Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Kasus Asusila Anak Meningkat di Madura, Khofifah Minta Sekolah Batasi Penggunaan "Gadget"!

Kasus Asusila Anak Meningkat di Madura, Khofifah Minta Sekolah Batasi Penggunaan "Gadget"

Waktu: 2026-08-04 18:39:44 Sumber: Juniki Penulis: Bisnis Dibaca: 639x

Terakhir, kasus serupa terjadi di Kabupaten Bangkalan yang melibatkan penyekapan serta ancaman celurit oleh 3 orang pelaku terhadap korban anak.

Merespons situasi darurat tersebut, Khofifah menyatakan bahwa seluruh elemen masyarakat beserta pemangku kepentingan harus saling menguatkan sinergi guna memberikan perlindungan menyeluruh serta pendampingan psikologis bagi anak di bawah umur.

"Peran orangtua nomor satu. Untuk mendeteksi perubahan perilaku anaknya," kata Khofifah memberikan penekanan.

Pentingnya "Parenting" dan Deteksi Dini Perilaku Anak

Khofifah menjelaskan, setiap riak perubahan sekecil apa pun pada diri anak idealnya harus bisa terdeteksi sejak awal oleh lingkungan keluarga terdekat, terutama menyangkut pola perilaku keseharian mereka. Atas dasar itulah, penguatan edukasi pola pengasuhan (parenting) dinilai mendesak untuk terus digalakkan.

Di samping faktor pengasuhan, Khofifah menegaskan bahwa pembatasan akses serta pengurangan durasi penggunaan gadget menjadi kunci krusial yang tidak boleh diabaikan oleh para orangtua terhadap anak-anak yang belum cukup umur.

"Hampir semua, di dunia sepakat akses gadget pada anak di bawah umur sangat dikurangi," ujarnya menerangkan kesepakatan global tersebut.

Sekolah di Jatim Wajib Sediakan Loker Khusus Gawai

Sebagai langkah nyata intervensi di sektor pendidikan formal, pihak Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengaku telah menerbitkan imbauan resmi yang ditujukan kepada seluruh kepala sekolah tingkat SMA dan SMK di Jawa Timur untuk menyediakan fasilitas tempat penyimpanan khusus gawai di area sekolah.

Regulasi penataan ini dimaksudkan agar fokus konsentrasi para siswa selama menyerap materi pelajaran di dalam kelas tidak terdistraksi oleh konten luar.

"Saat siswa mau masuk kelas, harus disediakan tempat gadget bagi mereka," kata gubernur perempuan pertama di Jatim ini.

Ia menggarisbawahi bahwa selama jam proses belajar mengajar berlangsung, seluruh siswa dilarang keras memegang atau mengaktifkan gawai pribadi mereka di dalam kelas.

"Tidak boleh di bawah siswa masih ada gadget. Ini harus terus dikawal, harus terus diawasi oleh masing-masing sekolah," ucap Khofifah menutup arahannya.

(Editor: Wisata)

Konten Terkait
  • Kronologi Penangkapan Admin "TheKerupuk" gara-gara Meme, Diadang 10 Orang Saat Mau Makan
  • OJK Bantah Isu Berobat Pakai Asuransi Wajib Bayar 10 Persen, Ini Aturan Terbarunya
  • Bukan Flare, Penyebab Kebakaran TPA Benowo Surabaya Masih Diselidiki
  • Kini Pakai Rompi Pink, Don Ritto Resmi Ditahan Kejagung
  • 200 Kata-Kata Motivasi untuk Diri Sendiri agar Semangat dan Pantang Menyerah
  • Astrolog Sebut 4 Zodiak yang Paling Beruntung di Akhir Juli 2026, Ada Leo
  • Frenkie de Jong Cedera, Hansi Flick Siap Coba 6 Pemain Muda Barcelona
  • Menjemput Sehat dari Rumah-rumah Warga di Jember...
Konten Rekomendasi
  • Kenapa Pintu Masuk Museum Bahari Jakarta Terlihat Pendek?
  • Buntut Kecelakaan Maut, Sejumlah U-turn Ilegal di Jalur Pantura Indramayu Segera Ditutup
  • 3 Kapal di Muara Angke Terbakar, Polisi Selidiki Penyebabnya
  • Dari Pesantren untuk Kemandirian Ekonomi, Kiprah Thohir Yasin Bangun Ekosistem Bisnis Syariah di Lombok
  • Pemerintah Falkland Ikut Kecam Argentina, Minta FIFA Jatuhkan Sanksi
  • PM Israel Dukung Argentina di Final Piala Dunia, Sebut Presiden Milei Sahabat