Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Bupati Sumenep: KDMP dan Koperasi Konvensional Bisa Berkembang Berdampingan!

Bupati Sumenep: KDMP dan Koperasi Konvensional Bisa Berkembang Berdampingan

Waktu: 2026-09-19 06:20:55 Sumber: Juniki Penulis: Olahraga Dibaca: 473x

"Itu sesuatu yang berbeda ya, Koperasi Merah Putih (KDMP) itu kan bagian dari progran pemerintah pusat. Dari sisi aktivitasnya, itu kan masih nanti. Kita belum tahu secara detail, seperti apa mekanisme berkaitan dengan KDMP ke depannya," kata Fauzi kepada Kompas.com di Sumenep, Jumat (17/7/2026).

Fauzi menilai, tidak ada alasan kekhawatiran terhadap keberadaan KDMP. Selama ini, ratusan koperasi di Sumenep dapat berjalan tanpa gesekan, karena masing-masing memiliki pangsa pasar dan pola usaha yang berbeda.

"Menurut saya, koperasi punya pangsa pasarnya sendiri-sendiri. Sampai saat ini, meskipun koperasi jumlahnya ratusan, tidak ada persoalan (gesekan). Karena memang mereka punya pasarnya masing-masing. Mereka juga punya cara masing-masing," tambahnya.

Karena itu, ia meminta Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskop UKM Perindag) mendata seluruh koperasi yang ada di Sumenep. Pendataan diperlukan untuk mengetahui koperasi yang masih aktif maupun yang sudah tidak berjalan.

"Jadi nanti koperasi sama-sama jalan, koperasi konvensional dan KDMP. Tapi kita sampaikan ke Diskop UKM Perindag, untuk diinventarisasi. Jangan sampai jumlah koperasinya banyak, tetapi ternyata koperasinya tidak aktif. Ini yang penting sebenarnya. Lebih baik sedikit tapi semuanya aktif. Koperasi kan soko guru perekonomian," urainya.

Menurut Fauzi, inventarisasi menjadi langkah awal agar pemerintah dapat mengetahui persoalan yang dihadapi setiap koperasi sehingga pembinaan bisa dilakukan secara tepat sasaran.

"Untuk diinventarisasi, tujuannya agar koperasi tidak sampai mati," katanya.

Ketua DPC PDI Perjuangan Sumenep itu mengatakan, bentuk pembinaan akan disesuaikan dengan kebutuhan koperasi. Jika masalahnya terletak pada kualitas pengurus, pemerintah akan memberikan pelatihan. Sementara jika kendalanya permodalan, bantuan keuangan dapat diberikan.

"Kalau kita tahu sakitnya apa, kita perbaiki. Kalau misalnya sumber manusianya tidak bagus, ya kita berikan pembinaan. Kalau dari sisi permodalannya tidak bagus, kita beri bantuan keuangan," jelasnya.

Namun, Fauzi menegaskan penguatan koperasi tidak cukup hanya melalui suntikan modal.

"Tapi bukan hanya bantuan keuangan, tapi juga ditata sumber daya manusianya," tegasnya.

Bupati dua periode itu berharap, koperasi konvensional maupun KDMP sama-sama tumbuh sehat, sehingga mampu memperkuat perekonomian masyarakat di Kabupaten Sumenep.

(Editor: Olahraga)

Konten Terkait
  • Futurismo: Saat Industri Memilih Sendiri "Champion"
  • 3 Tahun Stroke, Bugira Tak Pernah Kontrol Kesehatan karena Kendala Jarak dan Biaya
  • Investasi Makin Diminati Anak Muda, Ini Pentingnya Memahami Risiko
  • Kisah 3 Napiter Eks JI di Semarang yang Kini Berikrar Setia kepada NKRI
  • Teka-teki "Safe House" Bupati Sukoharjo di Solo, Diduga Simpan Brankas Emas
  • Waka MPR Ajak Tingkatkan Kesadaran Masyarakat soal Mitigasi Bencana
  • Cerita Sailah, dari Tanah ke Hunian Layak Berkat Bantuan Pemprov Jateng
  • Persebaya 99th Anniversary Game: Bajul Ijo Ditahan Imbang PSIS Semarang 2-2
Konten Rekomendasi
  • Kunci Sukses Timnas Voli Putra Bungkam Kamboja 3-0 di SEA V Cup 2026
  • Wisatawan Batal Berfoto di Monumen Habibie-Ainun karena Kurang Terawat, Dinsos Parepare Janji Tindak Lanjuti
  • Momen Pelaku Teror Ancaman Bom di SDN Jaksel Ditangkap Kurang dari 24 Jam
  • Gerebek Bengkel di Blitar, Polisi Temukan Rekannya Konsumsi Sabu
  • Satpol PP Jaksel Bubarkan Konten Kreator 'Jual' Miras di Taman Mataram
  • Profil Timnas Argentina Jelang Final Piala Dunia 2026 Lawan Spanyol