Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Jerman Waspadai Daftar Mati 13 Tokoh Dunia yang Dirilis Media Iran!

Jerman Waspadai Daftar Mati 13 Tokoh Dunia yang Dirilis Media Iran

Waktu: 2026-08-04 18:06:45 Sumber: Juniki Penulis: Hiburan Dibaca: 272x

Surat kabar Iran Hamshahri menerbitkan daftar berisi 13 politisi internasional yang disebut sebagai "buronan" atas kematian Pemimpin Tertinggi Iran sebelumnya, Ali Khamenei, disertai pernyataan bahwa para politisi tersebut akan "membayar dengan harga tertinggi." Di antara mereka terdapat Kanselir Jerman Friedrich Merz dari Partai Demokrat Kristen .

Hamshahri merupakan koran berhaluan ultrakonservatif yang menjangkau hingga dua juta pembaca per hari.

Selain Merz, daftar tersebut juga memuat nama Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Presiden Prancis Emmanuel Macron, dan Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni, serta sejumlah pemimpin lainnya. Dalam sebuah ilustrasi, seluruh tokoh digambarkan mengenakan seragam tahanan berwarna oranye seperti yang lazim digunakan di AS.

Sejak Februari, sejumlah negara Eropa mendukung perang Iran, termasuk dengan mengizinkan pesawat militer AS melintasi wilayah udara, atau menggunakan pangkalan militer. Namun begitu, Italia menolak permintaan Washington untuk menyediakan fasilitas transit bagi pesawat pembomnya.

Setelah serangan AS dan Israel terhadap Iran dimulai pada awal Maret, Merz mengatakan bahwa pemerintah Jerman memahami rasa lega yang dirasakan banyak warga Iran, karena nasib Republik Islam yang di ujung tanduk.

Saat itu dia menyatakan, "Kami memiliki kepentingan yang sama dengan AS dan Israel untuk mengakhiri teror rezim ini serta menghentikan program persenjataan nuklir dan rudal balistiknya."

Namun hingga kini, rezim Republik Islam Iran masih tetap berkuasa. Tewasnya Ayatollah Ali Khamenei pada tahap awal kampanye militer gagal memicu keruntuhan. Putranya, Mojtaba Khamenei, kemudian ditunjuk sebagai penerus. Dalam pernyataan tertulis, Mojtaba berjanji akan melakukan "pembalasan" atas kematian ayahnya.

Dalam artikel daring yang diterbitkan pekan lalu, Hamshahri menulis, "Pembalasan tidak dapat dihindari. Para penjahat akan membawa keinginan mereka untuk mati dengan damai ke liang kubur."

Artikel tersebut tidak dimuat dalam edisi cetak Hamshahri pada hari Minggu dan telah dihapus dari situs web surat kabar tersebut pada awal pekan ini.

Meski demikian, pejabat pemerintah Jerman maupun Partai Hijau menyatakan keprihatinan atas ancaman tersebut.

Ketua Komite Pengawas Intelijen Bundestag, Marc Henrichmann, mengatakan, "Kita harus mengasumsikan bahwa dinas intelijen Iran juga sedang merencanakan serangan di Eropa."

Lembaga keamanan Jerman secara khusus mengkhawatirkan penggunaan apa yang disebut sebagai "agen sekali pakai" , yakni individu yang direkrut hanya untuk melaksanakan satu aksi serangan.

Juru bicara kebijakan dalam negeri Fraksi Partai Demokrat Sosial , Sebastian Fiedler, menyampaikan kekhawatiran serupa kepada surat kabar Die Welt. Menurutnya, tingkat ancaman saat ini sudah tinggi dan perkembangan terbaru semakin memperkuat penilaian tersebut.

Ia menilai situasi saat ini berpotensi menyulut kelompok ekstremis dan memobilisasi pelaku tunggal."

Meski demikian, banyak politisi juga menegaskan bahwa Kanselir Friedrich Merz telah berada di bawah pengamanan yang sangat ketat sehingga belum diperlukan peningkatan langkah-langkah keamanan tambahan.

