Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Menteri Muslim Singapura Mundur Gegara Interaksi Online dengan Perempuan!

Menteri Muslim Singapura Mundur Gegara Interaksi Online dengan Perempuan

Waktu: 2026-08-04 18:05:35 Sumber: Juniki Penulis: Berita Dibaca: 243x

Pelaksana tugas Menteri Urusan Muslim Singapura, Muhammad Faishal Ibrahim mengundurkan diri setelah interaksinya dengan seorang perempuan dinilai tidak memenuhi standar etik pejabat publik.

Faishal Ibrahim memilih mundur meski penyelidikan menyimpulkan tidak ada tindak pidana. Sebelumnya kedua pihak juga sempat saling melayangkan tuduhan pelecehan.

Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong mengatakan sebagian besar interaksi keduanya terjadi melalui pesan daring dan beberapa pertemuan di sela-sela kegiatan publik.

"Masalah ini sampai ke perhatian kami sekitar sebulan yang lalu ketika Kantor Perdana Menteri menerima email dari seorang perempuan warga masyarakat mengenai interaksinya dengan Faishal," kata Wong dalam sebuah pernyataan, dilansir media Channel News Asia, Senin .

Wong telah meminta agar masalah ini segera ditindaklanjuti, dan Faishal serta perempuan tersebut telah diwawancarai secara terpisah untuk memahami keterangan masing-masing, tambahnya.

Kedua pihak kemudian mengajukan tuduhan pelecehan terhadap satu sama lain, dan masalah tersebut dirujuk ke polisi, yang menyelidiki tuduhan tersebut.

"Setelah mempertimbangkan dengan saksama fakta dan keadaan, dan setelah berkonsultasi dengan Kejaksaan Agung, dinilai bahwa tidak ada pelanggaran pidana yang dilakukan oleh kedua belah pihak," kata Wong dalam pernyataan tersebut.

Tidak akan ada tindakan pidana yang diambil terhadap salah satu dari mereka.

"Namun ada pertanyaan terpisah mengenai apakah perilaku Faishal memenuhi standar yang diharapkan dari seorang pemegang jabatan politik dan anggota parlemen," kata Wong.

"Setelah merenungkan masalah tersebut, Faishal mengakui bahwa perilakunya tidak memenuhi standar tersebut, dan mengajukan pengunduran diri," imbuhnya.

Sementara itu, dalam suratnya kepada PM Wong, Faishal yang telah menikah dan memiliki dua anak itu, mengakui telah "melakukan kekeliruan dalam menilai situasi".

"Meskipun tidak ada hubungan fisik antara kami, dan saya tidak bermaksud agar interaksi tersebut berkembang menjadi demikian, ada kesalahan penilaian di pihak saya dalam cara saya menangani interaksi tersebut, dan dalam kegagalan untuk menetapkan batasan yang lebih jelas pada tahap awal," kata Faishal.

Faishal menambahkan dirinya menyadari perilakunya tidak memenuhi standar yang diharapkan darinya dan tidak sesuai dengan tanggung jawab yang telah dipercayakan kepadanya.

"Oleh karena itu, saya memutuskan bahwa sudah tepat bagi saya untuk mundur dari politik, agar saya dapat mencurahkan waktu dan perhatian saya kepada keluarga saya," tandasnya.

Simak juga Video 'Menkomdigi: Kerugian Akibat Penipuan Digital Capai Rp 9,1 Triliun':

[Gambas:Video 20detik]

(Editor: Berita)

Konten Terkait
  • Cara Nonton Perancis Vs Inggris di Piala Dunia 2026 via Live Streaming dan TVRI, Kickoff 04.00 WIB
  • Penampakan Rumah Warga di Depok Usai Diteror Tetangga, Pagar Rusak
  • Beli Tiket Pesawat Dapat Cashback hingga Rp 8,8 Juta, Ini Caranya
  • Anggota DPR: Tak Ada Aturan Tetapkan Febrie Tersangka Harus Izin Presiden
  • Tren Taktik Low Block di Piala Dunia 2026, Tembakan Jauh Jadi Solusi
  • Respons Pengacara soal Roy Suryo Dipolisikan Dugaan Pencemaran Nama Baik
  • Polres Jaksel Mediasi Kurir Ojol Tak Sengaja Hilangkan Paket Pelanggan
  • Temui Massa Mahasiswa, Plt Warek UINSA: Penunjukan Rektor Kewenangan Menag
Konten Rekomendasi
  • Raja Felipe VI Sambut Kepulangan Timnas Spanyol, Jutaan Warga Padati Madrid
  • Absen 18 Tahun, Peterpan Hibur Fans Malaysia lewat Konser The Journey Continues
  • 13 Kecamatan di Kabupaten Bogor Terdampak Kekeringan, Ini Rinciannya
  • Dikepung "Stockpile" Batu Bara, Warga Tagih Janji Wapres Gibran Selamatkan Candi Muaro Jambi
  • Masyarakat Tidak Mampu Bisa Dapat Layanan Hukum dengan Tarif Rp 0
  • Keir Starmer Lengser, Andy Burnham Jadi PM Baru Inggris