Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Cak Imin Puji Sekjen Golkar Berani Kritik NU: Kita Sama-sama Tak Ingin NU Salah Jalan!

Cak Imin Puji Sekjen Golkar Berani Kritik NU: Kita Sama-sama Tak Ingin NU Salah Jalan

Waktu: 2026-09-19 06:27:06 Sumber: Juniki Penulis: Kesehatan Dibaca: 341x

Cak Imin mengatakan, dirinya dan Sarmuji sama-sama berasal dari kalangan NU serta memiliki keinginan agar organisasi tersebut tetap berada di jalur yang benar.

"Jadi sama, saya dan Pak Sarmuji sama-sama orang NU yang tidak ingin NU salah jalan," ujarnya.

Ia kemudian berkelakar bahwa tidak banyak politisi yang berani menyampaikan kritik.

"Ini agak aneh, ya Politisi yang mengkritik itu ada. Tapi oke, kita inginnya yang terbaik," ucapnya.

Sebelumnya, Cak Imin menyatakan PBNU membutuhkan pemimpin baru yang lebih segar menjelang Muktamar NU.

"Ya pemimpin yang baru. Saat ini butuh pemimpin baru yang fresh," ujar Cak Imin saat ditemui di Kemang, Jakarta, Minggu (12/7/2026).

"Karena yang lama sudah lima tahun enggak ada perubahan," kata dia lagi.

Cak Imin dan Sekjen Golkar kritik NU

Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar M Sarmuji sebelumnya juga menyampaikan pandangannya mengenai posisi NU, dalam diskusi bertajuk Bincang-bincang Menjelang Muktamar NU: NU Masa Depan dan Masa Depan NU di Jakarta, Kamis (2/7/2026).

Sarmuji menilai NU sebaiknya lebih berperan sebagai kekuatan civil society yang memberi nasihat kepada negara, bukan terjebak dalam politik praktis.

"Maka dibutuhkan betul organisasi seperti NU yang bisa menasihati negara supaya tetap dalam track yang benar dengan cara yang lebih bisa diterima. NU tidak perlu sibuk siapa yang menang pemilu dan siapa yang menang pilpres.

NU tidak perlu khawatir tidak dapat berkat politik karena justru NU makin diperhitungkan kalau bermain di politik besar," ujar Sarmuji.

Ia juga berharap NU mengurangi keterlibatannya dalam "politik kecil" dan memperkuat peran dalam "politik besar" yang berorientasi pada kepentingan bangsa.

"Suka atau tidak suka, NU itu lekat dengan politik, sangat lekat.Tetapi, sebagai orang NU yang tidak berada di partai yang identik dengan NU, saya berharap kelekatan NU dengan politik kecil itu dikurangi, sebaliknya keterlibatan NU di politik besar harus makin diperkuat," tutur Sarmuji.

(Editor: Pendidikan)

Konten Terkait
  • Istri Kenang Momen Suapan Terakhir Ojol Sebelum Dibunuh di Tangerang
  • Ibu Penyiksa Anak Tirinya Berusia 4 Tahun hingga Tewas di Bekasi Jadi Tersangka
  • Komjak Sebut Penyidik KPK Bisa Dilibatkan Usut Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
  • Sedang Asyik Hisap Sabu di Perahu, Tiga Pria di Demak Digerebek Polisi
  • Diam-diam Depo Kontainer Menjamur di Permukiman Rorotan, Pemkot Jakut Temukan 31 Lokasi
  • Kasus Dugaan Mafia Tanah Sleman, BPN Ungkap Dua Sertifikat Mbah Lanjarsari Sudah Beralih Nama sejak 2010
  • Satgas PRR Dorong Penguatan Tanggul Sungai Pascabanjir Tapanuli Tengah
  • CONMEBOL Dorong Piala Dunia 2030 Diikuti 64 Tim, Apa Gagasannya?
Konten Rekomendasi
  • Mau Klaim Santunan SWDKLLJ? Ini Dokumen yang Harus Disiapkan
  • Duit Korupsi Modal Batu Bara Rp 38,9 M Dipakai untuk Urusan Pribadi Tersangka
  • OTT Bupati Lombok Barat, KPK Sita Uang Tunai Ratusan Juta
  • 6 Maskapai Akan Terbang dari Bandara Husein Sastranegara, Ini Rutenya
  • Riau Bhayangkara Run 2026: Berlari Melawan Karhutla
  • Cegah Kebakaran, Pemkot Depok Minta Damkar Rutin Siram TPA Cipayung