Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs 5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini!

5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini

Waktu: 2026-08-04 18:03:01 Sumber: Juniki Penulis: Hiburan Dibaca: 805x

Pemerintah Iran meminta sekutunya, kelompok pemberontak Houthi yang bermarkas di Yaman, untuk bersiap menutup jalur minyak Laut Merah, jika Amerika Serikat menyerang infrastruktur energi Teheran, terutama pembangkit listrik. Hal ini berpotensi memicu ancaman baru yang signifikan terhadap pasokan energi global.

Informasi tersebut, seperti dilansir Reuters, Jumat , disampaikan oleh tiga sumber yang berbicara kepada Reuters pada Kamis waktu setempat.

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Jumat :

- Serangan AS ke Iran Tewaskan 38 Orang, Lebih dari 400 Luka-luka

Kementerian Kesehatan Iran melaporkan bahwa setidaknya 38 orang telah tewas dan lebih dari 400 luka-luka di negara itu sejak pertempuran dengan Amerika Serikat kembali terjadi pada 22 Juni lalu.

"Jumlah korban luka akibat serangan AS telah melebihi 400, dan 38 warga negara telah gugur sejak 22 Juni," kata juru bicara Kementerian Kesehatan Iran, Hossein Kermanpour dalam unggahan di media sosial X, seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat .

"Di antara mereka ada 22 wanita yang terluka, tiga wanita yang gugur, sembilan orang yang terluka di bawah usia 18 tahun, dan satu orang yang gugur di bawah usia 18 tahun," imbuh juru bicara tersebut.

- Balas Serangan AS, Iran Gempur Pangkalan Militer di Suriah

Garda Revolusi Islam Iran mengatakan bahwa mereka telah menggempur pangkalan militer Al-Tanf di Suriah. Serangan itu disebut sebagai pembalasan atas kematian tentara-tentara Iran dalam serangan Amerika Serikat di kota Iranshahr, Iran.

"IRGC mengumumkan serangan mendadak terhadap Pusat Komando Operasi Khusus musuh di wilayah Al-Tanf, Suriah, sebagai pembalasan atas darah tentara-tentara Iran yang gugur di Iranshahr," tulis media pemerintah Iran di Telegram, seperti dilansir kantor berita AFP dan Reuters, Jumat .

Sejauh ini belum ada komentar langsung dari pemerintah Suriah ataupun militer Amerika Serikat.

- Presiden Israel Ingin Berdamai dengan Arab Saudi: 'It's My Dream'

Presiden Israel Isaac Herzog menegaskan kembali keinginan Israel untuk mencapai kesepakatan normalisasi hubungan dengan negara-negara Arab lainnya, termasuk Arab Saudi. Hal ini disampaikannya dalam sebuah wawancara langka dengan saluran Al Arabiya yang berbasis di Riyadh, ibu kota Saudi.

"It is my dream to see peace between Israel and Saudi Arabia . Saya sangat menghormati Putra Mahkota Mohammed Bin Salman," kata Herzog kepada Al-Arabiya, merujuk pada pemimpin de facto Arab Saudi.

"Hal yang paling kami inginkan di Israel adalah melihat rekonsiliasi antara kedua negara," tambah Herzog dalam wawancara yang berlangsung di Yerusalem dan ditayangkan pada hari Kamis waktu setempat, seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat .

- Makin Panas! Houthi Ancam Serang Fasilitas Minyak Arab Saudi

Arab Saudi dan Houthi memanas! Kelompok pemberontak Houthi di Yaman mengancam akan menyerang fasilitas minyak dan infrastruktur lainnya di Arab Saudi, jika konflik meningkat antara kedua pihak. Ancaman ini dilontarkan beberapa hari setelah bandara di ibu kota Yaman, Sanaa yang dikuasai Houthi, menjadi target serangan udara.

"Semua fasilitas minyak dan instalasi vital Saudi adalah target rudal dan drone kami jika mereka terlibat dalam agresi skala penuh terhadap negara kami dan bergerak menuju eskalasi," kata pemimpin kelompok tersebut, Abdul Malik al-Houthi, dilansir kantor berita AFP, Jumat .

- Iran Minta Houthi Tutup Laut Merah Jika AS Serang Pembangkit Listrik

Pemerintah Iran meminta sekutunya, kelompok pemberontak Houthi yang bermarkas di Yaman, untuk bersiap menutup jalur minyak Laut Merah, jika Amerika Serikat menyerang infrastruktur energi Teheran, terutama pembangkit listrik. Hal ini berpotensi memicu ancaman baru yang signifikan terhadap pasokan energi global.

Informasi tersebut, seperti dilansir Reuters, Jumat , disampaikan oleh tiga sumber yang berbicara kepada Reuters pada Kamis waktu setempat.

Gagasan tersebut, menurut dua sumber pejabat senior Iran dan satu sumber regional yang memahami persoalan ini, telah dibahas di kalangan pemimpin Iran, dan pesannya telah disampaikan kepada Houthi, sekutu mereka di Yaman.

Lihat juga Video 'Iran Pajang Poster Trump Tergeletak di Peti Mati':

[Gambas:Video 20detik]

(Editor: Kesehatan)

Konten Terkait
  • Cerita Dokter Obati Kambing hingga Iguana di Mobil Klinik Keliling
  • Rabiot Murka usai Perancis Dilumat Inggris, Murka dengan Perilaku Rekan Setim
  • Pemerintah Sediakan KUR Rp 300 Triliun untuk UMKM, Sudah Tersalur Hampir 60 Persen
  • Bupati Kulon Progo Ungkap Penyebab Kenakalan Pelajar: Berawal dari Pembiaran Hal-hal Kecil
  • PFII Dinilai Terlalu Obral Pajak, Kantong Penerimaan Negara Rawan Bocor
  • Nusron Ancam Pecat Pegawai BPN yang Telat Ukur Tanah
  • Siswi SD di Lampung Timur Diduga Jadi Korban Perundungan, Polisi Selidiki
  • Kisah Pilu Anak 8 Tahun Tinggalkan Jenazah Ibu di Tengah Laut demi Bertahan Hidup
Konten Rekomendasi
  • Mendiktisaintek: Gaji Awal Dosen Memang Rendah, Makin Terasa Cekak di Awal Tahun
  • Mengapa Mode Tarmac Hanya Ada di Mitsubishi XForce HEV?
  • Rp 715 Miliar Dana Pensiun PNS Malaysia Nyangkut di eFishery, Pengelola Tempuh Segala Cara
  • Cara Daftar TKA SMA Sederajat 2026, Dimulai 27 Juli Mendatang
  • Menkeu Purbaya Sebut Koperasi Desa Merah Putih Pasti Untung asal Tidak Dikorupsi
  • Panen Raya Bersama TNI, Prabowo Sapa-Salam Petani Tebu di Malang