Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Transaksi KDMP di Jatim Tembus Rp 21 Miliar, Khofifah Targetkan Tingkatkan Produktivitas!

Transaksi KDMP di Jatim Tembus Rp 21 Miliar, Khofifah Targetkan Tingkatkan Produktivitas

Waktu: 2026-08-04 18:05:22 Sumber: Juniki Penulis: Teknologi Dibaca: 432x

Provinsi Jawa Timur (Jatim) mencatat nilai transaksi operasional Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebesar Rp 21.643.511.079 per Jumat (17/7/2026).

Angka tersebut tertinggi di antara seluruh provinsi di Indonesia. Sementara nilai transkrip KDMP nasional sebesar Rp 56.800.611.996.

Berdasarkan data di Simkopdes, total KDMP yang beroperasi di Jawa Timur sebanyak 8.494 gerai. Dari ribuan gerai, produk yang paling tinggi mencetak transaksi yakni pupuk NPK Phonska dan pupuk urea N 46 persen.

Menurut Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, capaian tersebut menjadi indikator bahwa koperasi bukan hanya telah terbentuk secara kelembagaan, tetapi mulai menjalankan fungsi ekonomi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Tingginya nilai transaksi ini menandakan aktivitas ekonomi di tingkat desa telah mulai bergerak dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat,” kata Khofifah, Jumat.

Khofifah Targetkan KDMP Lebih Produktif

Saat ini, proses pembangunan gerai KDMP di Jawa Timur mencapai 84,11 persen. Tetapi, menurut Khofifah, tantangannya bukan lagi membentuk koperasi tetapi memastikan koperasinya berkembang.

“Target kita bukan hanya banyak koperasinya, tetapi koperasinya benar-benar hidup, produktif, dan mampu menjadi motor penggerak ekonomi desa,” ungkapnya.

Dia menegaskan, KDMP yang sudah beroperasi di setiap desa atau kelurahan di Jawa Timur, harus bisa memperkuat ekonomi warga sekitar. Tidak hanya gerainya, warganya juga harus diberdayakan.

“Koperasi harus hadir memperkuat UMKM, memperlancar distribusi kebutuhan masyarakat, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan warga desa," katanya.

Khofifah juga menekankan bahwa keberadaan KDMP harus dibangun melalui kolaborasi dengan pelaku usaha lokal, termasuk UMKM, BUMDes, kelompok tani, kelompok nelayan, hingga pelaku ekonomi kreatif.

“Sehingga tercipta ekosistem ekonomi yang saling menguatkan, bukan saling bersaing,” ujar mantan Menteri Sosial tersebut.

Khofifah optimistis capaian transaksi tersebut akan terus meningkat seiring semakin optimalnya operasional koperasi di seluruh desa dan kelurahan di Jawa Timur.

(Editor: Pendidikan)

Konten Terkait
  • Daftar 4 SD Negeri di Demak yang Terima Murid Baru di Bawah 5 Anak
  • Taj Yasin Pastikan TMMD Jangkau Desa Terpencil-Buka Peluang Ekonomi
  • Banjir Bandang Tapanuli Tengah, Warga Mengungsi di Gereja, Dapur Umum Mulai Didirikan
  • Pencarian Hari Ke-empat Belum Membuahkan Hasil, 25 Korban KM Nurul Salsa Masih Hilang
  • KPK Amankan Total 19 Orang dalam OTT Bupati Lombok Barat
  • 4 Fakta Bos Perusahaan Tewas Tertembak di Hotel Mewah Jaksel
  • KPK Dalami Komunikasi Anggota BPK Bobby dan Angga Terkait Suap Audit Muara Enim
  • Polisi Usut Kasus Dugaan Pelecehan Seksual 10 Mahasiswi USU
Konten Rekomendasi
  • Eks Kepala PPATK Nilai Indikasi TPPU di Kasus Febrie Adriansyah Cukup Kuat
  • Soal Mahasiswi Gagal Temui Dedi Mulyadi, Pemkab Solok Selatan Siap Bantu Rachmi
  • BPJPH Tegaskan Visi Besar Prabowo Jadikan Halal Kekuatan Ekonomi Dunia
  • Banyuwangi Jadi Inspirasi Pengelolaan Wisata Bahari di ASEAN
  • Tersangka Korupsi Haji Asrul Azis Praperadilan Lagi, KPK Bilang Begini
  • Matahari Tepat di Atas Ka'bah 15-16 Juli, Menag: Momentum Pastikan Arah Kiblat