Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Tangis Haru Warnai Penutupan MPLS di Banyumas, Siswa Sungkem dan Basuh Kaki Orangtua!

Tangis Haru Warnai Penutupan MPLS di Banyumas, Siswa Sungkem dan Basuh Kaki Orangtua

Waktu: 2026-08-04 18:05:45 Sumber: Juniki Penulis: Olahraga Dibaca: 309x

Kepala SMP Negeri 4 Kedungbanteng, Durotun Nasikhin mengatakan, rangkaian MPLS bertujuan membantu siswa baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah, mulai dari mengenal fasilitas, tata tertib, hingga budaya sekolah.

"MPLS ini untuk menumbuhkan motivasi, semangat belajar, serta karakter positif seperti disiplin, tanggung jawab, dan kerja sama, sekaligus membangun hubungan yang baik antara siswa baru dengan guru, tenaga kependidikan, dan teman sekelas," kata Durotun kepada wartawan, Jumat.

Ia menjelaskan, prosesi sungkeman menjadi pembeda pada penutupan MPLS tahun ini.

Rasa terima kasih dan memohon doa restu

Melalui kegiatan tersebut, siswa diajak menyampaikan rasa terima kasih sekaligus memohon doa restu kepada orangtua sebelum memulai perjalanan belajar di jenjang SMP.

Suasana haru terlihat ketika para siswa bersimpuh di hadapan orangtua mereka. Tidak sedikit orangtua yang memeluk anaknya dan menangis sambil memberikan doa.

Selain sungkeman, para siswa juga membasuh kaki orangtua menggunakan air yang diberi taburan bunga sebagai simbol penghormatan, bakti, dan rasa syukur atas perjuangan orangtua membesarkan mereka.

"Kegiatan mencuci kaki orangtua menggunakan air bunga menjadi simbol penghormatan, bakti, dan rasa syukur anak kepada orangtua yang telah menjadi perantara perjuangan dan kasih sayang dalam kehidupan mereka," ujar Durotun.

Pelepasan balon warna-warni

Panitia kegiatan, Ailys Fauziah, menambahkan, penutupan MPLS juga diisi dengan pelepasan balon warna-warni yang telah ditulisi cita-cita dan harapan para siswa.

"Balon yang diterbangkan menjadi simbol semangat para siswa untuk belajar, berprestasi, dan menggapai cita-cita di masa depan," kata Ailys.

Menurutnya, rangkaian kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan mengenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga menanamkan nilai-nilai karakter, seperti menghormati orangtua, bersyukur, disiplin, dan memiliki semangat meraih impian.

Salah seorang orangtua siswa, Lida, mengaku terharu mengikuti prosesi tersebut.

"Ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi saya sebagai orangtua dan juga bagi anak saya," ujarnya.

(Editor: Wisata)

Konten Terkait
  • Rapat Paripurna DPRD Sumut Banyak Kursi Kosong, Pimpinan OPD Ramai-ramai Absen
  • Pengeluaran Gen Z Jakarta Tembus Rp 11,9 Juta, PayLater Jadi Penolong atau Beban?
  • Tanpa Ariel NOAH, Peterpan Sukses Bikin Nostalgia di Hadapan 5.000 Penonton Malaysia
  • Tanpa Messi, Timnas Argentina Pulang Usai Gagal Juarai Piala Dunia
  • Polisi Sita 19 Barang Bukti Kasus Ledakan di MAN 3 Padang, Ada 3 Bom Aktif Dimusnahkan
  • Revitalisasi Keraton Solo Sasar Museum: Penataan Ruang Pamer Dibuat Berstandar Internasional
  • Rumah Argentina Berdiri di Pesisir Polewali Mandar, Kisah Fanatisme Yusuf untuk Tim Tango
  • Pengunjung Nilai Konser Akbar Monas Jadi Sarana Kenalkan Budaya ke Anak
Konten Rekomendasi
  • Kajian Teknis Pelican Crossing di JPO Tendean yang Ditabrak Truk Segera Rampung
  • Gerakan Ayah Antar Anak Sekolah di Tengah Fenomena Fatherless
  • Lestarikan Peradaban Leluhur, Gubernur Bobby Berkomitmen Revitalisasi Situs Tetegewo
  • NotebookLM Resmi Berganti Nama, Kini Masuk Keluarga Gemini
  • Halte Kebon Sirih Arah Kota Akan Ditutup 3 Hari, TJ Siapkan Alternatif
  • BPDP Pastikan Dana Program B50 Aman, Kebutuhan Tahun Ini Diperkirakan Rp 32,3 Triliun