Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Penambang Timah Diterkam Buaya Saat Pindahkan Ponton di Sungai Bangka!

Penambang Timah Diterkam Buaya Saat Pindahkan Ponton di Sungai Bangka

Waktu: 2026-08-04 18:43:05 Sumber: Juniki Penulis: Bisnis Dibaca: 404x

 Seorang penambang timah bernama Radit dilaporkan hilang tenggelam akibat serangan buaya di Sungai Baturusa, Merawang, Bangka, Kepulauan Bangka Belitung pada Minggu (19/7/2026) malam sekitar pukul 23.00 WIB.

Insiden ini terjadi saat korban bersama rekannya sedang melintasi sungai untuk memindahkan ponton tambang jenis tower rajuk.

Dantim SAR Pangkalpinang, Supani mengatakan, tim SAR gabungan telah diterjunkan ke lokasi kejadian usai adanya laporan soal penambang yang hilang karena diterkam buaya.

"Korban diketahui bernama Radit asal Desa Tempilang, Bangka Barat yang sedang melakukan pemindahan ponton rajuk tower milik seorang warga di aliran sungai," kata Supani pada sejumlah awak media, Senin (20/7/2026).

Supani menyampaikan, rekan korban bernama Jaka selamat dalam kejadian itu. Jaka melaporkan bahwa Radit tiba-tiba menghilang di kegelapan malam.

"Ia hanya mendengar suara riakan air yang keras dari arah sungai. Setelah berupaya melakukan pencarian secara mandiri dan korban tak kunjung ditemukan, kejadian tersebut segera dilaporkan kepada aparat setempat dan dilanjutkan ke Basarnas untuk meminta bantuan SAR," ucap Supani.

Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang merespons laporan kondisi membahayakan manusia (KMM) terkait hilangnya seorang warga yang diduga kuat diterkam buaya di aliran sungai.

Tim rescue telah menyisir lokasi kejadian tetapi belum membuahkan hasil.

Selain mengerahkan personel menggunakan perahu karet, rescuer menggunakan drone thermal untuk pemindai panas tubuh serta perangkat internet Starlink.

Personel yang terlibat di lapangan terdiri dari rescuer Kansar Pangkalpinang, personel Polairud, personel BPBD, aparat desa setempat, serta dibantu oleh beberapa masyarakat.

"Tim ekstra hati-hati karena kawasan ini memang dikenal sebagai habitat buaya," ujar Supani.

Serangan buaya terhadap penambang kerap terjadi di wilayah Bangka Belitung seiring masifnya aktivitas penambangan ponton apung.

Basarnas mengimbau masyarakat yang beraktivitas di sekitar aliran sungai, khususnya yang rawan hewan buas, untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan dan perlengkapan pengaman.

(Editor: Wisata)

Konten Terkait
  • Konflik Memanas, Houthi Umumkan Blokade Laut Arab Saudi
  • MenPPPA Bakal Kawal Kasus Bocah Bekasi Tewas Dianiaya Ibu Tiri
  • Anggota DPR Dorong Edukasi Bahaya Ancaman Bom usai Teror di SDN Srengseng Sawah 15
  • 10 Hidangan Nasi Terenak di Indonesia Versi TasteAtlas, Ada Favoritmu?
  • Antisipasi Krisis Air di Musim Kemarau, Bupati Bandung Instruksikan Potong Birokrasi Lewat Hotline
  • Antrean BBM di Medan Terurai, BPH Migas Sebut Bukan karena Kuota, Lalu Apa?
  • Peneror Bom di SDN Jaksel Tak Sangka Ulahnya Bikin Heboh, Kini Menyesal
  • Israel Bocorkan Keberadaan Terbaru Mojtaba Khamenei, Sebut Tak Lagi di Iran
Konten Rekomendasi
  • Gaji Kepala Daerah Stagnan Seperempat Abad, Rencana Revisi Sempat Kandas
  • RW di Kalideres Jakbar Buka Sayembara Rp 10 Juta Buru Pencuri 5 Tabung Gas
  • Cerita Damkar Karanganyar Evakuasi 5 Anak Kucing Berkat Laporan Seorang Ibu Hamil
  • Mengapa Negara Perlu Berikan Dana Bantuan Korban Kekerasan Seksual?
  • Berjam-jam JPO Tendean Ditabrak Truk Dibongkar, Kendaraan Belum Bisa Melintas
  • KPK Geledah Rumah Anggota BPK Bobby Rizaldi Terkait Kasus Bupati Muara Enim