Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Prabowo Ungkap Indonesia Setop Impor Solar Mulai Juli 2026!

Prabowo Ungkap Indonesia Setop Impor Solar Mulai Juli 2026

Waktu: 2026-08-04 18:05:45 Sumber: Juniki Penulis: Wisata Dibaca: 278x

Menurut Prabowo  Indonesia menjadi negara pertama yang berhasil membuat B50.

“Sebelumnya kita berhasil menjadi negara pertama di dunia yang menghasilkan B50. Kita sekarang menghasilkan solar dari kelapa sawit,” ungkap Prabowo.

Selain itu, Prabowo juga menghentikan impor solar karena ingin para petani sawit mendapatkan uang lebih.

“Lebih baik uang itu beredar di Indonesia, dinikmati oleh petani-petani sawit di seluruh Indonesia,” kata dia.

Prabowo luncurkan B50

Sebelumnya diberitakan, Presiden Prabowo telah resmi meluncurkan BBM baru biodiesel B50 di Rest Area KM 57, Cikampek, Karawang, Jawa Barat, Kamis (9/7/2026). 

Diketahui, penerapan B50 diatur dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 4 Tahun 2025 tentang Pengusahaan dan Pemanfaatan Bahan Bakar Nabati.

Selain itu, diatur pula dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 257.K/EK.01/MEM.E/2026 Tahun 2026 tentang kewajiban pencampuran biodiesel sebesar 50 persen dalam minyak solar.

Melalui mandatori B50 ini, maka diwajibkan pencampuran biodiesel sebesar 50 persen untuk semua jenis BBM berupa minyak solar.

Dalam pelaksanaannya, badan usaha bahan bakar nabati, badan usaha bahan bakar minyak, dan badan usaha penyalur wajib menerapkan standar dan mutu sesuai spesifikasi yang telah ditetapkan.

Jika badan usaha BBM tidak melaksanakan kewajiban pencampuran, atau badan usaha BBN tidak menyalurkan B50, maka dapat dikenai sanksi administratif berupa teguran tertulis, penghentian sementara kegiatan, dan/atau pencabutan perizinan berusaha sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Untuk mendukung transisi implementasi, badan usaha BBM pun diberikan masa transisi hingga 30 September 2026 untuk menghabiskan stok biodiesel B40.

Menteri ESDM juga akan melakukan evaluasi pelaksanaan B50 secara berkala setiap tiga bulan.

Kesiapan dari aspek teknis sudah dilakukan pemerintah melalui pengujian pada enam sektor pengguna mesin diesel, yaitu otomotif, alat dan mesin pertanian, alat berat pertambangan, angkutan laut, pembangkit listrik, dan kereta api.

Pengujian ini bertujuan memastikan kinerja, keamanan, dan kompatibilitas B50.

(Editor: Pendidikan)

Konten Terkait
  • I.League Rombak Kalender Kompetisi, League Cup Hadir Mulai November
  • IPW Apresiasi Sikap Prabowo soal Penanganan Kasus Febrie Adriansyah
  • Kapolda Riau Turun Langsung Pantau Pengambilan Bib dan Racepack RBR 2026
  • Pelajar Indonesia Gelar Konferensi Internasional di Australia, Ini Tujuannya
  • Cerita Ibunda yang Kena Dampak Pemuda Madiun Kabur Saat Tur di Korsel
  • Promo FamilyMart 17-19 Juli 2026, Pepaya California Cuma Rp 1.990 Per 100 Gram
  • Great Stink: Saat Bau Tengik Menyelimuti London
  • Lepas 135 Karyawan Umrah, ParagonCorp Diapresiasi Menhaj
Konten Rekomendasi
  • Tegang! Lebih dari 400 Drone Ukraina Diluncurkan ke Moskow
  • Pipa Air PAM JAYA Bocor di Kelapa Gading Jakut Bikin Jalan Raya Bekasi Tergenang
  • Pesona Tanaman Mirip Bunga Bangkai di Bekasi yang Bikin Penasaran Warga
  • Link Live Streaming Piala Dunia 2026 Hari Ini: Final Spanyol Vs Argentina
  • Viral Video Ban Truk Kontainer Meletus Terpental Timpa Pemotor di Surabaya, Begini Kronologinya
  • Cewek Open BO Tanya AI Cara Tenang Hadapi Polisi Usai ASN Lompat dari Lantai 12