Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Cerita Kedekatan Iptu Motalip dengan Warga Nduga dalam Jaga Keamanan!

Cerita Kedekatan Iptu Motalip dengan Warga Nduga dalam Jaga Keamanan

Waktu: 2026-09-19 06:27:24 Sumber: Juniki Penulis: Olahraga Dibaca: 674x

Iptu Motalip Litiloly mengedepankan pendekatan kekeluargaan untuk menghadirkan keamanan di Nduga, Papua Pegunungan. Berkat kedekatan dengan warga, Kasat Samapta Polres Nduga itu akrab dipanggil 'Pak Salib' oleh warga setempat.

Iptu Motalip merupakan salah satu kandidat Hoegeng Awards 2026. Talip sudah bertugas di Nduga sejak tahun 2012, pada saat Pospol Kenyam dibentuk.

"Selama saya melaksanakan jabatan di Pospol Nduga, itu banyak konflik yang terjadi, perang saudara," kata Talip dalam wawancara kandidat Hoegeng Awards 2026.

Saat pertama kali tiba di Nduga, Talip tidak serta-merta diterima oleh masyarakat. Sebab dia bukan putra setempat.

"Ada salah satu tokoh masyarakat, saya curhat ke beliau 'Bapak, izin, adik mau bicara dengan Bapak', saya sampaikan 'Bapak, saya lihat warga di sini saat lihat kita berseragam, kita berpapasan, kita mau kasih sapa, dia lihat kita dari jarak 2 meter, dia sudah tunduk lalu menghindar dari kita'," kata Talip.

"Beliau sampaikan 'Adik, minta maaf, Nduga ini masih trauma dengan kasus penyanderaan Mapenduma tahun '96. Hanya alhamdulillah kamu mulai pelan-pelan, dekati masyarakat dengan mendatangi warga-warga, kita sambangi mereka," imbuhnya.

Kemudian Talip berupaya mendekatkan diri dengan masyarakat. Dia datang ke rumah-rumah warga, dan mengajak warga mampir ke pos polisi untuk sekedar minum kopi.

"Kita ngopi berang-bareng, kita kasih pemahaman ke mereka bahwa 'kami di sini bukan kita bikin susah masyarakat, kami datang ke sini untuk bantu masyarakat, kalau ada masalah panggil kami'. Akhirnya dari mulut ke mulut masyarakat mulai berbondong-bondong datang ke pospol," ujarnya.

Wisen Tabuni, Kepala Kampung Pririmpirim, mengungkap peran Iptu Talip di Nduga. Wisen menyebut Iptu Talip mampu meredam konflik yang pernah dialaminya.

"Mengenai Bapak Talip dia selama tahun 2012 sampai dengan saat ini, selama dia di sini masalah konflik, saya sendiri sebagai pemimpin perang, itu tahun 2017, itu Pak Talip luar biasa, kami warga dua kubu sampai perang, baku punung, baku panah. Begitu dia masuk itu langsung dia bilang 'Hei, itu tidak boleh', sampai di sini," ucap Wisen.

Wisen menyebut warga kampungnya sangat menghargai sosok Iptu Talip. Bahkan, kata dia, Talip datang ke gunung-gunung untuk mengunjungi warga.

"Kami hargai Pak Talip ini, dia turun ke distrik pun pernah masuk, gunung-gunung itu, sampai ke distrik Yigi, Mapenduma," tutur dia.

Salah satu warga, Iksana Murib yang juga Guru Sekolah Yembe Mileh pernah menyaksikan sendiri Iptu Motalip turun ke tengah-tengah konflik. Dia menyebut Talip berani turun ke lapangan untuk mendamaikan.

"Pernah lihat Pak Talip itu, ada musuh dari pihak bawah, jadi meraka perang di dekat Polres. Jadi musuh dari pihak bawah mau serang musuh pihak atas, Pak Talip itu di tengah-tengah, jujur dalam pikiran saya 'orang ngapain di tengah-tengah perang' karena kita ada orang asli Nduga takut," ucap dia.

Pendeta BPDI Pantekosta, Isak Murib, mengatakan Talip sangat dekat dengan gereja walaupun beragama Islam. Dia menyebut Talip memiliki panggilan akrab 'Salib' dari warga.

"Kami senang dengan Pak Talib, berapa kali saya lihat dia mau dipindah, tapi saya bilang tidak. Saya bersama dengan teman-teman tujuh denominasi gereja termasuk bapak-bapak dari haji, sama-sama kami tetap pertahankan di Kabupaten Nduga, pindah ke tempat lain? Tidak," tutur dia.

"Karena di sini nama Talip itu, kita punya Salib Kristus, sama nama, dari mereka hanya nama tapi dari kami ada artinya," lanjutnya.

Kapolres Nduga AKBP Alredo Agustinus Rumbiak memuji cara pendekatan Iptu Talip dengan masyarakat. Dia menyebut masyarakat Nduga tidak ada yang tidak mengenal Talip.

"Mereka mengakui 'Talip orang paling kami segani, ko paling baik, tapi jangan ko sakiti masyarakat e'. Orang di atas gunung sana tahu Talip lho, semua tahu Talip, Talip sudah datang ke sana, melayani sampai sana," kata Alredo.

(Editor: Berita)

Konten Terkait
  • Zulhas Janji KDKMP Bakal Serap Hasil Panen: Tidak Boleh Petani Dirugikan
  • Nama Bayi Muhammad MBG Subianto Jadi Evaluasi Disdukcapil Wonosobo, Akta Masih Bisa Diurus 60 Hari
  • Kejagung Siap Disupervisi KPK dalam Menangani Kasus Febrie Adriansyah
  • Wapres AS Blak-blakan, Sebut Epstein Punya Koneksi ke Mossad dan CIA
  • Polisi Ungkap Sosok Pelaku Pemicu Rangkaian Pemerkosaan Gadis Sampang
  • Rekrutmen Bintara PK Pria TNI AL Masih Dibuka, Lulusan SMA Bisa Daftar
  • 20 Negara dengan Kekayaan Rata-rata Penduduk Tertinggi, Ada Tetangga Indonesia
  • Kisah Pilu Anak 8 Tahun Tinggalkan Jenazah Ibu di Tengah Laut demi Bertahan Hidup
Konten Rekomendasi
  • Target Pertamina Hari Sabtu 18 Juli Antrean BBM di Sumut Normal Kembali
  • Jukir Queen City Semarang Viral Minta Bayaran Dua Kali, Dishub Buka Suara
  • MPLS Berakhir, 1.480 Siswa di Bali Masih Belum Mendapatkan SMA/SMK
  • 2 Penganiaya Ketua BPD Penolak Tambang Emas Ilegal Jadi Tersangka dan Ditahan
  • Kisah Pilu Anak 8 Tahun Tinggalkan Jenazah Ibu di Tengah Laut demi Bertahan Hidup
  • Jalan Rusak, Ratusan Petani Bengkulu Tengah Urunan Selama 10 Bulan, Bupati Pinjamkan Alat Berat