Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Persela Mulai Hilirisasi Lini Bisnis Usai Lolos Uji Kelayakan Stadion!

Persela Mulai Hilirisasi Lini Bisnis Usai Lolos Uji Kelayakan Stadion

Waktu: 2026-09-19 06:29:56 Sumber: Juniki Penulis: Pendidikan Dibaca: 818x

LAMONGAN, KOMPAS.com – Langkah revolusioner diambil oleh manajemen Persela Lamongan dalam membangun ekosistem sepak bola modern di Kota Soto.

Melalui peluncuran brand apparel mandiri bernama Octagon di Stadion Surajaya pada Minggu (19/7/2026), Laskar Joko Tingkir resmi memulai era baru kemandirian finansial klub melalui strategi hilirisasi bisnis merchandise.

Momentum ini kian krusial mengingat Stadion Surajaya baru saja dinyatakan lolos verifikasi kelayakan untuk menggelar laga kompetisi Pegadaian Championship atau Liga 2 Championship musim ini.

Kehadiran Octagon, yang ditandai dengan peluncuran jersei training kit, diproyeksikan menjadi mesin pencetak uang utama bagi manajemen di tengah kembalinya Persela ke rumah sendiri yang kini berstandar internasional.

Direktur Bisnis Persela, Praditya Adytia, menegaskan bahwa pengelolaan apparel secara mandiri bukan lagi bermitra dengan pihak ketiga merupakan langkah serius klub untuk melepaskan diri dari ketergantungan finansial model lama.

Langkah revolusioner diambil oleh manajemen Persela Lamongan dalam membangun ekosistem sepak bola modern di Kota Soto melalui peluncuran brand apparel mandiri bernama Octagon di Stadion Surajaya pada Minggu (19/7/2026).KOMPAS.com/Eko Nur Syahputro Langkah revolusioner diambil oleh manajemen Persela Lamongan dalam membangun ekosistem sepak bola modern di Kota Soto melalui peluncuran brand apparel mandiri bernama Octagon di Stadion Surajaya pada Minggu (19/7/2026).

Finansial Persela kini ditargetkan disokong langsung dari perputaran ekonomi suporter.

"Kami sangat serius untuk menjadikan bisnis apparel ini sebagai lini bisnis yang berkontribusi nyata bagi finance Persela. Keuntungan dari Octagon akan mengalir langsung untuk kebutuhan operasional tim dan pengembangan ekosistem sepak bola Lamongan," tutur Praditya di Stadion Surajaya, Minggu (19/7/2026).

Demi menjamin produk lokal ini mampu bersaing di pasar nasional, manajemen Persela menunjuk Fajar Yerusalem, desainer spesialis apparel olahraga kenamaan di Indonesia.

Sentuhan kreatif Fajar diharapkan dapat memadukan estetika modern industri olahraga global dengan nilai-nilai historis kebanggaan masyarakat Lamongan.

Langkah ini dirasa logis mengingat pasar potensial yang dimiliki Persela sangat masif.

Untuk musim ini saja, manajemen menaruh target yang cukup optimistis, yakni angka penjualan di kisaran 35.000 hingga 45.000 produk di pasar suporter.

Kendati demikian, manajemen menyadari tantangan terbesar dalam bisnis retail olahraga terletak pada rantai pasok.

Praditya mengakui bahwa pada musim-musim sebelumnya, sistem pendistribusian produk resmi klub dinilai belum maksimal dan kerap menyulitkan suporter di luar daerah untuk mengakses produk asli.

"Kami mengevaluasi kekurangan yang lalu. Pembelian produk Octagon kini bisa diakses lewat official store maupun online. Namun yang paling penting, saat ini kami tengah membentuk saluran distribusi (distribution channel) baru yang lebih terintegrasi," kata Praditya.

Langkah investasi pada sektor retail dan kanal distribusi ini dinilai sebagai bentuk hilirisasi industri sepak bola yang tepat guna.

Dengan menguasai rantai bisnis dari hulu (desain dan produksi) hingga ke hilir (distribusi dan toko resmi), margin keuntungan yang didapat klub akan jauh lebih optimal.

Strategi korporasi klub ini pun mendapatkan dukungan penuh dari barisan suporter setia, LA Mania.

Frans, perwakilan suporter Persela, menyatakan bahwa para pencinta klub sudah berkomitmen untuk memborong jersei resmi Octagon demi memastikan kontribusi finansial mereka mengalir langsung ke kas klub, bukan ke pembajak produk ilegal.

(Editor: Olahraga)

Konten Terkait
  • Belajar Dulu sebelum Trading, Investor Asal Medan Ini Andalkan Edukasi Pasar Modal dari BNI Sekuritas
  • 5 Bintang Piala Dunia yang Menikahi Cinta Pertamanya, Ada Messi
  • Menteri PPPA dan Kepala BPS Apresiasi Pemberdayaan PNM untuk Usaha Ekonomi Sirkular
  • Transformasi Pelabuhan Dipercepat, Kemenhub Andalkan Green Smart Port
  • Tak Cukup Modal Sayang, Banyak Pemilik Kucing Menyerah Saat Ekonomi Makin Berat
  • 7 Bintang Kejutan di Piala Dunia 2026: Dari Vozinha hingga Djed Spence
  • CEO INPEX: LNG Blok Masela Buka Babak Baru Kerja Sama Energi Indonesia-Jepang
  • Dua Penumpang Mobil yang Ditabrak Kereta di Lampung Meninggal Dunia
Konten Rekomendasi
  • Jadwal Final SEA V Cup 2026: Indonesia Ditantang Finalis Baru Kamboja
  • Massa Aksi Hendak Demo di Patung Kuda, tapi Akses Ditutup
  • Putusan Kasasi Prada Lucky Dinilai Tak Adil, Kuasa Hukum Keluarga Pertimbangkan Adukan Hakim Agung ke KY
  • Mengapa Embun Upas Sering Muncul di Dataran Tinggi Dieng?
  • Ketua Komisi III DPR Dengar Info Ada Bunker Lain di Kasus Febrie Adriansyah
  • 56 Desa di Jabar Dilanda Kekeringan, Kabupaten Bogor Jadi Wilayah Terparah