Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Pasca-ledakan Gudang Amunisi Madiun, RSUD Caruban Dijaga Ketat dan Akses Publik Dibatasi!

Pasca-ledakan Gudang Amunisi Madiun, RSUD Caruban Dijaga Ketat dan Akses Publik Dibatasi

Waktu: 2026-09-19 06:35:48 Sumber: Juniki Penulis: Otomotif Dibaca: 247x

Rumah Sakit Dijaga Ketat dan Akses Dibatasi

Pantauan di lapangan menunjukkan suasana RSUD Caruban yang dijaga ketat oleh personel TNI dan polisi militer. Anggota TNI dan Polisi Militer bersiaga penuh, baik di area lobi maupun di dalam ruang perawatan Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Tampak beberapa pasien yang sedang berbaring mendapatkan penjagaan ketat dari personel TNI aktif. Penjagaan ketat di rumah sakit maupun di lokasi kejadian ini merupakan prosedur standar dalam pengamanan insiden yang melibatkan objek vital militer.

Pada pukul 18.57 WIB, terpantau enam personel polisi militer yang datang dengan dua kendaraan roda empat memasuki ruang IGD RSUD Caruban untuk melakukan koordinasi lanjutan.

Sementara itu, kondisi para korban luka-luka yang sebelumnya sempat berada di IGD, terpantau sudah dipindahkan ke ruang rawat inap untuk mendapatkan perawatan intensif.

Jenazah Korban Gugur Dipulangkan

Satu unit ambulans yang diduga membawa jenazah korban ledakan Gupusmu II terpantau keluar dari RSUD Caruban sekitar pukul 16.27 WIB. Ambulans tersebut meninggalkan area kamar jenazah dengan pengawalan.

Sebelum kendaraan bertolak, suasana haru menyelimuti lokasi ketika seorang wanita berkerudung yang membawa ransel loreng khas TNI tiba di kamar jenazah. Wanita tersebut tak kuasa menahan tangis saat memeluk rekannya di depan ruang jenazah.

Hingga berita ini diturunkan, pihak rumah sakit belum memberikan pernyataan resmi terkait detail kondisi medis para korban. Plt Direktur RSUD Caruban, dr. Selly Fitriani, menyatakan bahwa pihaknya tidak memiliki wewenang untuk memberikan informasi rinci mengenai kondisi klinis pasien militer tersebut.

"Mohon maaf langsung tanya ke pihak TNI-nya saja," ujar dr. Selly saat dimintai keterangan pada Kamis (16/7/2026).

Penanganan Diambil Alih Kodam V Brawijaya dan Mabes TNI

Terkait dengan kronologi dan penyebab pasti ledakan di Gupusmu II, pihak Korem setempat menyatakan bahwa investigasi sepenuhnya berada di bawah wewenang komando pusat. Kepala Penerangan Korem (Kapenrem) 081/DSJ, Mayor Inf Ismail, menegaskan bahwa penanganan insiden ini ditangani langsung oleh level komando di atasnya.

"Beda satuan, dari Kodam (V Brawijaya) langsung," ujar Mayor Inf Ismail saat dikonfirmasi pada Kamis (16/7/2026).

Selain keterlibatan Kodam V Brawijaya, penanganan kasus ledakan gudang munisi militer ini juga dipantau dan diusut langsung oleh pihak Mabes TNI demi alasan keamanan nasional.

Hingga saat ini, pihak terkait masih melakukan investigasi mendalam mengenai penyebab utama terjadinya ledakan di Gupusmu II tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Kepala Staf Kodam (Kasdam) V Brawijaya, Brigjen TNI Zainul Bahar, dilaporkan telah turun ke lapangan untuk meninjau langsung kondisi di Gupusmu II Saradan. Saat ini, area di sekitar gudang amunisi tersebut telah disterilkan dari warga sipil, dan awak media dilarang mendekat demi keselamatan.

Artikel ini telah tayang di Surya.co.id dengan judul Kodam V Brawijaya Ambil Alih Penanganan Ledakan Gudang Amunisi di Madiun

(Editor: Bisnis)

Konten Terkait
  • Kementrans Raih Opini WTP, Mentrans Iftitah: Uang Rakyat Harus Dikelola dengan Benar
  • Peternakan Sapi Perah Rp 1,2 Triliun Mulai Dibangun di Brebes
  • Argentina Gagal Juara Piala Dunia 2026, Lionel Messi: Rasa Sakitnya Luar Biasa
  • Bukan dengan Karangan Bunga, Hari Jadi Purwakarta Dirayakan dengan Hadiah Bibit Pohon
  • Ada yang Bela Spanyol, Ada yang Dukung Messi, Ada Pula yang Cuma Mau Nonton Konser
  • Momen Menkeu Purbaya dan Gubernur DIY Sultan HB X Keliling Alkid Jajal Becak Listrik
  • Polisi Tegaskan Usut Tuntas Kasus Bocah Bekasi yang Tewas Dianiaya Ibu Tiri
  • Edarkan Tramadol Berkedok Warung Kelontong, Pria di Kalideres Jakbar Diciduk Polisi
Konten Rekomendasi
  • Utang Luar Negeri RI Tembus Rp 8.000 Triliun, Ekonom: Kenaikan Tak Selalu Berarti Makin Boros
  • Hanya 10 Jam, Polisi Tangkap Anak Angkat dan Kekasihnya yang Bunuh Pria di Nganjuk
  • Haul Pangeran Diponegoro, Wamensos Ajak Warga Teladani Semangat Pahlawan
  • Cewek Open BO yang Peras ASN di Medan Kerap Ganti Foto di Aplikasi
  • Pencuri di Ponorogo Kembalikan Motor, Tulis Surat "Saya Khilaf"
  • Diduga Cabuli 32 Murid SD, Kakek Pemilik Warung di Makassar Ditangkap