Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Cara Tentukan BBM yang Tepat untuk Motor, Jangan Asal Pilih RON Tinggi!

Cara Tentukan BBM yang Tepat untuk Motor, Jangan Asal Pilih RON Tinggi

Waktu: 2026-08-04 17:22:42 Sumber: Juniki Penulis: Otomotif Dibaca: 521x

Menentukan jenis bahan bakar minyak (BBM) yang tepat untuk sepeda motor tidak bisa hanya berdasarkan anggapan bahwa semakin tinggi angka oktannya semakin baik.

Pemilik kendaraan perlu menyesuaikan BBM dengan spesifikasi rasio kompresi mesin agar performa dan keawetan mesin tetap terjaga.

Victor Assani, 2W Service Head PT Suzuki Indomobil Sales, mengatakan cara paling umum untuk mengetahui BBM yang sesuai dengan sepeda motor adalah melihat spesifikasi rasio kompresi mesin.

"Ada beberapa tingkatan acuan kompresi yang direkomendasikan. Misal untuk RON 90 itu untuk kompresi 9:1 sampai 10:1, RON 92 di atas 10:1, sampai dengan misal RON 98 diperuntukan kompresi 13:1 ke atas," kata Victor kepada Kompas.com belum lama ini.

Ilustrasi nozzle BBM Pertamax Green 95 di SPBU Pertamina. Benarkah kecepatan nozzle memengaruhi takaran BBM?Dok. Pertamina Ilustrasi nozzle BBM Pertamax Green 95 di SPBU Pertamina. Benarkah kecepatan nozzle memengaruhi takaran BBM?

Rasio Kompresi

Rasio kompresi merupakan perbandingan antara volume terbesar dan volume terkecil di dalam ruang bakar.

Semakin tinggi rasio kompresi mesin, semakin tinggi pula angka oktan (RON) BBM yang dibutuhkan agar proses pembakaran berlangsung optimal.

"Sebenarnya bisa saja menggunakan RON di atas itu. Tapi pasti tidak akan maksimal performanya," kata Victor.

Menurut dia, penggunaan BBM yang tidak sesuai dengan rasio kompresi dapat membuat proses pembakaran di ruang bakar menjadi tidak optimal.

Dampaknya, tenaga mesin menurun dan dalam jangka panjang berpotensi memicu knocking yang kemudian mempercepat keausan komponen mesin.

"Biasanya BBM akan menjadi boros. Lalu ada arah keausan atau kerusakan bagian ring piston, piston, dan silinder," kata Victor.

Ia menambahkan, gejala knocking juga dapat menyebabkan penumpukan karbon dan kerak di ruang bakar.

Karena itu, penggunaan BBM dengan RON lebih tinggi tidak selalu memberikan hasil yang lebih baik jika tidak sesuai dengan kebutuhan spesifikasi mesin.

(Editor: Bisnis)

Konten Terkait
  • Kebakaran Hebat Hanguskan Rumah dan Lapak Kayu di Bekasi, Pemadaman Terkendala Macet
  • RI Perkuat Infrastruktur Digital dengan Kabel Bawah Laut Nongsa-Changi
  • Bus Sinar Jaya Terguling Usai Hantam Truk di Brebes, 4 Orang Terluka
  • Angka Kelahiran Anjlok Sampai Bikin Biksu di Korsel Bantu Para Lajang Cari Jodoh
  • Pemprov Banten Tawarkan Peluang Investasi ke Vietnam, Perumahan hingga Susu
  • DPRD Jember Dukung Program Home Care, Dorong Pengaturan Shift Nakes agar Layanan Optimal
  • Cara Nonton Inggris Vs Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026 via TVRI dan Live Streaming
  • Capai Final Piala Dunia 2026, Messi Tepis Isu Argentina Dibantu FIFA
Konten Rekomendasi
  • Cara Menikmati Keindahan Waduk Sermo di Kulon Progo, Bisa Jogging dan Lari
  • Jaringan Judi Online Terungkap di Purwakarta Libatkan WNA, Omzet Capai Rp 96 Miliar
  • Perang Berlanjut, Trump Ancam Lebih Banyak Serangan ke Iran
  • CONMEBOL Dorong Piala Dunia 2030 Diikuti 64 Tim, Apa Gagasannya?
  • Dishub DKI Jakarta Awasi Ketat Truk ODOL Saat Uji KIR
  • Presiden Prabowo Sebut Perlindungan Sosial Indonesia Kian Kuat