Wakil Presiden Bundestag dari Partai Hijau, Omid Nouripour, yang lahir di Iran, mengatakan kepada DW, "Di Jerman, kami telah berkali-kali mengalami terorisme yang diekspor oleh negara Iran. Surat kabar itu tidak mungkin bisa menerbitkan ancaman pembunuhan tersebut tanpa persetujuan sensor jika rezim tidak menghendakinya. Karena itu kita harus menganggap ancaman ini serius. Ketika sebuah rezim menargetkan kepala pemerintahan kita, itu merupakan tindakan permusuhan dan harus diperlakukan demikian."

Sementara itu, pemerintah Jerman merespons dengan sangat hati-hati. Dalam konferensi pers rutin pada hari Senin, wakil juru bicara pemerintah Steffen Meyer hanya mengatakan bahwa pemerintah telah mengetahui ancaman tersebut dan menolak memberikan komentar lebih lanjut.

Meski demikian, para pakar keamanan tidak menutup kemungkinan adanya aktivitas teror yang berkaitan dengan Iran di Jerman.

Otoritas Jerman memperkirakan terdapat sekitar 180 orang di negara itu yang bekerja atas nama Korps Garda Revolusi Iran atau badan intelijen Iran.

Menjawab pertanyaan dari portal Euractiv pada Mei lalu, Kantor Federal untuk Perlindungan Konstitusi , badan intelijen dalam negeri Jerman, menyatakan bahwa dinas intelijen Iran telah lama siap melakukan tindakan yang setara dengan terorisme negara.

Menurut BfV, "Tindakan tersebut mencakup segala hal, mulai dari ancaman terhadap individu tertentu hingga pengumpulan intelijen untuk merencanakan kemungkinan serangan."

BfV juga menyatakan bahwa aparat keamanan Iran saat ini telah melemah secara signifikan akibat serangan militer yang terus berlangsung di negara tersebut. Namun, terdapat kekhawatiran bahwa Teheran dapat kembali mengalihkan aktivitasnya ke luar negeri setelah tekanan terhadap rezim mereda, misalnya setelah perang secara resmi berakhir.

Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris Diadaptasi oleh Rahka Susanto Editor: Rizki Nugraha

Lihat juga Video: Detik-detik Drone Iran Hantam Gudang di Kuwait

[Gambas:Video 20detik]

(Editor: Pendidikan)

Konten Terkait
  • Prabowo Bicara Pangkas Anggaran Pertahanan, Legislator: APBN untuk Rakyat
  • Di Balik Gugurnya Serda Hengki, Kakak Kenang Cita-cita Jadi Tentara Sejak SMA
  • Dapur Serba Putih Mulai Membosankan? Ini Tren yang Lebih Dramatis
  • Terlibat Begal Motor, Pelajar SMP di Cianjur Ditangkap
  • Satgas Unesa Ungkap 26 Korban Kekerasan Seksual: 22 Mahasiswa, 4 Dosen
  • Pengamat: Kelangkaan BBM di Sumut Bisa Meluas jika Cadangan Nasional Menipis
  • Prajurit Korban Ledakan Gudang Amunisi Madiun Dirujuk ke Surabaya
  • Pertalite Eceran di Medan Tembus Rp 25.000 per Botol, Ini Kata Pertamina
Konten Rekomendasi
  • Saut Sebut Ada Pesan Tersirat Prabowo Agar KPK Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah
  • Cara Nonton Perancis Vs Inggris di Piala Dunia 2026 via Live Streaming dan TVRI, Kickoff 04.00 WIB
  • United Kenalkan Industri Motor Listrik Nasional ke Dunia Pendidikan
  • Nama Bayi Muhammad MBG Subianto Jadi Evaluasi Disdukcapil Wonosobo, Akta Masih Bisa Diurus 60 Hari
  • Gubsu Bobby Penuhi Janji Berkantor di Nias 3 Bulan, Dimulai Rabu Pekan Ini
  • "Suami Saya Berangkat dan Pulang Kerja Enggak Mandi", Cerita Warga Koceak Tangsel Dilanda Kekeringan