Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Gunung Anak Krakatau Siaga, Disparekraf Lampung Evaluasi Festival Krakatau 2026!

Gunung Anak Krakatau Siaga, Disparekraf Lampung Evaluasi Festival Krakatau 2026

Waktu: 2026-09-19 06:28:09 Sumber: Juniki Penulis: Teknologi Dibaca: 186x

 Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Provinsi Lampung menegaskan bahwa Gunung Anak Krakatau bukanlah destinasi wisata yang dapat dikunjungi secara bebas oleh masyarakat.

Kawasan tersebut merupakan cagar alam yang dilindungi undang-undang dan diperuntukkan bagi kegiatan konservasi.

Penegasan ini disampaikan seiring meningkatnya aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang saat ini berada pada status Level III atau Siaga.

Kondisi tersebut membuat kawasan di sekitarnya berpotensi membahayakan jika didekati tanpa pengawasan.

Mengapa Gunung Anak Krakatau bukan destinasi wisata?

Kepala Disparekraf Provinsi Lampung, Tony Ferdiansyah, menjelaskan bahwa Gunung Anak Krakatau memiliki status khusus sebagai kawasan konservasi yang tidak boleh dijadikan objek wisata umum.

"Seperti yang kita tahu Gunung Anak Krakatau ini bukanlah tempat wisata, tetapi cagar alam yang dilindungi dan harus dijaga. Kawasan ini hanya diperuntukkan bagi kegiatan konservasi," ujarnya di Bandar Lampung, Jumat (17/7/2026) dikutip dari Antara.

Ia menambahkan bahwa pelarangan kunjungan wisatawan bertujuan untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus menghindari risiko keselamatan akibat aktivitas vulkanik.

"Oleh karena itu, wisatawan jangan masuk ke kawasan Gunung Anak Krakatau, kami imbau paling jauh boleh mendekat itu hanya radius lima kilometer saja jangan sampai mendekati. Kalau dulu masih boleh radius dua kilometer, tapi dengan kondisi saat ini radius lima kilometer menjadi titik aman," katanya.

"Kami sudah berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Lampung untuk mengedukasi wisatawan atau masyarakat di sana agar tidak mendekat ke kawasan tersebut dalam bentuk apa pun. Karena melihat aktivitas gunung yang meningkat," ucap Tony.

Bagaimana dampaknya terhadap kegiatan pariwisata?

Kondisi Gunung Anak Krakatau yang masih aktif juga berdampak pada rencana kegiatan pariwisata, termasuk Festival Krakatau 2026 yang menjadi agenda tahunan di Provinsi Lampung.

Salah satu kegiatan yang terdampak adalah rencana tabur bunga di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau.

"Rencana awal saat Festival Krakatau 2026 itu akan ada tabur bunga, namun melihat kondisi Gunung Anak Krakatau yang aktif lagi dan masuk level II, maka kami terus memantau kondisi ke depannya dan mempersiapkan mengganti konsep tabur bunga dengan yang lain," tambahnya.

Penyesuaian konsep kegiatan dilakukan sebagai langkah antisipasi guna memastikan keselamatan peserta dan wisatawan tetap menjadi prioritas utama.

(Editor: Olahraga)

Konten Terkait
  • 10 Contoh Jawaban Upaya Peningkatan Atasi Tantangan Tindak Lanjut di PMM, Guru Wajib Tahu
  • Anak 3 Tahun di Kota Serang Kecanduan Rokok, Kerap Pungut Puntung Lalu Diisap
  • Israel Akan Kerahkan Buaya untuk Jaga Keamanan di Penjara
  • Wamenaker: Pemerintahan Prabowo Hadir Berikan Solusi Nyata Bagi Kaum Buruh
  • Satgas PRR Matangkan Persiapan Pembangunan Huntap di Aceh Timur
  • Sampah Menumpuk di Rusun Waduk Pluit, Pramono: Saya Minta Diselesaikan 8-10 Hari
  • Dedi Mulyadi Pilih Benahi Masalah Jabar daripada Ganti Nama Jadi Tatar Sunda
  • LNG Abadi Masela Serap 12.000 Tenaga Kerja, Pemerintah Prioritaskan Warga Lokal
Konten Rekomendasi
  • Prediksi Line Up Spanyol vs Argentina, Duel Yamal Lawan Messi
  • 16,3 Juta Wisatawan Datang ke Bali Sepanjang 2025, Macet Jadi Ancaman
  • Peredaran Pod Getar dan Happy Water di Bogor Sasar Perumahan Elite
  • Peringatan Tsunami Dicabut, Tak Ada Kerusakan Besar Imbas Gempa Meksiko
  • AS Bombardir Iran 9 Malam Berturut-turut, Khamenei Tegaskan Gencatan Senjata Batal
  • Wakil Ketua DPRD Surabaya Dorong Semua OPD Buka Hotline Aduan Warga