Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs BP dan ConocoPhillips Siap Gelontorkan Investasi Miliaran Dollar AS ke Irak!

BP dan ConocoPhillips Siap Gelontorkan Investasi Miliaran Dollar AS ke Irak

Waktu: 2026-09-19 06:35:52 Sumber: Juniki Penulis: Kesehatan Dibaca: 661x

Perdana Menteri Irak Ali Al Zaidi dijadwalkan bertemu pejabat tinggi Pemerintah AS dan para eksekutif perusahaan energi dalam forum tersebut.

Pertemuan bisnis itu diperkirakan menghasilkan lebih dari 60 miliar dollar AS dalam bentuk perjanjian dan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) antara perusahaan asal AS dan Pemerintah Irak.

Sumber yang sama menyebut investasi dari BP, ConocoPhillips, dan sejumlah perusahaan lain diperkirakan mencapai miliaran dollar AS, bahkan berpotensi menembus puluhan miliar dollar AS. Nilai investasi masing masing perusahaan belum diungkapkan.

Kesepakatan tersebut menjadi bagian dari strategi AS memperbesar investasi di sektor energi Irak, meningkatkan produksi minyak negara itu, serta mendiversifikasi jalur ekspor energi.

Langkah itu dinilai penting karena Selat Hormuz masih menjadi salah satu jalur utama perdagangan minyak dunia. Sebelum konflik terbaru di kawasan, sekitar 20 persen perdagangan minyak global melintasi selat tersebut. Jalur itu kembali menjadi sorotan setelah ketegangan antara AS dan Iran meningkat.

BP sendiri telah beroperasi di Irak selama hampir satu abad. Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan itu berfokus mengembangkan ladang minyak Rumaila, salah satu ladang minyak terbesar di dunia.

Pada 2025, BP juga menyelesaikan kesepakatan dengan Pemerintah Irak untuk mengembangkan kembali sumber daya minyak dan gas di Kirkuk. Proyek tersebut mencakup wilayah Baba dan Avanah di Ladang Kirkuk, serta ladang Bai Hassan, Jambur, dan Khabbaz.

Irak juga terus menarik investasi dari perusahaan energi global untuk meningkatkan produksi minyak dan gas, sekaligus mempercepat pengembangan cadangan gas alam.

Pada Kamis (16/7/2026), Ali Al Zaidi bertemu dengan perwakilan Halliburton, Shell, Honeywell, Weatherford, dan Baker Hughes di Houston.

Menurut keterangan resmi kantor Perdana Menteri Irak, pertemuan itu membahas peluang investasi, alih teknologi, serta keterlibatan perusahaan perusahaan tersebut dalam proyek energi berskala besar di Irak.

(Editor: Bisnis)

Konten Terkait
  • Berapa Harga Rumah Subsidi Sesuai Aturan Terbaru?
  • Jukir Queen City Semarang Viral Minta Bayaran Dua Kali, Dishub Buka Suara
  • Di Balik Gugurnya Serda Hengki, Kakak Kenang Cita-cita Jadi Tentara Sejak SMA
  • Baju Biru Dongker Cocok dengan Jilbab Warna Apa? Ini 43 Kombinasinya
  • Gangguan Layanan Air PAM Semestinya Diikuti Diskon Tagihan Pelanggan
  • Sejumlah Lajur Tol Jakarta-Tangerang Ditutup hingga 27 Juli
  • Presiden Israel Blak-blakan Ingin Damai dengan Arab Saudi, Bawa-bawa Nama MBS
  • Pilih BBM Sesuai Pabrikan: Hindari Kerugian Jangka Panjang Mesin
Konten Rekomendasi
  • Arus Lalu Lintas Macet Akibat Banjir di Pekanbaru, Polisi Bantu Warga Dorong Motor Mogok
  • Israel Ubah Status Buaya, Kini Bisa Digunakan untuk Cegah Tahanan Kabur
  • Segini Banyak Hadiah Uang untuk Juara Piala Dunia 2026
  • Jadwal Final Piala Dunia 2026 Spanyol Vs Argentina Pukul 02.00 WIB, Ini Cara Nontonnya di TVRI dan Live Streaming
  • Mimpi Inggris ke Final Piala Dunia Kandas Usai Ditaklukkan Argentina
  • Jadwal Final SEA V Cup 2026: Indonesia Ditantang Finalis Baru Kamboja