Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Tarik Turis Asing, Wisata Wellness Jadi Prioritas Pariwisata Indonesia!

Tarik Turis Asing, Wisata Wellness Jadi Prioritas Pariwisata Indonesia

Waktu: 2026-09-19 06:26:13 Sumber: Juniki Penulis: Wisata Dibaca: 666x

Kekayaan tersebut dinilai menjadi daya tarik yang sulit ditemukan di banyak negara lain.

Selain itu, destinasi alam seperti pegunungan, pantai, hutan tropis, dan kawasan pedesaan dinilai sangat mendukung pengembangan wisata yang berfokus pada kesehatan dan relaksasi.

Bali, Yogyakarta, dan Solo jadi andalan

Saat ini, pemerintah telah menetapkan beberapa daerah sebagai destinasi unggulan wisata wellness, yakni Bali, Yogyakarta, dan Solo.

Laku Sembah Catur di Pracima Mangkunegaran (17/6/2026).KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA Laku Sembah Catur di Pracima Mangkunegaran (17/6/2026).

Ketiga daerah tersebut telah memiliki fasilitas pendukung serta kekayaan budaya yang erat kaitannya dengan kesehatan dan kebugaran.

Ke depan, pemerintah juga berencana memperluas pengembangan wisata wellness ke berbagai daerah lain dengan tetap mengedepankan kearifan lokal masing-masing.

Baca juga: Baca juga:

Nilai ekonomi wellness terus tumbuh

Prospek wisata wellness dinilai sangat menjanjikan. Berdasarkan data Global Wellness Institute (GWI), nilai ekonomi wellness Indonesia mencapai sekitar 49 miliar dollar AS, atau setara dengan sekitar Rp 798,7 triliun. Angka tersebut menempatkan Indonesia di jajaran 20 besar ekonomi wellness dunia.

Sementara itu, nilai ekonomi wellness global telah mencapai sekitar 6,3 triliun dollar AS, atau sekitar Rp 102.690 triliun.

Nilai tersebut diproyeksikan terus meningkat hingga 9 triliun dollar AS, atau sekitar Rp 146.700 triliun, pada 2028. Besarnya pasar ini menjadi peluang bagi Indonesia untuk memperkuat daya saing sektor pariwisata berbasis kesehatan sekaligus meningkatkan devisa negara.

Pengembangan wisata wellness merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk mendorong pariwisata yang lebih berkelanjutan.

Baca juga: Baca juga:

Berbeda dengan wisata massal, wisatawan wellness umumnya memiliki pengeluaran lebih tinggi dan tinggal lebih lama sehingga memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat setempat.

Pemerintah juga terus mendorong kolaborasi dengan pelaku industri, komunitas, serta pemerintah daerah agar layanan wellness Indonesia memenuhi standar internasional tanpa meninggalkan identitas budaya lokal.

(Editor: Bisnis)

Konten Terkait
  • Pelaku Penembakan di Bar Canggu Bali Punya Izin Kepemilikan Senpi, Tak Sesuai Dokumen
  • Polisi Tangkap 3 Penadah Saat Buru Pencuri Motor di Karawang
  • Baru 30 RDTR Bali Terintegrasi OSS, Kementerian ATR/BPN Minta Percepatan
  • Gempa M 5 Guncang Turki, Tak Ada Laporan Kerusakan-Korban Jiwa
  • Surat Edaran Libur untuk Nonton Final Piala Dunia Viral, Pemprov Papua Tegaskan Hoaks
  • Rano Karno: Jakarta Harus Jadi Kota Tempat Orang Berpendapat Tanpa Rasa Takut
  • Polisi Ungkap Siswa MAN 3 Padang Bawa 4 Bom Rakitan, 1 Meledak
  • Merchandise Unik dari RBR 2026: Boneka Gajah Nona Seroja dan Bibit Pohon
Konten Rekomendasi
  • Kembali Gugat KPK di PN Jaksel, Kuasa Hukum Ketum Kesthuri: Berbeda dari Sebelumnya
  • Plt Gubri Nilai Obligasi Daerah Alternatif Pembiayaan yang Aman dan Sah
  • Dikecam Sana-sini, Hotman Paris 2 Kali Minta Maaf Usai Konpers Kasus Febrie
  • Proyek Abadi LNG Masela Diproyeksi Pangkas Kemiskinan Tanimbar Jadi 18,87 Persen
  • INFOGRAFIK: Hoaks Pemutihan Pajak Kendaraan 2026, Simak Bantahannya
  • Mojtaba Khamenei Respons Trump Usai Disebut Tewas, Ejek AS Setan Besar