Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Kasus Asusila Anak Meningkat di Madura, Khofifah Minta Sekolah Batasi Penggunaan "Gadget"!

Kasus Asusila Anak Meningkat di Madura, Khofifah Minta Sekolah Batasi Penggunaan "Gadget"

Waktu: 2026-09-19 06:26:33 Sumber: Juniki Penulis: Hiburan Dibaca: 639x

Terakhir, kasus serupa terjadi di Kabupaten Bangkalan yang melibatkan penyekapan serta ancaman celurit oleh 3 orang pelaku terhadap korban anak.

Merespons situasi darurat tersebut, Khofifah menyatakan bahwa seluruh elemen masyarakat beserta pemangku kepentingan harus saling menguatkan sinergi guna memberikan perlindungan menyeluruh serta pendampingan psikologis bagi anak di bawah umur.

"Peran orangtua nomor satu. Untuk mendeteksi perubahan perilaku anaknya," kata Khofifah memberikan penekanan.

Pentingnya "Parenting" dan Deteksi Dini Perilaku Anak

Khofifah menjelaskan, setiap riak perubahan sekecil apa pun pada diri anak idealnya harus bisa terdeteksi sejak awal oleh lingkungan keluarga terdekat, terutama menyangkut pola perilaku keseharian mereka. Atas dasar itulah, penguatan edukasi pola pengasuhan (parenting) dinilai mendesak untuk terus digalakkan.

Di samping faktor pengasuhan, Khofifah menegaskan bahwa pembatasan akses serta pengurangan durasi penggunaan gadget menjadi kunci krusial yang tidak boleh diabaikan oleh para orangtua terhadap anak-anak yang belum cukup umur.

"Hampir semua, di dunia sepakat akses gadget pada anak di bawah umur sangat dikurangi," ujarnya menerangkan kesepakatan global tersebut.

Sekolah di Jatim Wajib Sediakan Loker Khusus Gawai

Sebagai langkah nyata intervensi di sektor pendidikan formal, pihak Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengaku telah menerbitkan imbauan resmi yang ditujukan kepada seluruh kepala sekolah tingkat SMA dan SMK di Jawa Timur untuk menyediakan fasilitas tempat penyimpanan khusus gawai di area sekolah.

Regulasi penataan ini dimaksudkan agar fokus konsentrasi para siswa selama menyerap materi pelajaran di dalam kelas tidak terdistraksi oleh konten luar.

"Saat siswa mau masuk kelas, harus disediakan tempat gadget bagi mereka," kata gubernur perempuan pertama di Jatim ini.

Ia menggarisbawahi bahwa selama jam proses belajar mengajar berlangsung, seluruh siswa dilarang keras memegang atau mengaktifkan gawai pribadi mereka di dalam kelas.

"Tidak boleh di bawah siswa masih ada gadget. Ini harus terus dikawal, harus terus diawasi oleh masing-masing sekolah," ucap Khofifah menutup arahannya.

(Editor: Hiburan)

Konten Terkait
  • Negara yang Murah kepada Gurunya
  • Pemkab Banyumas Pastikan Gaji 3.818 PPPK Aman hingga Desember 2026 meski Dana Pusat Dipangkas
  • Buntut Inggris Kalah, Trump Ikut-ikutan Semprot Tuchel
  • Jalan Rusak, Ratusan Petani Bengkulu Tengah Urunan Selama 10 Bulan, Bupati Pinjamkan Alat Berat
  • Diterpa Longsor, Masjid hingga Rumah Warga di Gegerkalong Bandung Hancur
  • Cerita Pasutri Asal Tangerang Rutin Ikut Event Lari demi Jaga Keharmonisan Rumah Tangga
  • PBVSI Lepas Timnas Voli Putri Ikuti 2 Turnamen Internasional, Patok Target Realistis
  • Disalurkan di Kopdes, Prabowo: Barang Subsidi Milik Rakyat, Tidak Diperdagangkan
Konten Rekomendasi
  • Berapa Harga Rumah Subsidi Sesuai Aturan Terbaru?
  • Meski Jumlah Loyalis Berkurang, Pendukung Tetap Optimistis Sudewo Bebas dan Kembali Jadi Bupati Pati
  • Klinik Morula IVF 28 Tahun, Saat Teknologi Reproduksi Buka Jalan Menjadi Orangtua
  • MBG Aktif Lagi, Polisi Uji Food Safety untuk Menjamin Mutu Makanan di Pamekasan
  • Pansus DPR Serap Aspirasi Pemprov Maluku soal RUU Daerah Kepulauan
  • Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah Masih Jadi Favorit Wisatawan Nusantara