Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Amukan Topan Bavi Kian Dekat, 900 Ribu Orang Mengungsi di China!

Amukan Topan Bavi Kian Dekat, 900 Ribu Orang Mengungsi di China

Waktu: 2026-08-04 18:04:27 Sumber: Juniki Penulis: Wisata Dibaca: 897x

Lebih dari 900.000 orang telah mengungsi dari rumah-rumah mereka di China, seiring topan dahsyat, Topan Bavi semakin mendekati wilayah negara tersebut.

Cuaca ekstrem telah menyebabkan kerusakan parah di China selatan dan tengah minggu ini, dengan badai yang menewaskan sedikitnya 39 orang dan menyebabkan puluhan sungai meluap serta bendungan jebol.

Dilansir kantor berita AFP, Sabtu , Topan Bavi diperkirakan akan mendarat pada Minggu pagi di sekitar Wenzhou, sebuah kota metropolitan berpenduduk hampir 10 juta jiwa di provinsi Zhejiang, China bagian timur. Pemerintah kota tersebut mengatakan 887.801 orang telah dievakuasi dari rumah mereka hingga Jumat malam waktu setempat.

"Mobilisasi proaktif dan menyeluruh dilakukan sepenuhnya untuk berjaga-jaga terhadap skenario terburuk," kata otoritas Wenzhou dalam sebuah pernyataan.

Warga menggunakan kayu untuk memperkuat penutup logam yang melindungi toko-toko dan menempelkan selotip pada jendela. Topan Bavi diperkirakan akan membawa "hujan lebat yang luar biasa" ke Zhejiang bagian timur dan provinsi Fujian bagian timur laut.

Sementara di Taiwan, jalan-jalan sebagian besar sepi di Taiwan utara, di mana sebagian besar bisnis tutup untuk hari kedua karena angin dan hujan menerpa wilayah tersebut.

Lebih dari 14.000 orang telah dievakuasi dari rumah mereka, ratusan penerbangan dibatalkan, dan lebih dari 170.000 rumah tangga di seluruh Taiwan mengalami pemadaman listrik akibat Topan Bavi.

"Semua orang takut akan cuaca buruk dan memilih untuk tetap di dalam rumah, tetapi saya hanya keluar karena ada pesanan," kata seorang pemilik warung sarapan bernama Tsai kepada AFP di kota pelabuhan Keelung, Taiwan.

"Beberapa orang sedang bertugas dan tidak akan punya makanan, jadi saya masih perlu mengantarkan makanan kepada mereka," kata pria berusia 50 tahun itu.

Badai Bavi diturunkan statusnya menjadi topan saat melintasi Samudra Pasifik setelah menghantam Guam dan Kepulauan Mariana Utara pada hari Senin sebagai topan super.

Kecepatan angin maksimumnya melambat menjadi 137 kilometer per jam, dengan hembusan sekitar 173 km/jam, pada hari Sabtu , menurut Badan Meteorologi Pusat Taiwan .

Sementara di Filipina, jumlah korban tewas akibat tanah longsor dan insiden lain yang dipicu oleh hujan lebat akibat Topan Bavi, telah meningkat menjadi 18 orang, sebagian besar di pulau Mindanao, Filipina selatan.

Hampir 11.000 orang di seluruh kepulauan tersebut mengungsi dari rumah mereka dan puluhan pelabuhan tetap ditutup, dengan 313 kapal berlindung.

[Gambas:Video 20detik]

(Editor: Bisnis)

Konten Terkait
  • Erika Lulus S1 Tanpa Skripsi Berkat Inovasi Belajar Matematika lewat Tari Kembang Kahyangan
  • Reaksi PKB ke Gus Yahya yang Sebut Cak Imin Tak Pernah Jadi Pengurus NU
  • Polres Bogor Bongkar 74 Kasus Narkoba, Sita 3 Kg Sabu hingga 1.193 Pil Ekstasi
  • 8 Makanan yang Sering Lupa Dicuci, Padahal Penting untuk Kesehatan
  • Jadwal Kedatangan Mariano Peralta di Persib Jelang Piala Presiden 2026
  • Mojtaba Khamenei Respons Trump Usai Disebut Tewas, Ejek AS Setan Besar
  • Buntut Kecelakaan Maut, Sejumlah U-turn Ilegal di Jalur Pantura Indramayu Segera Ditutup
  • Bukan Flare, Penyebab Kebakaran TPA Benowo Surabaya Masih Diselidiki
Konten Rekomendasi
  • Bupati Agam: Trase Baru Tol Sicincin-Bukittinggi Akan Dibahas Lagi jika Ditolak Masyarakat
  • Tak Cuma Warga, Gerobak Sampah di Jaksel Juga Wajib Pilah Sampah
  • Timur Tengah Terus Memanas Bikin Saudi Borong Senjata AS
  • Legenda Inggris Geoff Hurst Sebut Harry Kane Penyerang Terhebat Sepanjang Sejarah
  • Dapur Serba Putih Mulai Membosankan? Ini Tren yang Lebih Dramatis
  • Polda Metro Hormati Putusan PN Jaksel Tolak Praperadilan Kedua Roy Suryo