Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Mengelola Kenaikan Berat Badan akibat Efek Samping Obat Gangguan Mental !

Mengelola Kenaikan Berat Badan akibat Efek Samping Obat Gangguan Mental 

Waktu: 2026-08-04 18:05:20 Sumber: Juniki Penulis: Olahraga Dibaca: 943x

Pemantauan kesehatan fisik selama pengobatan

Penanganan pasien skizofrenia terus mengalami perkembangan. Jika selama bertahun-tahun fokus terapi lebih banyak diarahkan pada pengendalian gejala kejiwaan, kini perhatian kalangan medis semakin meluas hingga mencakup kesehatan fisik pasien, terutama dalam mengatasi obesitas.

Perubahan pendekatan tersebut didukung oleh semakin banyaknya bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa keberhasilan terapi skizofrenia tidak hanya ditentukan oleh stabilitas kondisi mental, tetapi juga kemampuan menjaga kesehatan metabolik pasien. 

Perspektif tersebut diperkuat oleh hasil uji klinis acak yang dipublikasikan dalam JAMA Psychiatry yang melibatkan 154 pasien berusia 18 hingga 60 tahun yang didiagnosis skizofrenia atau gangguan terkait. 

Penelitian bertajuk Semaglutide Treatment of Antipsychotic-Treated Patients With Schizophrenia, Prediabetes, and Obesity: The HISTORI Randomized Clinical Trial menunjukkan bahwa intervensi menggunakan semaglutide pada pasien skizofrenia dengan prediabetes dan obesitas mampu memperbaiki kondisi metabolik tanpa ditemukan perburukan gejala kejiwaan selama masa penelitian.

Pada akhir penelitian, kelompok yang menerima semaglutide menunjukkan rata-rata penurunan berat badan sebesar 9,21 kilogram, penurunan kadar HbA1c sebesar 0,46 persen, yang menunjukkan membaiknya pengendalian gula darah, termasuk juga perbaikan profil lemak darah.

Temuan ini dinilai memberikan gambaran baru mengenai bagaimana pengelolaan kesehatan fisik dapat diintegrasikan ke dalam perawatan pasien dengan gangguan jiwa berat.

Di Indonesia, zat aktif semaglutide dipasarkan oleh Novo Nordisk melalui dua produk dengan indikasi berbeda, yakni Ozempic untuk terapi diabetes melitus tipe 2 dan Wegovy untuk manajemen berat badan sesuai indikasi yang telah disetujui. Penggunaannya merupakan obat resep yang hanya boleh dilakukan berdasarkan penilaian dan pengawasan tenaga kesehatan

Menurut para peneliti, hasil studi ini memperkuat pentingnya pendekatan multidisiplin dalam pelayanan kesehatan jiwa.

Penanganan pasien skizofrenia tidak hanya menjadi tanggung jawab psikiater, tetapi juga memerlukan keterlibatan dokter penyakit dalam atau endokrinolog, ahli gizi, perawat, psikolog, dan tenaga kesehatan lain sesuai kebutuhan.

Meski memberikan hasil yang  menjanjikan, peneliti menegaskan bahwa penelitian ini memiliki batasan.

Studi hanya dilakukan pada pasien skizofrenia yang menggunakan antipsikotik generasi kedua serta mengalami prediabetes dan obesitas atau kelebihan berat badan. Oleh karena itu, hasil penelitian tidak dapat langsung diterapkan pada seluruh populasi pasien.

(Editor: Hiburan)

Konten Terkait
  • Awal Mula Keluarga di Depok Diteror Tetangga Sampai Jual Rumah
  • Kasus Pengadaan Buah MBG Senilai Rp 170 Juta Lampung: Pemasok Apes, Pemilik Dapur Rugi Dobel
  • Melihat Mini Zoo Purworejo yang Mangkrak, Proyek Rp 9,69 Miliar Berujung Korupsi
  • Waka MPR Ajak Tingkatkan Kesadaran Masyarakat soal Mitigasi Bencana
  • Diduga Dicuri, 6 Km Kabel PJU Dishub Banten di 11 Jalan Hilang
  • Kesaksian Aah dan Iin, Korban Tsunami Pangandaran: Dua Tahun Hidup di Tenda Pengungsian
  • Jawab Rumor Setelah 27 Tahun, Elaine Ng Sebut Jackie Chan Tak Pernah Meminta Tes DNA Putrinya
  • ADAKSI Desak RUU Sisdiknas Tak Komersialisasi Kampus dan Bergantung UKT Sepenuhnya
Konten Rekomendasi
  • Ruang Kelas SDN Tanggirejo Grobogan Ambrol, Siswa Belajar di Mushala dan Bergantian Ruang Kelas
  • 10 Perusahaan Properti dengan Kapitalisasi Pasar Terbesar di RI
  • Febrie Tersangka 3 Kasus Korupsi, Legislator PDIP: Kalau Bisa Hukum Mati
  • Lari Bareng Pramono, Menkop Ajak Gen Z Kenal Koperasi Lewat GenCoopRun
  • Tuntaskan Perkara Ijazah, 15 Teman Kuliah Jokowi Bakal Hadir di Sidang Roy Suryo dan Tifa
  • Parlemen Israel Bubar, Netanyahu Terancam