Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Ketua Komisi III DPR-K Manokwari Apresiasi Polda Papua Barat karena Ungkap PETI di Waserawi!

Ketua Komisi III DPR-K Manokwari Apresiasi Polda Papua Barat karena Ungkap PETI di Waserawi

Waktu: 2026-08-04 18:06:45 Sumber: Juniki Penulis: Otomotif Dibaca: 409x

Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPR-K) Manokwari mengapresiasi langkah Kapolda Papua Barat dan jajarannya yang berhasil ungkap pelaku pertambangan emas ilegal (PETI) di kawasan Waserawi dan juga mengamankan enam Eksavator.

Ketua Komisi III DPR-K yang membidangi Lingkungan Hidup, Abu Rumkel S.IK, mengatakan bahwa persoalan penambangan emas ilegal selama telah merusak lingkungan, apalagi para pelaku kerap menggunakan alat berat yang memperparah kawasan.

"Kami memberikan catatan apresiasi kepada Kapolda Papua Barat dan jajarannya, sebab para pelaku kerap menggunakan alat alat yang merusak lingkungan," kata Abu Rumkel yang ditemui di Manokwari, Jumat (17/7/2026).

Dia berharap Polda Papua Barat terus melakukan operasi di kawasan Waserawi atau lokasi penambangan emas ilegal agar memperkecil ruang para pelaku tambang Ilegal yang kerap datang dari luar Manokwari.

Pasalnya, Abu Rumkel menyebut, mereka hanya mencari keuntungan tetapi merusak lingkungan yang berdampak jangka panjang bagi masyarakat di Manokwari.

Selain itu, Rumkel meminta agar Kapolda dan jajarannya tidak hanya berhenti pada pelaku penambang Ilegal, tetapi juga mengejar para penada yang mengambil dan menjual Emas hasil dulang di kawasan Waserawi

"Kami berharap Polda jangan berhenti pada pelaku penambang tetapi juga mengejar para penada emas hasil dulang di kawasan Waserawi," ujarnya.

Hingga saat ini, proses mobilisasi enam unit excavator ke Mapolda Papua Barat masih berlangsung dengan pengamanan 1 pleton tambahan personel Brimob. Kasus ini ditangani lebih lanjut oleh Ditreskrimsus Polda Papua Barat.

Dirkrimsus Polda Papua Barat, Kombes Pol Darma Suwandito, mengatakan bahwa Barang bukti yang diamankan antara lain, Emas 28,3 gram, tiga Botol Merkuri, dua Alat pengaduk, dua sendok, satu alat bakar, dan tiga timbangan, serta buku catatan, alkon, karpet, selang, dan alat pendulang.

Selain itu, menurut Darma, ada lima orang yang berhasil diamankan yakni, Juhran Sahude selaku pengawas, EW (operator), R (pekerja kas), I (pekerja kas), J (pekerja kas), serta ML (koki).

"Kami masih kejar tujuh orang lainnya diduga melarikan diri, salah satunya berinisial F yang diduga sebagai pemodal," kata Darma.

(Editor: Bisnis)

Konten Terkait
  • Berlaku Agustus 2026: Daftar PT Perorangan untuk UMK Bayar Tarif Rp 50.000
  • MenPAN-RB Tulis Surat untuk Seluruh ASN: Tetap Melayani meski Tak Selalu Dilihat
  • Tegang! Lebih dari 400 Drone Ukraina Diluncurkan ke Moskow
  • Matahari Tepat di Atas Ka'bah 15-16 Juli, Menag: Momentum Pastikan Arah Kiblat
  • DLHK Banten Ungkap Biang Kerok Bikin Air di Sungai Ciujung Menghitam
  • BP MPR Gelar FGD di Padang, Bahas Amandemen UUD 45 hingga Keadilan Ekonomi
  • Blibli Gelar Promo 15 Tahun, Belanja Lebih Hemat Sesuai Kebutuhan
  • Daftar 8 SD Negeri di Sragen yang Bakal Dilebur pada 2026
Konten Rekomendasi
  • CONMEBOL Dorong Piala Dunia 2030 Diikuti 64 Tim, Apa Gagasannya?
  • Terungkap Pidato Messi Sebelum Hadapi Spanyol, Bakar Semangat Timnas Argentina
  • Serangan AS Tewaskan 50 Orang di Iran, 517 Luka-luka
  • Sejarah Candra Naya di Glodok, Pernah Jadi Sekolah hingga Tempat Kuliah
  • China Kebut Ambisi AI, Targetkan Jadi Nomor Satu Dunia Lima Tahun Lagi
  • Kapolda Flag Off Riau Bhayangkara Run 2026: Riau Melawan Karhutla