Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Krisis Air Bersih Melanda 22 Desa di Banjar Kalsel, Sumur Warga Mulai Mengering!

Krisis Air Bersih Melanda 22 Desa di Banjar Kalsel, Sumur Warga Mulai Mengering

Waktu: 2026-08-04 17:22:33 Sumber: Juniki Penulis: Berita Dibaca: 447x

 Kekeringan mulai melanda Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, akibat musim kemarau yang semakin panjang.

Kondisi tersebut menyebabkan 22 desa di delapan kecamatan mengalami krisis air bersih.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjar, Wasis Nugraha, mengatakan pihaknya terus mendistribusikan bantuan air bersih ke wilayah terdampak.

"Hingga pertengahan Juli 2026, kami telah mendistribusikan sebanyak 430 ribu liter air bersih," ujar Wasis kepada wartawan, Jumat (17/7/2026).

Menurut Wasis, krisis air bersih tidak hanya dipicu oleh musim kemarau, tetapi juga pencemaran Sungai Martapura akibat puluhan ton bangkai ikan.

Kondisi tersebut membuat warga enggan memanfaatkan air sungai karena khawatir kualitasnya tidak lagi layak digunakan.

"Memang ada sebagian krisis air bersih disebabkan kemarau tapi ada juga wilayah yang disebabkan pencemaran Sungai Martapura," ungkap Wasis.

Dampak terparah di desa pesisir

Berdasarkan data BPBD Banjar, kekeringan paling parah terjadi di desa-desa pesisir yang berada di Kecamatan Beruntung Baru.

Di wilayah tersebut, sumur-sumur warga mulai mengering, sementara kualitas air tanah menurun akibat intrusi air laut.

"Di Beruntung Baru itu sumur warga juga mulai kering, sementara air yang tersisa cenderung semakin asin sehingga tidak layak digunakan," tambah Wasis.

Untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, BPBD Banjar telah menempatkan 82 tandon air di desa-desa yang terdampak krisis air bersih.

Langkah itu dilakukan agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau berlangsung.

"Kami berupaya memastikan warga yang terdampak kekeringan tetap memperoleh akses terhadap air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari," pungkas Wasis.

(Editor: Kesehatan)

Konten Terkait
  • Anomali Banjir di Tengah Kemarau
  • Pabrik Bukhur di Tangerang Terbakar, Tiga Orang Alami Sesak Napas
  • Serangan AS Tewaskan 50 Orang di Iran, 517 Luka-luka
  • Dishub Ungkap Penyebab Pembongkaran JPO Tendean Berlangsung 10 Jam Lebih
  • Ada "Samudra Purba" di Bawah Gurun Sahara, Sebagian Air Sudah Berusia Jutaan Tahun
  • Buaya Muncul di Perairan Taman Nasional Komodo, Ini Kata BTNK
  • Menteri HAM Kerahkan Tim untuk Kawal Penyelesaian Konflik di Adonara
  • Final SEA V Cup 2026: Kejutan Kamboja, Indonesia Batal Hadapi Thailand
Konten Rekomendasi
  • Ledakan Terjadi di Perumahan Elite Grand Polonia Medan, Rumah Hancur
  • RW di Kalideres Jakbar Buka Sayembara Rp 10 Juta Buru Pencuri 5 Tabung Gas
  • Pramono Perintahkan Sopir Truk Molen yang Nyangkut di Jembatan Matraman Ditindak Tegas
  • Polri Serahkan Barang Bukti Kasus Febrie Adriansyah ke Kejagung
  • Kemensos Intens Dampingi Anak Yatim Piatu Kecanduan Hirup BBM di Sukabumi
  • Rekap Hasil Final Japan Open 2026: Indonesia 1 Gelar, Tuan Rumah "Zonk"