Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs BRIN Diminta Prabowo Cari Sumber Air Baru, Antisipasi Dampak Perubahan Iklim!

BRIN Diminta Prabowo Cari Sumber Air Baru, Antisipasi Dampak Perubahan Iklim

Waktu: 2026-09-19 06:28:09 Sumber: Juniki Penulis: Wisata Dibaca: 920x

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Arif Satria mendapat tugas langsung dari Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna . BRIN diminta mencari sumber air baru untuk mengantisipasi dampak perubahan iklim.

"Bapak Presiden langsung menugaskan BRIN saat memimpin rapat. Usai Sidang Kabinet, saya sejenak berbincang dengan Bapak Presiden dan beliau kembali menegaskan tentang hal tersebut," kata Arif kepada wartawan usai SKP di Istana Negara, Jakarta, Senin .

Arif mengatakan tugas itu bertujuan mengantisipasi dampak perubahan iklim. Menurutnya, Prabowo menempatkan ketahanan air sebagai salah satu unsur penting untuk kehidupan sehari-hari.

"BRIN mendapat tugas dari Bapak Presiden untuk memperkuat teknologi untuk menemukan sumber-sumber air baru. Hal ini mengingat perubahan iklim telah menjadi keniscayaan yang harus diantisipasi," ujarnya.

"Bapak Presiden menempatkan ketahanan air sebagai salah satu program penting, karena tidak saja mendukung kehidupan sehari-hari tetapi juga untuk ketahanan pangan," lanjut Arif.

Arif memastikan BRIN sudah memiliki sejumlah teknologi untuk mendeteksi sumber-sumber air baru berbasis nuklir ataupun drone. Dalam pelaksanaannya, BRIN akan berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum.

"BRIN sudah memiliki sejumlah teknologi untuk mendeteksi sumber-sumber air baru, baik berbasis nuklir maupun drone, serta teknologi desalinasi air laut," ujarnya.

Sebelumnya, Prabowo sempat menyinggung soal sumber kekayaan negara yang wajib dikuasai demi kemakmuran rakyat, termasuk air. Ia meminta kekayaan tersebut harus terus dijaga.

"Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara. Jadi ini bukan sesuatu yang perlu ditafsirkan," ujar Prabowo dalam arahannya di Sidang Kabinet Paripurna, Istana Negara, Jakarta, Senin .

"Bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya harus dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Harus digunakan, dikuasai oleh negara, dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat," lanjutnya.

(Editor: Teknologi)

Konten Terkait
  • Pemkot Depok Akan Revitalisasi Angkot Tak Layak, Awasi yang Lintas Wilayah
  • Gempa M 4,7 Guncang Pasaman Barat, BMKG: Akibat Aktivitas Sesar Mentawai
  • Temuan Mortir di Gudang Rongsokan Gegerkan Warga Malang, Tim Gegana Turun Tangan
  • Media Asing Soroti Kasus Febrie Adriansyah, Kredibilitas Antikorupsi Indonesia Dipertanyakan
  • Ditangkap di Lampung, Spesialis Curanmor Bersenpi di Jaksel Ditembak karena Melawan
  • Dari Kota Semarang hingga Kaki Gunung Merbabu, Uji Jalan BYD M6 DM Buktikan Efisiensi dan Performa Lintas Kota
  • Efisiensi dan Keamanan Jadi Prioritas Memilih Pemanas Air Listrik
  • Viral Warung Lontong di Pati Ditarik Retribusi Rp 840.000, DPUTR: Bukan Tarif Setahun
Konten Rekomendasi
  • Sinopsis Episode 6 Samuel, Raskal Tiba-tiba Nyatakan Cinta ke Azura
  • Kebakaran Terjadi di Waterbom Al Barokah Indramayu, Tak Ada Korban dan Penyebab Diselidiki
  • Jenguk Pacar di Rutan Salemba, Wanita Ini Ditangkap usai Sembunyikan Ekstasi di Tisu
  • 2 Korban Konflik Antardesa di Flores Timur Dirujuk ke Larantuka dan Lewoleba
  • Polisi Bongkar Peredaran Etomidat di Bogor, Pod Getar Dijual hingga Rp 6 Juta Per Cartridge
  • Komdigi Temukan Modus Kecurangan Registrasi Kartu SIM Biometrik