Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Antrean BBM di Medan Mulai Berkurang, Kurir: Tak Separah Sebelumnya!

Antrean BBM di Medan Mulai Berkurang, Kurir: Tak Separah Sebelumnya

Waktu: 2026-09-19 06:28:41 Sumber: Juniki Penulis: Wisata Dibaca: 615x

Meskipun begitu, pantauan Kompas.com di lapangan, masih ada sejumlah SPBU yang kehabisan stok, seperti di perbatasan Medan-Tanjung Morawa dan di Kecamatan Medan Johor.

"Saya sudah aman, sudah mengisi. Cuma 10 menit saja antrenya. Enggak kayak kemarin yang sampai berjam-jam," kata dia. 

Di SPBU Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), antrean BBM bersubsidi jenis Pertalite sudah tidak mengular lagi.

Antrean terlihat lebih tertib dan rapi.

"Namun sampai sekarang di SPBU yang antre solar lah. Kalau Pertalite aman. Solar ini yang masih susah, antreannya juga masih berserak sampai ke jalan raya," ujarnya.

Komisaris Independen PT Pertamina Patra Niaga, Prabu Revolusi mengatakan bahwa distribusi BBM di wilayah Sumatera Utara terus menunjukkan kondisi yang semakin normal.

Berbagai langkah percepatan distribusi dilakukan pihaknya bersama pemerintah daerah, aparat keamanan, Hiswana Migas, dan seluruh pemangku kepentingan.

"Dari hasil pemantauan melalui sistem CCTV maupun peninjauan langsung di lapangan, kondisi antrean kendaraan telah berangsur normal dan pelayanan kepada masyarakat berlangsung semakin efektif," kata Prabu.

Ia mengimbau masyarakat tetap tenang karena stok BBM di wilayah Sumatera Utara dalam kondisi aman dan mencukupi.

Pihaknya juga melakukan pengoperasian Integrated Terminal Medan Group selama 24 jam.

Bukan hanya itu, penambahan armada mobil tangki melalui skema spot carter juga dilakukan, termasuk penguatan personel Awak Mobil Tangki (AMT), serta optimalisasi suplai dari Fuel Terminal Kisaran, Fuel Terminal Siantar, dan Integrated Terminal Lhokseumawe.

“Kami mengajak masyarakat menggunakan BBM secara bijak sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan. Kami juga mengimbau masyarakat memperoleh informasi mengenai kondisi stok dan distribusi melalui kanal komunikasi resmi Pertamina, karena terdapat sejumlah potongan video lama yang dipublikasikan kembali tanpa konteks sehingga berpotensi menimbulkan kepanikan,” kata dia. 

(Editor: Bisnis)

Konten Terkait
  • Dinas LH Banten Minta Pengelola TPA Rutin Siram Sampah Cegah Kebakaran
  • Soal Retribusi Parkir Truk Antre BBM di Bahu Jalan, Dishub Dharmasraya Akan Evaluasi
  • Nasib Bupati Lombok Barat Kena OTT KPK Usai Nobar Piala Dunia
  • Seorang Petani di Sikka Tewas Digigit Babi Hutan
  • Intelijen Endus Ancaman Rusia, Negara NATO Ini Mendadak Siaga
  • Sampah Menumpuk di Rusun Waduk Pluit, Pramono: Saya Minta Diselesaikan 8-10 Hari
  • PPh 0 Persen di PFII Tetap Kena Aturan Pajak Global? Ini Kata Anak Buah Purbaya
  • Bupati Pati Nonaktif Sudewo Akui Pernah Minta Jatah Proyek Nur Widayat Naik Jadi 30 Persen, Ini Alasannya
Konten Rekomendasi
  • Ada yang Bela Spanyol, Ada yang Dukung Messi, Ada Pula yang Cuma Mau Nonton Konser
  • Wakil Ketua DPRD Surabaya Dorong Semua OPD Buka Hotline Aduan Warga
  • Waka MPR Desak Respons Cepat Kondisi Darurat Kekerasan Perempuan
  • Bamsoet: FKPPI Harus Jadi Laboratorium Kepemimpinan Nasional
  • KPK Dalami Tujuan Bupati Kuansing Beri Amplop ke Menhut Raja Juli
  • Korban Tewas Gempa Venezuela Bertambah Jadi 5.069 Jiwa