Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Kolaborasi Heri Dono dan Adelle, dari Kanvas ke Koleksi Perhiasan!

Kolaborasi Heri Dono dan Adelle, dari Kanvas ke Koleksi Perhiasan

Waktu: 2026-09-19 06:35:43 Sumber: Juniki Penulis: Wisata Dibaca: 942x

Melalui kolaborasi ini, Heri Dono menerjemahkan bahasa visual khasnya ke dalam empat karya perhiasan eksklusif berupa bros, pendant, anting, dan karya kinetik. Seluruh desain yang akan segera diluncurkan di tahun ini, mengadaptasi karakter visual yang selama ini hadir dalam lukisan dan instalasinya, dipadukan dengan ketelitian pengerjaan khas Adelle Jewellery.

Inspirasi koleksi berasal dari salah satu karya ikonik Heri Dono yang lahir menjelang era Reformasi pada 1996. Sosok bidadari yang terjebak dalam jaring menjadi metafora tentang kebebasan, harapan, dan gagasan yang kerap dibatasi ruang sosial maupun politik. 

Kini, simbol tersebut diterjemahkan ke dalam berlian dan batu mulia, menghadirkan karya yang dapat dikenakan tanpa kehilangan makna artistiknya.

Koleksi perhiasan dari Adelle JewelleryAdelle Jewellery Koleksi perhiasan dari Adelle Jewellery

Owner Adelle Jewellery, Michael Surya, mengatakan bahwa perhiasan tidak lagi dipandang sekadar sebagai pelengkap penampilan, melainkan sebagai karya seni yang memiliki cerita dan identitas budaya yang kuat. 

Menurutnya, kolaborasi bersama Heri Dono menjadi langkah awal untuk membawa budaya Indonesia ke panggung internasional melalui bahasa desain yang universal. 

"Kami ingin menghadirkan sebuah karya seni yang dapat dipakai, diwariskan, sekaligus membawa cerita Indonesia kepada dunia. Tantangannya adalah menerjemahkan karakter visual Heri Dono yang sangat kuat ke dalam bentuk yang tetap elegan, fungsional, dan relevan bagi perempuan maupun laki-laki," kata Michael Surya, di acara yang sama.

Sementara itu, General Manager G3N Project Andry Ismaya Permadi menilai, kolaborasi lintas disiplin seperti ini menjadi masa depan ekosistem seni Indonesia.

Menurutnya, seni tidak lagi hidup di ruang galeri semata, melainkan harus mampu berdialog dengan industri kreatif lain agar dapat menjangkau publik yang lebih luas tanpa kehilangan kedalaman gagasannya.

"Seni memiliki kemampuan untuk menghubungkan disiplin yang berbeda dan menciptakan nilai kebaruan. Ketika seniman, brand, dan ekosistem kreatif bekerja bersama, yang lahir bukan hanya sebuah produk, tetapi sebuah warisan budaya yang relevan dengan zaman," ujar Andry.

(Editor: Otomotif)

Konten Terkait
  • Lu Punya Otak, Enggak?
  • 5.000 Batang Ganja di Temukan di Yahukimo Papua, Pelaku Diburu
  • Dedi Mulyadi Harap Tunggakan DBH Rp 1,2 T untuk Jabar Segera Direalisasikan Pusat: Dibayarkan atau Tidak
  • Nagita Slavina Cari Talenta Muda Berbakat dari Cabor Basket
  • Diresmikan Prabowo, Konstruksi Proyek Abadi Masela di Maluku Dimulai
  • Kebakaran di Pabrik Sandal Tangerang, 1 Pegawai Alami Sesak Napas
  • Singapura Jadi Tempat Belajar Antikorupsi Kepala Daerah RI, Bagaimana Rekam Jejaknya?
  • Di Lanud Malang, Prabowo Resmikan Panen Raya Serentak 43 Titik Se-Indonesia
Konten Rekomendasi
  • Roy Suryo Minta Hakim Batalkan Status Tersangka, Klaim Tak Pernah Manipulasi Ijazah Jokowi
  • Kortas Tipikor Polri Tetapkan 3 Tersangka Korupsi Modal Terkait Batu Bara
  • Rapat bersama Komisi II, Mendagri Paparkan Kinerja Anggaran Kemendagri yang Tetap Optimal di Tengah Efisiensi
  • Jalan Kaki Menyusuri Sunda Kelapa
  • Ketum KOI Harap Prestasi Anggie Intania Chalik Picu Kebangkitan Tinju Indonesia
  • Eri Cahyadi Sidak Kuliner Malam di Jalan Kedungdoro, Minta Tempat Parkir Dipindah