Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Konflik di Adonara Timur, Pemkab Flores Timur: Mediasi Sudah Berulang Kali!

Konflik di Adonara Timur, Pemkab Flores Timur: Mediasi Sudah Berulang Kali

Waktu: 2026-09-19 06:26:57 Sumber: Juniki Penulis: Wisata Dibaca: 318x

Warga Sempat Tolak Tanda Tangan Damai

Ignas menjelaskan, begitu mendengar kabar bentrokan kembali bergejolak pada Mei lalu, jajaran pemerintah daerah langsung turun langsung ke masing-masing desa.

Petugas meminta dengan sangat agar seluruh persoalan yang ada segera diselesaikan secara damai tanpa kekerasan.

“Kita pergi minta komitmen damainya, tapi belum tanda tangan, Lewonara tidak mau. Bupati sempat ke lokasi minta tanda tangan tapi tetap tidak mau,” ungkap Ignas membeberkan kendala yang dihadapi di lapangan.

Sengketa Batas Tanah dan Kopdes Merah Putih Jadi Pemicu

Sayangnya, tensi panas yang tidak kunjung mereda itu membuat kedua desa kembali terlibat konflik horisontal pada Sabtu (18/7/2026). Bentrokan kali ini berujung sangat tragis karena mengakibatkan 3 orang warga tewas dan 5 orang lainnya mengalami luka-luka serius.

Meskipun bentrokan terus berulang, Ignas menegaskan bahwa pihak pemda bersama aparat keamanan tetap berkomitmen penuh untuk mencari jalan keluar terbaik dan menyelesaikan konflik antar-kedua pihak secara permanen.

“Jadi pesan kita, mari kita selesaikan secara baik jangan ulang kembali,” kata Ignas mengimbau warga.

Di sisi lain, aparat kepolisian membeberkan akar masalah yang membuat situasi di Adonara Timur terus membara. Bentrokan antarwarga Desa Narasaosina dan Dusun Bele ini diduga kuat dipicu oleh masalah lama berupa sengketa batas tanah wilayah serta klaim sepihak atas lokasi pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih).

Wakil Komandan Batalyon (Wadanyon) B Pelopor Satuan Brimob Polda NTT, AKP Antonio Cortareal, membenarkan bahwa persoalan agraria dan fasilitas desa tersebut menjadi pemantik utama bentrokan yang kembali pecah pada Sabtu kemarin.

“Masalah batas tanah dan klaim sepihak lokasi tanah (untuk) Kopdes Merah Putih,” ujar Antonio saat dihubungi pada Minggu (19/7/2026).

(Editor: Kesehatan)

Konten Terkait
  • IESR: Kepastian Kebijakan Jadi Penentu Investasi Energi Surya
  • Serangan AS Tewaskan 50 Orang di Iran, 517 Luka-luka
  • Cara Nonton Spanyol Vs Argentina di Final Piala Dunia 2026 via Live Streaming dan TVRI, Kickoff 02.00 WIB
  • Timur Tengah Mendidih, Arab Saudi Akan Beli Senjata AS Rp 33 T
  • Inilah Wujud Cincin Juara Piala Dunia 2026, Tiru Olahraga Amerika Utara
  • Waka MPR Tegaskan Butuh Langkah Nyata Atasi Kesehatan Mental Anak
  • Kronologi Pengungkapan Pod Getar dan Happy Water di Bogor, Polisi Kembangkan Jaringan dari Jakarta
  • Final Piala Dunia 2026 Pecahkan Rekor, Tiket Tembus Rp 1 Miliar, Efek Messi dan Yamal?
Konten Rekomendasi
  • KPK Usul Kampanye Beralih ke Media Digital agar Ongkos Politik Lebih Murah
  • Baleg DPR Tegaskan RUU Perampasan Aset Masih Masuk Prolegnas Prioritas 2026
  • Kapolda Riau Kunjungi Kajati, Perkuat Sinergi Penegakan Hukum
  • Weda Bay Nickel Reklamasi 223 Hektare Lahan Pascatambang
  • Temuan BPK, Belasan Tahun Tak Ada Retribusi dari Lapak Taman Kyai Langgeng Magelang
  • Kabid Pasar Jadi Tersangka Pungli MCK Rp 80 Juta, Pemkot Bekasi Tak Beri Bantuan Hukum