waktu: 2026-09-19 06:27:16 Sumber: Juniki Penulis: Berita Dibaca: 920x

Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), penyediaan sarana dan prasarana (sarpras), pengembangan sumber daya manusia (SDM), serta riset kelapa sawit tetap menjadi prioritas. Seluruh program tersebut dipastikan tetap memperoleh dukungan pendanaan.

Selain membiayai implementasi B50, BPDP juga menyiapkan dana untuk program penyediaan solar nonsubsidi dengan harga khusus bagi nelayan.

Program itu ditujukan untuk kuota 400.000 kiloliter. Kebutuhan anggarannya diperkirakan kurang dari Rp 1,5 triliun.

"(Kesiapan dana) BPDP siap support aja," ujar Alfansyah.

Alfansyah juga menilai belum ada kebutuhan untuk menaikkan tarif pungutan ekspor produk kelapa sawit pada tahun ini. Likuiditas BPDP dinilai masih mencukupi untuk membiayai seluruh program yang telah direncanakan.

Evaluasi terkait kebijakan pungutan ekspor baru akan dilakukan untuk kebutuhan pendanaan tahun depan.

"Insya Allah cukup, tahun ini cukup," katanya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan implementasi B50 akan memberi manfaat besar bagi perekonomian nasional.

Menurut Airlangga, penggunaan biodiesel B50 membuat Indonesia tidak lagi bergantung pada impor solar. Kebijakan tersebut diperkirakan menghemat devisa hingga Rp 177 triliun.

"Kemarin Bapak Presiden meluncurkan yang namanya B50 dan B50 itu menunjukkan Indonesia bisa punya kekuatan sendiri karena dengan B50 solar itu kita tidak impor lagi dan kita menghemat devisa Rp177 triliun dan berkontribusi terhadap net zero emission 44 juta ton CO2 setara," kata Airlangga kepada wartawan di Jakarta, Jumat (10/7/2026).

Airlangga mengatakan, program B50 menjadi bagian dari strategi pemerintah memperkuat ketahanan energi nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global akibat konflik geopolitik dan disrupsi teknologi.

Program tersebut juga diperkirakan mendukung target net zero emission melalui penurunan emisi sekitar 44 juta ton setara karbon dioksida (CO2).

(Editor: Wisata)

Konten Terkait
  • Otak Pembunuhan Kacab Bank BUMN Divonis, Istri Korban Menangis Saat Hakim Bacakan Putusan
  • Nasib Pilu Roma, Orangtuanya Tewas Dalam Kecelakaan Sibolangit Saat Mau Antar Adik Kuliah
  • Candra Naya di Glodok, Rumah Keluarga Tionghoa Kaya Zaman Batavia
  • Jepang Akan Operasikan Kereta Hidrogen Hybrid Pertama pada 2027
  • Saut Sebut Ada Pesan Tersirat Prabowo Agar KPK Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah
  • Febrie Adriansyah Tersangka 3 Kasus Korupsi, Perkara Dilimpah ke Kejagung
  • Polri Serahkan Barang Bukti Kasus Febrie Adriansyah ke Kejagung
  • Pembongkaran JPO Selesai, Kini Jalan Tendean Jaksel Dibuka 2 Arah
Konten Rekomendasi
  • Derita Nelayan RI di Kapal Ikan Asing: Tak Ada Istirahat, Sakit Tetap Kerja
  • Beasiswa JAPFA 2026 bagi Siswa SMA/SMK dan Mahasiswa D3-S1, Ada Bantuan Pendidikan dan Peluang Karier
  • Foto Tumpukan Uang Diduga Milik Kepala SPPG di Pesisir Barat, KPPG Lampung Buka Suara
  • Febrie Adriansyah Jadi Tersangka, Kejagung Pelajari Alat Bukti dari Polri
  • KPK Akan Panggil Suami Bupati Sukoharjo Buntut Dugaan 'Tradisi' Peras Pegawai
  • Tim SAR Cari Pria Tenggelam Saat Berenang Pakai "Styrofoam" di Waduk Jatiluhur