Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Kontroversi Memorial Perbudakan Philadelphia, Saat Sejarah Kelam Dibungkam!

Kontroversi Memorial Perbudakan Philadelphia, Saat Sejarah Kelam Dibungkam

Waktu: 2026-08-04 18:06:00 Sumber: Juniki Penulis: Olahraga Dibaca: 138x

Pemerintahan Trump melaksanakan rencananya mengganti panel-panel di situs President's House di Philadelphia, tempat George Washington tinggal pada 1790-an ketika kota itu menjadi ibu kota Amerika Serikat.

President's House, yang merupakan bagian dari Independence National Historical Park, selama ini menampilkan panel dan video yang berfokus pada kehidupan sembilan orang yang dipaksa bekerja sebagai budak di rumah itu, melayani Washington beserta istrinya, Martha.

Pemerintahan Donald Trump berupaya merevisi pameran ini berdasarkan perintah eksekutif 2025 bertajuk "Restoring Truth and Sanity to American History." Perintah itu bertujuan menghapus konten dari institusi sejarah dan budaya yang menurut pemerintah "secara tidak tepat mencemarkan nama baik orang-orang Amerika, baik yang sudah meninggal maupun yang masih hidup."

Versi baru pameran yang dipasang pada Rabu itu masih mempertahankan referensi tentang mereka yang diperbudak di rumah tersebut, serta informasi tentang gerakan abolisionis.

Namun para pengkritik berargumen bahwa pameran baru ini menyajikan gambaran yang lebih lunak tentang pandangan Washington terhadap perbudakan.

Salah satu contohnya, panel berjudul "The Dirty Business of Slavery" dihapus dan diganti dengan "Celebrating Independence Throughout the Years."

Panel-panel baru juga menghilangkan sejumlah materi dari pameran sebelumnya, termasuk peta jalur perdagangan budak dan garis waktu yang menelusuri sejarah perbudakan. Sementara deskripsi tentang pandangan dan perlakuan Washington terhadap orang-orang yang diperbudak diperlunak.

Pergantian panel yang terjadi sebelum situs dibuka pada Rabu itu merupakan babak terbaru dalam perseteruan antara pemerintahan Trump dan Kota Philadelphia.

Setelah situs President's House dipilih untuk diubah, panel-panel asli dicabut pada Januari. Sebagian dipasang kembali pada bulan berikutnya setelah Philadelphia berhasil menggugat langkah tersebut di pengadilan distrik federal, dengan alasan bahwa pemerintah wajib berkonsultasi dengan kota sebelum melakukan perubahan.

Pameran itu hanya dipulihkan sebagian selama berbulan-bulan sementara kasus hukum terus berjalan, bahkan hingga perayaan Hari Kemerdekaan 4 Juli Philadelphia.

Awal bulan ini, pemerintahan Trump memenangkan bandingnya, yang kemudian memicu pemasangan panel baru pada Rabu .

Cherelle Parker, wali kota Philadelphia, berjanji untuk "terus berjuang" dalam sebuah unggahan di X.

"Semalam, di bawah kegelapan malam, pemerintah federal mencabut panel-panel di President's House yang mengisahkan sejarah Philadelphia secara menyeluruh," katanya.

"Hal ini diizinkan oleh keputusan pengadilan federal, tapi kenyataan bahwa mereka melakukannya di malam hari menunjukkan bahwa mereka sadar tindakan ini memalukan dan melanggar kepercayaan komunitas."

Artikel ini pertama kali ditulis dalam bahasa Inggris

Diadaptasi oleh Fika Ramadhani

Editor: Ayu Purwaningsih

(Editor: Otomotif)

Konten Terkait
  • Surat Edaran Libur untuk Nonton Final Piala Dunia Viral, Pemprov Papua Tegaskan Hoaks
  • Kronologi Bus Sinar Jaya Terguling di Brebes, Hantam Jembatan lalu Tabrak Truk
  • 2 Korban KM Nurul Salsa Tenggelam Sempat Mengapung Pakai Gabus Bareng 3 Mayat
  • Polisi Tangkap Lagi 4 Pemerkosa Gadis Sampang, 2 Orang Masih di Bawah Umur
  • Dapur Serba Putih Mulai Membosankan? Ini Tren yang Lebih Dramatis
  • Efek Minum Kopi Tiap Hari bagi Tubuh, dari Menit Pertama hingga Bertahun-tahun Kemudian
  • Apple dan Nvidia Kejar-kejaran Jadi Perusahaan Paling Berharga di Dunia
  • Sumarsih Nilai Kementerian HAM Tak Diperlukan untuk Selesaikan Kasus HAM Berat
Konten Rekomendasi
  • Gajah Bisa Tutup Saluran Telinga untuk "Dengar" Getaran Bumi
  • Pilu Ibu dan Anak Tewas Tertabrak KA Pandalungan di Tambun Selatan
  • Pelabuhan Petrokimia Gresik Perkuat Logistik Pupuk Lewat Digitalisasi
  • Bosan Saat Uji Coba Penerbangan, Pilot Bikin "Ukiran" di Langit
  • Jadwal KRL Solo-Jogja Jumat 17 Juli 2026, Cek Jam Keberangkatan Lengkap
  • Anjasmara Minta Maaf, Tegaskan Ucapannya Saat Live Bukan Ditujukan pada Syifa Hadju