Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Mengobrol dengan Orang Asing Bisa Kurangi Rasa Kesepian, Ini Kata Psikolog!

Mengobrol dengan Orang Asing Bisa Kurangi Rasa Kesepian, Ini Kata Psikolog

Waktu: 2026-08-04 18:04:01 Sumber: Juniki Penulis: Teknologi Dibaca: 878x

Psikolog Harry Cohen mengatakan bahwa interaksi sosial sederhana dengan orang yang tidak memiliki hubungan dekat, memiliki manfaat psikologis yang nyata.

Menurutnya, percakapan singkat dapat merangsang pelepasan hormon dopamin dan oksitosin yang berperan dalam menciptakan perasaan senang, nyaman, dan terhubung dengan orang lain.

"Semakin sering kita mempraktikkan kebiasaan ini, semakin mudah pula kita membangun hubungan sosial dan mengurangi kecemasan saat berinteraksi," ujar Cohen dikutip dari Verywell Mind, Sabtu (18/7/2026).

Manfaat bagi kesehatan mental

Selain membantu mengurangi rasa kesepian, membiasakan diri berinteraksi dengan orang lain juga dapat memberikan berbagai manfaat psikologis, seperti:

meningkatkan suasana hati;mengurangi kecemasan sosial;melatih kemampuan berkomunikasi;meningkatkan rasa percaya diri;memperkuat rasa memiliki terhadap lingkungan sekitar.

Interaksi kecil yang dilakukan secara konsisten dapat membantu seseorang membangun jaringan sosial yang lebih luas.

Pada akhirnya, hal ini berkontribusi terhadap kesehatan mental dan kualitas hidup secara keseluruhan.

Tips berani berbicara dengan orang asing

Cohen menyarankan agar kebiasaan ini dimulai dari hal-hal kecil yang mudah dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.

Misalnya, tersenyum kepada tetangga, menyapa petugas keamanan, mengucapkan terima kasih kepada kasir, atau menawarkan bantuan kepada seseorang yang tampak kesulitan.

Meski tampak sederhana, tindakan tersebut dapat menjadi investasi jangka panjang bagi kesehatan mental karena membantu mengurangi isolasi sosial dan memperkuat rasa keterhubungan dengan sesama.

Meski demikian, penting untuk tetap menghormati batasan orang lain.

Tidak semua orang sedang berada dalam kondisi yang nyaman untuk berbincang.

Karena itu, perhatikan bahasa tubuh dan respons lawan bicara.

Jika mereka tampak tidak ingin melanjutkan percakapan, akhiri interaksi dengan sopan tanpa memaksakan komunikasi.

(Editor: Bisnis)

Konten Terkait
  • Kasus Santri Terbakar di Lombok Tengah, 2 Tersangka Diperiksa Polda NTB
  • Prabowo Ungkap Indonesia Setop Impor Solar Mulai Juli 2026
  • 3 Tahun Stroke, Bugira Tak Pernah Kontrol Kesehatan karena Kendala Jarak dan Biaya
  • 7 Ide Meal Prep di Bawah Rp 200.000 untuk Seminggu, Cocok untuk Pemula
  • Dua King Kobra Ditemukan Emak-emak Saat Sedang Kawin di Jonggol, Keduanya Mati Setelah Dievakuasi
  • Merasa Jengkel Aliran Sungai Citaringgul Dikotori, Puluhan Emak-emak di Babakan Madang Turun Gunung
  • TNI AL Buka 3.110 Hektare Lahan Kedelai Baru untuk Dukung Pengurangan Impor
  • Road Show E-Sports Kapolri Cup 2026 di Polda Kepri, Ajang Lahirkan Atlet Berprestasi
Konten Rekomendasi
  • Gedung Putih Bela Argentina Soal Spanduk Malvinas di Piala Dunia
  • KPK Dorong Negara Biayai APK Peserta Pemilu
  • Hari Pertama Sekolah, Gubernur Lampung Pastikan MBG Berjalan Lancar
  • DPRD Jabar Tolak Wacana SPP di Sekolah Negeri, Pendidikan Gratis 12 Tahun Harus Dijamin Negara
  • Daftar 8 SD Negeri di Sragen yang Bakal Dilebur pada 2026
  • Bentrok di Adonara NTT: 3 Orang Tewas, 5 Luka, 20 Rumah Terbakar