Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Spanyol Lolos ke Final Piala Dunia 2026, Zlatan Ibrahimovic: Rodri Ada di Mana-mana!

Spanyol Lolos ke Final Piala Dunia 2026, Zlatan Ibrahimovic: Rodri Ada di Mana-mana

Waktu: 2026-09-19 06:26:37 Sumber: Juniki Penulis: Bisnis Dibaca: 645x

Permainan tempo tinggi yang diperagakan armada Luis de la Fuente pada akhirnya membuat Les Bleus kesulitan mengembangkan permainan, meski tim lawan sempat tampil meyakinkan di fase awal turnamen.

Pujian untuk Rodri

Walaupun performa kolektif tim Matador menjadi sorotan utama malam itu, fokus Ibrahimovic justru tertuju pada kontribusi individual gelandang Manchester City tersebut.

Sang pemain dianggap sebagai motor utama yang mampu meredam serangan lawan sekaligus mengawali transisi permainan dengan visi dan ketenangan yang luar biasa.

"Saya harus menyebutkan, Rodri ada di mana-mana. Pertandingan yang luar biasa, pemain yang luar biasa," kata Ibrahimovic saat berbicara di FOX Sports melalui Goal English.

"Dia adalah pemain yang tidak banyak mendapat pujian, tetapi dalam pertandingan ini dia ada di mana-mana. Dia benar-benar luar biasa. Sepak bola menang hari ini."

Laju impresif La Roja menuju final tidak lepas dari kembalinya identitas permainan penguasaan bola dan tekanan tinggi yang menjadi ciri khas mereka.

Saat menghadapi barisan bintang lawan, strategi ini terbukti efektif dalam memaksakan kesalahan yang jarang terjadi.

Rodri bereaksi setelah Bernardo Silva gagal mencetak gol lewat sundulan yang melambung di atas mistar gawang dalam pertandingan Babak 16 Besar Piala Dunia 2026 antara Portugal dan Spanyol di Dallas Stadium pada 6 Juli 2026 di Arlington, Texas.Getty Images via AFP/Molly Darlington Rodri bereaksi setelah Bernardo Silva gagal mencetak gol lewat sundulan yang melambung di atas mistar gawang dalam pertandingan Babak 16 Besar Piala Dunia 2026 antara Portugal dan Spanyol di Dallas Stadium pada 6 Juli 2026 di Arlington, Texas.

Permainan umpan pendek nan mengalir membuat skuad lawan seakan kesulitan untuk memberikan jawaban yang berarti atas ritme permainan yang diciptakan.

"Mereka mengambil kendali dari menit pertama hingga menit terakhir. Mereka merasa hidup. Mereka aktif. Mereka menginginkannya," lanjutnya.

"Mereka berlari lebih jauh. Setiap duel yang mereka hadapi, mereka ingin memenangkannya. Saat menyerang, mereka yakin. Mereka mengambil inisiatif. Anda bisa melihat setiap umpan yang mereka lakukan seperti: 'kami menginginkan ini'."

"Dan sebaliknya ketika melawan Prancis," tegas pria kelahiran Malmo, Swedia, pada 3 Oktober 1981.

Menatap Gelar Juara Dunia Kedua

Kini, tiket menuju laga penentuan telah berada di genggaman.

Spanyol berambisi untuk kembali menancapkan dominasinya di panggung sepak bola global dengan mengincar trofi bergengsi tersebut untuk kedua kalinya dalam sejarah, mengulang memori manis edisi 2010.

Di partai final nanti, mereka dijadwalkan akan menghadapi pemenang antara Inggris atau Argentina.

(Editor: Otomotif)

Konten Terkait
  • Kronologi WNI Asal Madiun Kabur Saat Tur di Korea Selatan
  • Polisi Bakar 22 Rakit Tambang Emas Ilegal di Kuansing Riau
  • Periksa Bobby Rizaldi, KPK Dalami Pengaturan Audit BPK untuk Muara Enim
  • Dedi Mulyadi Pilih Benahi Masalah Jabar daripada Ganti Nama Jadi Tatar Sunda
  • Kekeringan Meluas di Karawang, Enam Desa Terdampak, BPBD Salurkan 152.000 Liter Air Bersih
  • Jajal BYD M6 DM PHEV di Jalur Tanjakan Jabar, Ini Hasilnya
  • Bahlil Akan Bikin Aturan, Akomodasi Putusan MK soal Izin Tambang untuk Ormas
  • Kuwait Klaim Cegat Serangan Drone dari Iran
Konten Rekomendasi
  • Berbeda dari Standar Piala Dunia 2026, UEFA Batasi VAR untuk Kasus Simulasi
  • Kini Pakai Rompi Pink, Don Ritto Resmi Ditahan Kejagung
  • Mengenal Pelat Nomor Warna Hijau yang Hanya Berlaku di Wilayah Tertentu
  • Modus Kurir Ojol Selesaikan Pesanan tapi Laptop Tak Sampai ke Warga Jakpus
  • Benarkah Keyless Lebih Aman? Ini Kata Ahli Kunci
  • Merchandise Unik dari RBR 2026: Boneka Gajah Nona Seroja dan Bibit Pohon