Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Teror Tetangga Makin Menjadi, Rumah Keluarga di Depok Dilempari Telur-Kaca, Akhirnya Dijual!

Teror Tetangga Makin Menjadi, Rumah Keluarga di Depok Dilempari Telur-Kaca, Akhirnya Dijual

Waktu: 2026-08-04 17:23:14 Sumber: Juniki Penulis: Pendidikan Dibaca: 516x

Tetangganya kerap melontarkan makian, terutama ketika berpapasan dengan anggota keluarganya.

"Begitu (tetangga mereka) pulang, nyari atau ngelihat dulu (ke arah rumah keluarga Azis). Ada orang (atau tidak), ngata-ngatain, itu udah makanan tiap hari gitu lho," kata dia saat ditemui Kompas.com di kediamannya pada Minggu (19/7/2026).

Novita mengatakan, teror tersebut juga disertai aksi provokasi. Ia mengaku, tetangganya kerap menantang anggota keluarganya agar keluar rumah.

Kini, ia dan keluarganya memilih tidak menanggapi makian tersebut secara serius.

Mereka justru menjawabnya secara asal agar tidak terpancing emosi.

"Dia makin emosi ngoceh, kita jawabin asal bunyi aja, "Iya, Argentina entar menang, iya entar MU, iya Barack Obama suruh main bola." Pokoknya asbun aja yang penting ada nyaut," ungkap Novita.

Selain intimidasi verbal, rumah keluarga Novita juga beberapa kali dirusak.

Salah satunya terjadi pada 2024 ketika keluarganya sedang berada di luar kota dan hanya menyisakan kakaknya di rumah.

"Puncaknya 2024 itu posisinya keluarga lagi di luar kota liburan, abang saya sendirian di rumah, ditambah lagi enggak enak badan. Rumah dirusak, pager dirusak, abang saya sampai bengep," ujar dia.

Kondisi pagar rumah milik keluarga Azis Suraji dalam kondisi rusak, Depok, Jawa Barat, Minggu (19/7/2026)KOMPAS.com/Omarali Dharmakrisna Soedirman Kondisi pagar rumah milik keluarga Azis Suraji dalam kondisi rusak, Depok, Jawa Barat, Minggu (19/7/2026)Setelah kejadian tersebut, keluarga Novita memasang empat kamera pengawas (CCTV).

Kamera tersebut dipasang untuk mengumpulkan bukti terkait dugaan aksi teror yang dilakukan tetangga mereka.

Hasilnya, berbagai dugaan aksi pelemparan benda ke arah rumah berhasil terekam kamera.

"Dulu setelah kita pasang CCTV banyak bukti, dilempar telur, sandal, debu. Kalau barang-barang kayak kaca beling, telur, atau pur (makanan ayam) dicampur air atau minyak jelantah itu sering dilempar ke dalam rumah," tutur dia.

Novita menambahkan, berbagai bentuk teror tersebut akhirnya membuat keluarganya merasa tidak nyaman berada di rumah. Kondisi itu pula yang kemudian membuat mereka memutuskan untuk menjual rumah tersebut.

(Editor: Hiburan)

Konten Terkait
  • Menperin: Industri Pengolahan Serap Lebih dari 20 Juta Pekerja, SDM Terampil Masih Dibutuhkan
  • Kejagung: Febrie Adriansyah di Indonesia, Tinggal Tunggu Diperiksa
  • Belanja di Jepang Berubah Mulai November, Refund Pajak Dilakukan di Bandara
  • Dua Penumpang Mobil yang Ditabrak Kereta di Lampung Meninggal Dunia
  • 142 Ribu Peserta BPJS Kesehatan di Kota Tasikmalaya Nonaktif, Status UHC Terancam Batal
  • KPK Limpahkan Berkas Perkara Fadia Arafiq ke PN Tipikor Semarang
  • BMKG Beberkan Penyebab Hujan Es di Krayan, Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem Susulan
  • KPK Kehilangan Kata "Berani" dalam Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Konten Rekomendasi
  • Mengapa BBM Lebih Sering Langka di Luar Jawa? Ini Analisis Pengamat
  • Guru Gen Z di Malang Manfaatkan Instagram untuk Promosi Sekolah
  • Bukan Sekadar Arisan, Ada Cerita yang Menyatukan Keluarga
  • Pesan Haru Lionel Messi Jelang Final Piala Dunia 2026
  • Permintaan Pertalite Naik, BPH Migas Minta Masyarakat Tak "Panic Buying"
  • China Ingin Pimpin Tata Kelola AI Dunia, Kritik Pembatasan Teknologi AS